Suara.com - Insiden tendangan kungfu Syaiful Indra Cahya menjadi sorotan media Spanyol Marca. Siapa sangka, tujuh tahun sebelumnya, Marca juga pernah menyoroti tendangan maut yang juga terjadi di sepak bola Indonesia.
Bek AHHA PS Pati, Syaiful Cahya, mendapatkan sorotan di laga uji coba melawan Persiraja Banda Aceh. Dalam pertandingan tersebut, dia melakukan tendangan keras terhadap pemain lawan, Muhammad Nadhiif.
Insiden tersebut kemudian ramai jadi perbincangan. Bahkan, momen tersebut disorot media Spanyol, Marca dengan menampilkan cuplikan video aksi brutal Syaiful tersebut.
"Tajuk laga persahabatan di Indonesia [nyatanya] tidak selalu bersahabat. Tendangan pembunuhan pada tahun ini?" demikian judul di situs Marca.
![Pemain AHHA PS Pati Syaiful Indra Cahya menendang gelandang Persiraja Muhammad Nadhiif di laga uji coba yang digelar di Lapangan Pancoran Soccer Field, Jakarta Selatan, Senin (6/9/2021). [Tangkapan Layar Youtube]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/09/07/69132-syaiful-indra-cahya.jpg)
Nah, menariknya insiden horor ini bukan pertama kalinya yang disorot media Spanyol tersebut. Sebelumnya, Marca juga pernah memberitakan tendangan maut di sepak bola Indonesia pada tujuh tahun silam.
Insiden tujuh tahun tersebut melibatkan pemain Persiraja, Akli Fairuz yang ditendang oleh kiper PSAP Sigli, Agus Rahman di laga Divisi Utama 2014 pada 10 Mei. Peristiwa itu sendiri menyisakan duka mendalam bagi dunia sepak bola Tanar Air.
Sebab kala itu Akli meninggal dunia setelah insiden tersebut. Akli sempat menjalani perawatan di rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.
"Tendangan brutal mengakhiri hidup pemain Indonesia. Aksi tersebut dilakukan kiper PSAP Sigli yang kakinya mengenai perut Akli Fairuz," tulis laporan tersebut.

Terlepas dari insiden tersebut, Syaiful Indra Cahya sudah meminta maaf kepada Muhammad Nadhiif atas permainan kasarnya.
Syaiful dan juga Zulham Zamrun yang bermain kasar juga mendapatkan sanksi dari manajemen AHHA PS Pati dengan dipulangkan dari pemusatan latihan tim.