alexametrics

Alasan Serie A Italia 'Ramah' bagi Striker Tua Seperti Zlatan Ibrahimovic

Syaiful Rachman
Alasan Serie A Italia 'Ramah' bagi Striker Tua Seperti Zlatan Ibrahimovic
Selebrasi Zlatan Ibrahimovic saat mencetak gol kemenangan AC Milan dalam pertandingan Liga Italia lawan Lazio di San Siro Stadium, Milan pada 12 September 2021. ANTARA/AFP/ISABELLA BONOTTO.

Selain Zlatan Ibrahimovic, Olivier Giroud yang sudah 'usang' di Liga Premier pun ditampung Serie A.

Suara.com - Serie A, kompetisi sepak bola kasta tertinggi Italia, dalam beberapa tahun terakhir dikenal sebagai liga penampung pemain tua seperti Zlatan Ibrahimovic.

Deretan pemain tua yang menghiasi Serie A pun terlihat dari posisi kiper hingga lini serang. Hal ini membuat kesan ‘liga aki-aki’ kian menjadi citra Serie A.

Biasanya para pemain tua yang bermain sepak bola di dominasi posisi kiper. Pasalnya, posisi ini tak membutuhkan banyak kekuatan fisik dalam bermain.

Penyerang AC Milan, Zlatan Ibrahimovic mengalami cedera paha pada laga Liga Italia kontra Juventus di Juventus Stadium, Turin, Senin (10/5/2021) dini hari WIB. [Isabella BONOTTO / AFP]
Penyerang AC Milan, Zlatan Ibrahimovic mengalami cedera paha pada laga Liga Italia kontra Juventus di Juventus Stadium, Turin, Senin (10/5/2021) dini hari WIB. [Isabella BONOTTO / AFP]

Tapi untuk musim ini, Serie A dihuni oleh pemain tua yang berposisi sebagai penyerang. Padahal posisi ini butuh ketahanan fisik mumpuni untuk menuntaskan peluang demi mencetak gol.

Baca Juga: Taktik dan Strateginya Dikritik, Ronald Koeman Minta Fans Barcelona Realistis

Di Serie A musim 2021-2022 ini terdapat beberapa bomber gaek yang usianya tidak lagi muda. Selain Zlatan Ibrahimovic yang sudah berusia 39 tahun, ada juga nama-nama seperti Fabio Quagliarella (38 tahun), Edin Dzeko (35 tahun), Olivier Giroud (34 tahun), Francesco Caputo (34 tahun) dan Ciro Immobile (31 tahun).

Meski berusia di atas 30 tahun, usia yang dianggap bukan usia keemasan bagi seorang pesepak bola, para penyerang di atas tetap tampil prima dan tetapi mendulang gol.

Dalam lima tahun terakhir saja, pencetak gol terbanyak Serie A atau Capocannoniere didominasi oleh pemain-pemain berusia 30 tahun ke atas.

Lantas, apa yang membuat Serie A nampak begitu ramah terhadap para striker tua?

Serie A, Kompetisi Kaya Taktik Tanpa Memandang Fisik

Baca Juga: Ruud Gullit Doakan AC Milan Juara Liga Italia Musim Ini

Bila dibandingkan liga-liga top Eropa lainnya, Serie A lebih mengandalkan strategi ketimbang kekuatan fisik pemain. Maka tak heran para pemain tua, terutama penyerang, mampu berbicara banyak di kompetisi ini.

Komentar