alexametrics

Profil Octavianti Dwi Nurmala, Pahlawan Kemenangan Timnas Wanita atas Singapura

Reky Kalumata
Profil Octavianti Dwi Nurmala, Pahlawan Kemenangan Timnas Wanita atas Singapura
Penggawa Timnas Wanita Indonesia, Octavianti Dwi Nurmalita (dok PSSI)

Gol tunggal Octavianti memastikan Timnas Wanita Indonesia lolos ke Piala Asia Wanita 2022

Suara.com - Penggawa Timnas Wanita Indonesia, Octavianti Dwi Nurmalita, melejit. Namanya disebut-sebut selama 24 jam belakangan karena jadi pahlawan kemenangan Garuda Pertiwi atas Singapura.

Gol tunggal Octavianti menjadikan Timnas Wanita Indonesia lolos ke Piala Asia Wanita 2022 secara agregat. Dan berikut rangkuman profil singkatnya untuk Anda:

Profil Octavianti Dwi Nurmala

Octavianti adalah pemain kelahiran Jakarta, 1 Juli 1998. Semasa kecil, dirinya sudah menekuni sepak bola karena darah olahraga mengalir dari orang tuanya.

Baca Juga: Profil Zahra Muzdalifah, Pemain Cantik Andalan Persija dan Timnas Wanita Indonesia

Namun siapa sangka, sebelum terkun ke dunia si kulit bundar, Octavianti menekuni olahraha pencak silat saat masih di sekolah dasar. Setelah beranjak SMP, dia beralih ke olahraga voli dan basket.

Dan saat masuk SMA, Octavianti sejatinya akan serius di olahraga voli. Namun, sepak bola membuatnya menjatuhkan pilihan lain.

"Akhirnya saya masuk ke klub dan melanjutkan untuk tekun di sepak bola," kata Octavianti dikutip dari laman Youtube Radar Jogja Chanel.

Octavianti melanjutkan bahwa memutuskan terjun ke sepak bola sejatinya karena penasaran. Sebab, ia juga ingin merasakan olahraga yang mayoritas ditekuni lelaki ini.

Di dalam daftar susunan pemain, Octavianti beroperasi di sayap kiri. Untuk bagian ini, ada cerita yang menurut dia patut dibanggakan.

Baca Juga: Indonesia Melaju, 9 Negara Pastikan Tiket Putaran Final Piala Asia Wanita 2022

"Aku awalnya wing kiri. Tapi, saat dicoba di full back kiri, aku coba-coba dan akhirnya bisa," paparnya.

Sejatinya, nama Octavianti sudah masuk ke Timnas Wanita pada 2018. Ketika itu, Garuda Pertiwi akan mentas di Asian Games.

Namun, di pemilihan nama terakhir, namanya tak masuk. Dan tiga tahun berselang, barulah dia dipanggil oleh pelatih Rudy Eka.

Penulis: Kusuma Alan

Komentar