Lionel Messi dan Hasrat Besar PSG Rengkuh Trofi Liga Champions Pertama

Rully Fauzi

Rabu, 11 Agustus 2021 | 11:41 WIB
Lionel Messi dan Hasrat Besar PSG Rengkuh Trofi Liga Champions Pertama
Penyerang anyar Paris Saint-Germain, Lionel Messi. [SAMEER AL-DOUMY / AFP]

Suara.com - Jika melihat koleksi trofi domestik, Paris Saint Germain (PSG) yang sembilan kali juara Ligue 1 bukanlah klub tersukses di Prancis. Olympique Marseille dan Saint-Etienne yang masing-masing 10 kali juara Liga Prancis justru lebih sukses.

Marseille malah jadi satu-satunya klub Prancis yang pernah juara Liga Champions, tepat pada musim pertama kompetisi elite tersebut berubah nama dari tadinya Piala Champions pada 1992/1993 silam.

PSG bahkan pernah harus berjuang melawan degradasi dari 1998 sampai 2011. Namun, sejak diakuisisi Qatar Sports Investments (QSI) pada 2011, PSG menjelma jadi tim raksasa.

PSG bukan hanya jadi klub terkaya di Prancis, bahkan juga menjadi salah satu yang terkaya di dunia. Nasser Al-Khelaifi yang mengetuai CSI sejak awal bersumpah menyulap PSG menjadi tim juara Liga Champions yang diisi pemain-pemain terbaik di dunia.

Maka dibelilah pemain-pemain kelas atas macam  Zlatan Ibrahimovic, Thiago Silva, Edinson Cavani, Angel Di Maria, serta Neymar dan Kylian Mbappe yang menjadi dua pemain termahal di dunia saat ini.

PSG juga kemudian dibanjiri trofi, mulai dari tujuh gelar juara liga, enam Piala Prancis, enam Piala Liga Prancis sampai delapan Piala Super Prancis, bahkan langganan fase gugur Liga Champions.

Akan tetapi meski mencetak sejarah setelah untuk pertama kali masuk final Liga Champions pada 2020 untuk dikalahkan Liverpool, janji Al-Khelaifi mengantarkan PSG merengkuh trofi Si Kuping Besar belum terwujud, sekalipun sudah mempunyai Neymar dan Mbappe.

Duo megabintang Paris Saint-Germain, Neymar Jr (kiri) dan Kylian Mbappe. [FRANCK FIFE / AFP]
Duo megabintang Paris Saint-Germain, Neymar Jr (kiri) dan Kylian Mbappe. [FRANCK FIFE / AFP]

Mereka pun belanja lagi di musim panas ini, meski kebanyakan dengan status free transfer alias gratis, termasuk bek tengah andal Sergio Ramos dan kiper tangguh dari Italia, Gianluigi Donnarumma.

Tetapi yang membuka lebar-lebar gerbang optimisme mereka bisa lebih sukses lagi adalah sosok Lionel Messi.

baca juga

Menurut The Athletic, PSG memang sudah sejak lama mendambakan Messi, bahkan sejak CSI membeli 70 persen saham klub pada 2011.

Sejak membeli PSG, Al-Khelaifi dan Jorge Messi yang adalah ayahanda sekaligus agen Messi, terus menjalin kontak.

Al-Khelaifi nyaris mendapatkan Messi di bursa transfer musim panas 2020 lalu ketika sang megabintang mengungkapkan ingin meninggalkan Barcelona.

Sempat terhenti oleh kabar disepakatinya kontrak lima tahun dengan gaji dipangkas 50 persen antara Barcelona dan Messi, PSG akhirnya mendapatkan 'jalan tol' manakala Presiden Barca, Joan Laporta mengumumkan terpaksa melepas Messi musim panas ini karena tak bisa berkompromi dengan La Liga yang ketat memberlakukan aturan financial fair play.

Bersama Juventus dan Real Madrid, Barcelona adalah tiga klub yang tak pernah menghapus ide Liga Super Eropa.

