Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!

Liberty Jemadu

Rabu, 08 April 2026 | 18:57 WIB
Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan mengatakan Selat Malaka lebih strategis dari Selat Hormuz. Singapura tak akan bernegosiasi dan membayar tarif ke Iran untuk melewati Selat Hormuz. [Google Maps]
baca 10 detik
  • Menlu Singapura Vivian Balakrishnan menolak membayar tarif atau meminta izin Iran untuk melintasi Selat Hormuz pada 7 April 2026.
  • Singapura menegaskan hak lintas damai kapal internasional diatur dalam hukum UNCLOS yang berlaku bagi seluruh negara di dunia.
  • Balakrishnan menyatakan Selat Malaka jauh lebih strategis dan krusial bagi perdagangan global dibandingkan dengan jalur Selat Hormuz.

Suara.com - Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan mengatakan tidak akan bernegosiasi dengan Iran untuk mendapatkan izin atau membayar tarif ke Teheran agar kapal-kapalnya bisa melewati Selat Hormuz di Teluk Persia.

Balakrishnan memperingatkan bahwa Selat Malaka, yang berada di antara Singapura, Indonesia dan Malaysia, adalah jalur perdagangan yang jauh lebih strategis dari Selat Hormuz.

Hal itu dikemukakan Balakrisnan saat menjawab pertanyaan anggota parlemen Singapura pada Selasa (7/4/2026) mengenai apakah pemerintah negara tersebut sudah bernegosiasi dengan Iran terkait lalu-lintas kapal mereka di Hormuz.

"Melintasi (Selat Hormuz) adalah hak. Bukan izin yang diberikan oleh negara-negara sekitarnya, bukan lisensi yang harus dimohon-mohon, bukan ongkos yang harus dibayar," tegas Balakrisnan.

Hak tersebut, kata Balakrisnan, diatur dalam hukum internasional yakni United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS). Baik Iran maupun Singapura termasuk negara yang menandatangani UNCLOS.

UNCLOS, terang dia, mengatur bahwa semua kapal boleh melintasi semua selat internasional dengan damai. Aturan ini juga berlaku untuk kapal dari negara yang bahkan tidak meneken UNCLOS.

Hak melintas tersebut, lanjut Balakrisnan, juga berlaku di selat internasional lain termasuk Selat Malaka. Ia mengingatkan, dibandingkan Selat Hormuz jalur Selat Malaka jauh lebih strategis karena dilewati lebih banyak kapal dengan beragam muatan yang diangkut.

"Ingat, Singapura faktanya adalah salah satu choke point penting di dunia," kata Balakrisnan.

Ia membeberkan bahwa jumlah minyak mentah dan minyak olahan yang melewati Selat Malaka jauh lebih besar dibandingkan dengan di Selat Hormuz. Selain itu jumlah kapal kontainer yang melewati Selat Malaka juga jauh melebihi di Selat Hormuz.

baca juga

"Dan yang terpenting, secara geografis banyak orang tidak sadar. Titik tersempit di Selat Hormuz adalah 21 mil laut. Coba tebak, seberapa lebar titik tersempit di Selat Malaka? Kurang dari 2 mil laut," lanjut Balakrisnan mengacu pada jalur antara Singapura dan Kepulauan Riau.

"Jadi Anda semua kini paham mengapa kita harus mengambil posisi tegas. Bahwa hukum internasional dan UNCLOS adalah konstitusi di lautan. Bahwa untuk melintas adalah hak, bukan pemberian dan ini sangat penting bagi Singapura," tutup dia.

Penegasan ini disampaikan Singapura ketika Amerika Serikat dan Iran pada Rabu (8/4/2026) mengumumkan gencatan senjata selama 12 hari. Selama masa gencatan senjata itu, perwakilan AS dan Iran akan berunding di Pakistan.

Di saat yang sama, Iran mengatakan akan membuka kembali Selat Hormuz yang selama perang ditutup. Meski demikian setiap kapal yang hendak lewat diminta untuk berkoordinasi dengan Teheran. Ini memicu spekulasi bahwa Iran masih menarik ongkos dari setiap kapal yang melintas di perairan tersebut.

Peringatan dari Balakrisnan juga memantik kekhawatiran, bahwa negara-negara di sekitar Selat Malaka juga akan mengambil langkah serupa dengan Iran - atau bahkan menyasar kapal-kapal Iran untuk dimintai tarif sebagai balasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemberontakan Para Jenderal di Pentagon, Gagalnya Serangan Darat Trump ke Iran

Pemberontakan Para Jenderal di Pentagon, Gagalnya Serangan Darat Trump ke Iran

News | Rabu, 08 April 2026 | 18:44 WIB

Negara Teluk Sambut Gencatan Senjata Iran-AS, Dorong Diplomasi Menuju Perdamaian Permanen

Negara Teluk Sambut Gencatan Senjata Iran-AS, Dorong Diplomasi Menuju Perdamaian Permanen

News | Rabu, 08 April 2026 | 18:34 WIB

Turki Kecam Israel yang Rusak Semua Upaya Akhiri Konflik Timteng

Turki Kecam Israel yang Rusak Semua Upaya Akhiri Konflik Timteng

Video | Rabu, 08 April 2026 | 18:15 WIB

Kilang Minyak Iran Diserang Usai Gencatan Senjata Diumumkan

Kilang Minyak Iran Diserang Usai Gencatan Senjata Diumumkan

News | Rabu, 08 April 2026 | 17:53 WIB

Siapa Shehbaz Sharif? Tokoh Kunci di Balik Gencatan Senjata AS-Iran

Siapa Shehbaz Sharif? Tokoh Kunci di Balik Gencatan Senjata AS-Iran

News | Rabu, 08 April 2026 | 17:04 WIB

Terkini

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:14 WIB

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:03 WIB

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:48 WIB

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Banten | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Gempa Bumi M 4,6 di Selatan Lumajang, Getaran Dirasakan di Empat Wilayah Jawa Timur

Gempa Bumi M 4,6 di Selatan Lumajang, Getaran Dirasakan di Empat Wilayah Jawa Timur

Jatim | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:28 WIB

Terekam CCTV, Pencuri Motor di Parkiran Alfamart Prabumulih Ditangkap di Ogan Ilir

Terekam CCTV, Pencuri Motor di Parkiran Alfamart Prabumulih Ditangkap di Ogan Ilir

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Pelarian Berakhir! Buron Pembunuhan Wanita di Surabaya Ditangkap di Malaysia

Pelarian Berakhir! Buron Pembunuhan Wanita di Surabaya Ditangkap di Malaysia

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:05 WIB

×