alexametrics

Ada Eks PSM Makassar, Ini Daftar Transfer Paling Aneh yang Pernah Dilakukan Real Madrid

Reky Kalumata
Ada Eks PSM Makassar, Ini Daftar Transfer Paling Aneh yang Pernah Dilakukan Real Madrid
Pesepak bola PSM Makassar Eero Markkanen (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Semen Padang FC Dedy Gusmawan (kanan) dalam pertandingan Liga 1 2019 di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (20/5/2019) malam. Tuan rumah PSM Makassar menang atas Semen Padang FC dengan skor 1-0. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/wsj.

Pada tahun 2014, Real Madrid pernah mendatangkan penyerang asal Finlandia, Eero Markkanen.

Suara.com - Sepanjang sejarah perjalanannya, Real Madrid menjadi salah satu klub yang sering merekrut pemain bintang.

Berapa pun biaya yang dibutuhkan untuk mendatangkan pemain bintang seperti tak menjadi masalah bagi klub raksasa asal Spanyol ini.

Los Blancos tak jarang merogoh kantong yang sangat dalam untuk mendatangkan pemain-pemain yang menjadi incarannya.

Namun, Madrid juga sering menciptakan kejutan transfer. Beberapa nama yang direkrut justru menjadi tanda tanya besar di kalangan publik.

Baca Juga: Prediksi Manchester United vs West Ham di Carabao Cup dan 4 Berita Bola Terkini

Sebab, transfer ini dianggap kebijakan yang tidak masuk akal. Berikut daftar transfer pemain paling aneh yang pernah dilakukan Real Madrid.

Eero Markkanen

Pada tahun 2014, Real Madrid pernah mendatangkan penyerang asal Finlandia, Eero Markkanen.

Los Blancos mengatakan, Markkanen adalah sosok penyerang yang sulit dihentikan oleh lawan karena postur tubuhnya yang cukup ideal.

Meskipun hanya bermain di tim Castilla, Markkanen sempat mendapat kesempatan tampil bersama Real Madrid pada ajang Liga Champions. Namun, akhirnya hal itu tetap tak terwujud.

Baca Juga: Prediksi Real Madrid Vs Mallorca, Liga Spanyol 23 September

Tidak sampai setahun setelah direkrut, Markkanen dilepas oleh Real Madrid, tepatnya pada Agustus 2015.

Hamit Altintop

Hamit Altintop sempat berstatus bebas transfer saat kontraknya bersama Bayern Munich pada 1 Juli 2011.

Real Madrid pun akhirnya merekrut pemain kelahiran Jerman ini. Namun, kontribusinya bersama Los Blancos memang tak terlalu mencolok.

Selama bermain bersama Real Madrid, mantan pemain timnas Turki ini hanya bertugas sebagai pemain pengganti.

Dia biasa dipasang di mana saja untuk menggantikan pemain Madrid lainnya. Secara keseluruhan, dia hanya mencatatkan lima penampilan bersama Real Madrid.

Akhirnya, pada 19 Juli 2012, dia dilepas Real Madrid ke Galatasaray setelah berkarier selama satu musim di Santiago Bernabeu.

Jonathan Woodgate

Kebijakan transfer Real Madrid sempat menuai pertanyaan besar ketika merekrut Jonathan Woodgate dari Newcastle United pada tahun 2004.

Anehnya, saat menandatangani kontrak bersama Madrid, Woodgate saat itu tengah diterpa cedera.

Akhirnya, pemain asal Middlesbrough, Inggris, ini baru bisa mencatatkan debut bersama Real madrid beberapa bulan berselang.

Bahkan, debutnya saat itu turut diwarnai aksi bunuh diri. Hingga penghujung kariernya di Madrid, dia hanya mencatatkan 14 kali penampilan selama tiga musim di Negeri Matador.

Sebelum kontraknya berakhir di Madrid, dia sempat dipinjamkan ke Middlesbrough selama satu musim.

Julien Faubert

Real Madrid sempat menciptakan kejutan transfer ketika mendatangkan pemain West Ham United, Julien Faubert, pada musim 2008/2009, dengan status pinjaman.

Sebetulnya, Real Madrid memiliki opsi untuk merekrut pemain pemain asal Prancis ini secara permanen pada akhir masa peminjaman.

Namun, Faubert justru melakukan kesalahan yang fatal. Dia melewatkan satu sesi latihan karena salah melihat jadwal libur.

Faubert juga pernah tertidur di bangku cadangan ketika Los Blancos menghadapi Villarreal. Akhirnya, ia hanya mencatatkan dua laga saja bersama Madrid.

Thomas Gravesen

Real Madrid pernah merekrut gelandang asal Denmark, Thomas Gravesen, dari Everton pada musim 2005.

Saat itu, mereka ingin menambah agresivitas di sektor lini tengah dengan mendatangkan Thomas Gravesen. Namun, skuad bertabur bintang milik Real Madrid seperti tak cocok.

Gravesen seringkali menciptakan keributan dalam sesi latihan karena agresivitasnya saat menekel musuh.

Mantan pemain timnas Denmark ini juga pernah bertengkar dengan Robinho karena keributan dalam sesi latihan. Akhirnya, pada akhir musim, dia dilepas ke Celtic.

Sebab, pelatih Real Madrid saat itu, Fabio Capello, juga dikabarkan tak terlalu senang dengan perilakunya.

Kontributor: Muh Adif Setiawan

Komentar