Keinginan mengeruk keuntungan lebih besar adalah faktor terbesar di balik ide Liga Super Eropa ini setelah pandemi COVID-19 meruntuhkan arsitektur laba mereka.

Dan kasus Messi membuka lebar-lebar bahwa masalah keuangan Barcelona ternyata jauh lebih parah dari perkiraan semula.

Kesalahan yang Disesali

Tapi sikap mereka menyangkut Liga Super Eropa, membuat otoritas Liga Spanyol dan juga UEFA, geram. Oleh karena itu, tak mengherankan jika kali ini La Liga tak mau mentoleransi Barcelona agar melonggarkan aturan demi bertahannya Messi di Spanyol.

Padahal kepergian Messi tak saja merugikan Barcelona, tetapi juga La Liga.

Messi ditaksir berpendapatan bersih 70 juta euro (sekira Rp 1,1 triliun) per tahun. Memang besar sekali, namun nilai komersial Messi dua kali lebih besar dari pendapatannya itu. 10 kostum yang terjual, delapan di antaranya adalah kostum Messi.

"Ini pukulan yang besar sekali," kata Placido Rodriguez Guerrero, profesor ekonomi pada Universitas Oviedo dan direktur Sports Economics Observatory (FOED) di Spanyol.

"Ada jersey yang tak bisa lagi dijual, ada gol yang tak bisa lagi dicetak, dan ada dampak terhadap sponsor."

Pariwisata Spanyol pun terpengaruh, kata Jimmy Burns, pengarang buku 'Barca, A People's Passion;.

"Orang Inggris datang ke Barcelona untuk melihat (basilika) Sagrada Familia dan Messi," kata Burns.

Setelah ditinggalkan Cristiano Ronaldo dan kemudian Sergio Ramos serta menghilangnya sejumlah ikon seperti Andres Iniesta dan Xavi, daya tarik Liga Spanyol memang tak sebesar dulu. Apalagi kini tanpa Messi.

"Messi adalah pemain simbolis terakhir yang tersisa di La Liga, dan jika dia juga pergi maka Liga Spanyol menjadi kurang atraktif," kata Marc Ciria, salah satu pemodal terkemuka di Barcelona.

Penyerang anyar Paris Saint-Germain, Lionel Messi. [Sameer Al-DOUMY / AFP]
Penyerang anyar Paris Saint-Germain, Lionel Messi. [Sameer Al-DOUMY / AFP]

Hari-hari ketika ratusan juta orang memantengi layar televisi guna menonton El Clasico antara Barcelona vs Real Madrid, bakal menjadi sejarah yang sejak Ronaldo pindah ke Juventus pun sudah berkurang daya tariknya.

Klub-klub kecil Spanyol seperti Getafe bahkan menilai La Liga tak akan mampu menanggung akibat dari kehilangan Messi.

"Kami telah membuat kesalahan yang bakal kami sesali," kata Presiden Getafe, Angel Torres.

Situasi itu berbalik 180 derajat dengan Prancis yang bahkan sebelum Messi resmi bergabung dengan status free transfer alias gratis dan meneken kontrak dua tahun bersama PSG hari ini, negeri mode itu sudah diguncang efek Messi.

Saham sejumlah perusahaan terkait dengan Liga Prancis, serempak naik, gara-gara kedatangan penyerang berusia 34 tahun berjuluk La Pulga itu ke Parc des Princes --markas PSG.

Bisa Lebih Maut

Saham klub rival PSG, Olympique Lyon naik 0,9 persen, demikian pula dua perusahaan penguasa hak siar Ligue 1 Prancis, TF1 dan Canal Plus, yang masing-masing naik 1,3 dan 0,2 persen.

Bagi PSG tentu lebih dari itu. Messi membuat impian Al-Khelaifi menjadikan PSG klub paling ditakuti lawan bakal segera terwujud.

