- Inter Milan akan menjamu Bodo/Glimt di Meazza pada Rabu (25/2) untuk membalikkan agregat 1-3 Liga Champions.
- Pelatih Cristian Chivu yakin timnya siap, walau Lautaro Martinez absen, karena kedalaman skuad terbukti konsisten.
- Kunci kemenangan adalah disiplin, keseimbangan antara menyerang dan bertahan untuk meraih kemenangan tiga gol tanpa terburu-buru.
Suara.com - Inter Milan percaya diri mampu membalikkan keadaan saat menjamu Bodo/Glimt pada leg kedua playoff 16 besar Liga Champions UEFA 2025/2026. Pertandingan krusial tersebut akan digelar di Stadion Giuseppe Meazza, Rabu (25/2) dini hari WIB.
Nerazzurri berada dalam posisi tertinggal agregat 1-3 usai kekalahan di Norwegia pada leg pertama. Namun pelatih Inter, Cristian Chivu, memastikan timnya telah melakukan evaluasi menyeluruh untuk memperbaiki kesalahan.
“Kami sudah mengevaluasi kesalahan pada leg pertama dan mungkin menyederhanakan beberapa hal. Kami tenang dan fokus. Kami mengetahui kualitas kami,” ujar Chivu.
Pelatih asal Rumania itu menegaskan Inter memiliki kapasitas untuk menang dengan selisih minimal tiga gol demi memastikan tiket ke babak 16 besar. Ia juga menyebut timnya siap jika laga harus berlanjut hingga babak tambahan waktu atau bahkan adu penalti.
Meski harus kehilangan kapten sekaligus striker andalan, Lautaro Martinez, karena cedera, Chivu tetap yakin dengan kedalaman skuadnya. Ia menilai Inter memiliki banyak figur pemimpin di ruang ganti dan konsistensi produktivitas sepanjang musim.
“Musim ini kami konsisten dan mampu mencetak lebih dari dua gol per pertandingan. Kami juga memiliki 17 pencetak gol berbeda,” katanya.
Walau dituntut tampil agresif, Chivu mengingatkan anak asuhnya agar tidak bermain terburu-buru. Menurutnya, mencetak gol cepat memang penting, tetapi akan sia-sia jika keseimbangan pertahanan terganggu dan justru kebobolan.
Ia meminta para pemain, termasuk Nicolo Barella, untuk tetap disiplin menjalankan rencana permainan. Keseimbangan antara lini serang dan pertahanan dinilai menjadi kunci untuk membalikkan agregat.
“Kami membutuhkan hasil, tetapi harus diraih tanpa kehilangan keseimbangan dan kepercayaan diri. Sepak bola tidak bisa diprediksi,” tegas Chivu.
Baca Juga: Jelang Hidup Mati Lawan Galatasaray, Juventus Berada di Titik Terendah 15 Tahun
Dukungan publik San Siro pun diharapkan menjadi energi tambahan bagi Inter untuk mengejar defisit dan menjaga asa melaju lebih jauh di Liga Champions musim ini.
(Antara)