Lionel Messi (Instagram @psg)
Lionel Messi resmi gabung Paris Saint-Germain, Rabu (11/8/2021). [Instagram @psg]

Membentuk tim impian pun bukan lagi khayalan. Kalau dulu Barcelona memiliki trio MSN --Messi, (Luis) Suarez, Neymar, maka PSG kini memiliki tridente yang tak kalah maut; Messi, Kylian Mbappe, Neymar.

Tak banyak klub yang memiliki kemewahan bisa membeli siapa pun yang terbaik di dunia. PSG sudah membeli Neymar seharga 222 juta euro (sekira Rp 3,7 triliun) dan Mbappe 180 juta euro (sekira Rp 3,03 triliun). Dan kini Messi juga sudah jatuh ke tangan mereka.

PSG bisa membuka babak baru menjadi salah satu tim terbaik sepanjang masa di mana trisula mematikan Messi, Neymar dan Mbappe bakal menebar teror di mana-mana.

PSG juga sudah memboyong  pemain-pemain langganan juara dan sarat pengalaman bertanding di level atas sepakbola Eropa macam Donnarumma, Achraf Hakimi, Georginio Wijnaldum dan Ramos.

Pelatih PSG, Mauricio Pochettino mungkin akan kebingungan dalam meracik tim di kampanye 2021/2022 ini, sementara Al-Khelaifi terpaksa melepas sejumlah aset pentingnya yang disebut-sebut bakal mencakup 10 pemain, agar bisa menutup dana yang dihabiskan untuk kontrak serta gaji Messi.

Tetapi tak bisa dipungkiri, Pochettino menjadi kaya opsi dalam membentuk tim agar tetap garang dari satu laga ke laga lain di semua kompetisi.

Pelatih asal Argentina itu bisa memasang formasi 4-3-3 di mana Messi mengisi sayap kanan serangan, sedangkan sahabat baiknya, Neymar, menempati sayap kiri. Keduanya mengapit Mbappe di tengah.

Pochettino juga bisa memakai patron 4-2-3-1 di mana Messi menjadi striker kedua di belakang Mbappe, sedangkan Angel Di Maria dan Neymar mengapit pada kedua sisi sayap serangan.

Kendati bakal membuat duo pivot; Marco Verratti dan Georginio Wijnaldum rawan dikoyak serangan balik lawan, tapi kuartet serang itu bisa membuat lawan lebih sibuk menangkis serangan.

Terakhir Pochettino bisa memasang 3-5-2, di mana Messi dan Mbappe menjadi ujung tombak kembar yang disangga Neymar di belakang mereka, sedangkan Verratti dan Wijnaldum anteng mendikte lapangan tengah.

Tetapi sistem ini membuat Di Maria yang menjadi pemain terbaik PSG musim lalu bersama Mbappe dan kiper Keylor Navas, menjadi tak terpakai.

Tetapi apa pun itu, berbekal komposisi lengkap seperti ini, kalau bukan yang terbaik di dunia, paling tidak PSG bisa menjadi salah satu tim terbaik di jagat raya.

Dan tentu saja juara Liga Champions pun bukan lagi asa yang tak bisa diwujudkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Spanyol vs Argentina: 6 Faktor Penentu Juara Piala Dunia 2026

Spanyol vs Argentina: 6 Faktor Penentu Juara Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 21:30 WIB

Selangkah Menuju Juara, Lionel Messi Ungkap Perjuangan Berat Argentina

Selangkah Menuju Juara, Lionel Messi Ungkap Perjuangan Berat Argentina

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 17:35 WIB

Kisah Foto Ikonik Messi dan Bayi Lamine Yamal, Berujung Duel di Final Piala Dunia 2026

Kisah Foto Ikonik Messi dan Bayi Lamine Yamal, Berujung Duel di Final Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 20:55 WIB

Apa FIFA Berani Hukum Berat Argentina Usai Aksi Provokatif Lionel Messi Cs?

Apa FIFA Berani Hukum Berat Argentina Usai Aksi Provokatif Lionel Messi Cs?

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:38 WIB

Presiden FIFA Kirim Pesan ke Lionel Messi Cs usai Argentina ke Final Piala Dunia 2026, Apa Isinya?

Presiden FIFA Kirim Pesan ke Lionel Messi Cs usai Argentina ke Final Piala Dunia 2026, Apa Isinya?

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:30 WIB

Kisah di Balik Foto Messi Mandikan Lamine Yamal yang Viral Jelang Final Piala Dunia

Kisah di Balik Foto Messi Mandikan Lamine Yamal yang Viral Jelang Final Piala Dunia

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:40 WIB

Argentina di Ambang Sejarah, Mampukah Albiceleste Wujudkan Back-to-Back?

Argentina di Ambang Sejarah, Mampukah Albiceleste Wujudkan Back-to-Back?

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:35 WIB

Final Piala Dunia 2026: Foto Lionel Messi Mandikan Lamine Yamal Kembali Viral

Final Piala Dunia 2026: Foto Lionel Messi Mandikan Lamine Yamal Kembali Viral

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:04 WIB

Takhta Dunia di Ujung Era: Spanyol atau Argentina yang Menulis Sejarah?

Takhta Dunia di Ujung Era: Spanyol atau Argentina yang Menulis Sejarah?

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:45 WIB

Sindiran Menohok Lionel Messi untuk Haters: Ada yang Sedih Argentina ke Final Piala Dunia 2026

Sindiran Menohok Lionel Messi untuk Haters: Ada yang Sedih Argentina ke Final Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 10:19 WIB

Terkini

Kafka on the Shore: Perjalanan Menemukan Diri di Antara Mimpi dan Kenyataan

Kafka on the Shore: Perjalanan Menemukan Diri di Antara Mimpi dan Kenyataan

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:00 WIB

KPK Tak Bisa Sendirian, Pengawasan Dana Otsus Papua Tak Boleh Dibebankan pada Satu Lembaga

KPK Tak Bisa Sendirian, Pengawasan Dana Otsus Papua Tak Boleh Dibebankan pada Satu Lembaga

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:55 WIB

Momen Teddy Suruh Push Up 1.600 Taruna Akmil, Kolom Komentar Ramai Diserbu Netizen

Momen Teddy Suruh Push Up 1.600 Taruna Akmil, Kolom Komentar Ramai Diserbu Netizen

Video | Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:55 WIB

7 Smartwatch yang Bagus buat Pelacakan Kebugaran dengan Fitur Lengkap Olahraga

7 Smartwatch yang Bagus buat Pelacakan Kebugaran dengan Fitur Lengkap Olahraga

Tekno | Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:50 WIB

Review Viva Retinol Serum Anti-Aging Murah dengan Hasil Nampol, Harga Cuma Rp26 Ribuan

Review Viva Retinol Serum Anti-Aging Murah dengan Hasil Nampol, Harga Cuma Rp26 Ribuan

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:47 WIB

Jepang dan NVIDIA Bangun AI Fisik, Robot Cerdas Siap Revolusi Industri Global

Jepang dan NVIDIA Bangun AI Fisik, Robot Cerdas Siap Revolusi Industri Global

Tekno | Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:43 WIB

4 Rekomendasi Moisturizer Penghilang Flek Hitam, Lengkap Review Pembeli

4 Rekomendasi Moisturizer Penghilang Flek Hitam, Lengkap Review Pembeli

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:36 WIB

Perwaris Sesalkan Aksi Persekusi Serang 'Boti', di Semarang Mereka dapat Ruang Nyaman

Perwaris Sesalkan Aksi Persekusi Serang 'Boti', di Semarang Mereka dapat Ruang Nyaman

Jawa Tengah | Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:34 WIB

Agar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 7 Rekomendasi Lengkap dengan Produk dan Shade

Agar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 7 Rekomendasi Lengkap dengan Produk dan Shade

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:32 WIB

Lionel Messi vs Lamine Yamal! Duel Dua Generasi di Final Piala Dunia 2026

Lionel Messi vs Lamine Yamal! Duel Dua Generasi di Final Piala Dunia 2026

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:30 WIB

×