Pengertian, Asal Usul, dan Serba-serbi Formasi Sepak Bola

Arief Apriadi

Rabu, 29 September 2021 | 16:05 WIB
Pengertian, Asal Usul, dan Serba-serbi Formasi Sepak Bola
Ilustrasi sepakbola di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (23/1). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Formasi dalam sepak bola adalah bagian dari strategi permainan. Biasanya, formasi ini menjadi pola dalam permainan suatu tim baik dalam menyerang ataupun bertahan.

Dewasa ini, sepak bola tak berpaku pada formasi untuk menerapkan taktik yang diinginkan. Namun sejak dahulu hingga saat ini, penikmat sepak bola selalu mendapat bayangan permainan apa yang akan ditampilkan dari formasi suatu tim.

Sebagai contoh, banyak yang meyakini bahwa formasi 4-3-3 merupakan formasi menyerang. Lalu bila suatu tim menggunakan formasi 3-5-2 atau 3-4-3, maka tim tersebut akan bermain defensif atau bertahan.

Faktanya, formasi-formasi ini belum tentu menggambarkan taktik yang diinginkan pelatih untuk cara bermain timnya. Chelsea, kampiun Liga Champions musim lalu, memainkan skema 3-4-3 atau 3-4-2-1 sehingga dicap defensif hingga saat ini.

Padahal sejak Thomas Tuchel memimpin Chelsea, formasi 3-4-2-1 tak memainkan sepak bola bertahan sama sekali. Tanya saja pada Louis van Gaal yang menyemprot seorang jurnalis saat mengatakan formasi tiga bek yang akan ia pakai disebut permainan bertahan.

“Anda tak punya ide apapun. Saya minta maaf mengatakannya, tapi Anda adalah jurnalis. Anda ingin mengimplementasikan visi Anda, tapi Anda tak punya visi dalam sepak bola,” ujar Van Gaal.

“Tapi dengan 5-3-2 atau 5-2-3, Anda bisa menyerang dengan baik pula. Chelsea menunjukkan setiap waktu, dengan formasi berbeda. Dan saya angkat topi untuk Tuchel, karena dia menerapkannya setengah musim,” pungkas Van Gaal.

Asumsi bahwa formasi mencerminkan gaya bermain memang menjadi suatu hal lumrah di sepak bola, bahkan sejak saat formasi diterapkan pertama kali.

Lantas, kapan pertama kali formasi dalam sepak bola diterapkan dan bagaimana asal usul lahirnya formasi dalam olahraga terpopuler ini?

baca juga

Asal Usul Formasi dalam Sepak Bola

Pada awal lahirnya sepak bola, olahraga satu ini merupakan sebuah permainan yang kacau, tanpa adanya taktik atau pola permainan yang jelas.

Peraturan-peraturan yang saat ini dikenal pun belum tercipta sepenuhnya. Sehingga para pemainnya sesuka hati menendang bola ataupun bermain tanpa ada aturan khusus.

Barulah saat aturan-aturan secara bertahap dibuat dalam sepak bola, salah satunya aturan offside, membuat sebuah tim menerapkan strategi berupa taktik.

Hal tersebut menjadi cikal bakal lahirnya formasi yang diketahui lahir sekitar tahun 1863 saat Football Association (FA) melahirkan aturan offside.

Sejak ada aturan offside yang belum seketat saat ini tersebut, setiap tim mulai menyusun taktik untuk mendistribusikan bola dengan rapi.

Di awal penerapan taktik dalam sepak bola, formasi menyerang sangat disukai oleh setiap tim. Skema menumpuk penyerang pun menjadi skema yang digemari.

Tak ayal formasi yang digunakan seperti 1-2-7 dengan skema umpan lambung ke para penyerangnya. Formasi ini pun memancing lahirnya formasi lain di mana Inggris yang menerapkan formasi tersebut memaksa lawannya, Skotlandia memainkan formasi lainnya.

Saat itu, Skotlandia kalah dari formasi 1-2-7 Inggris dan mulai menerapkan formasi 2-2-6 yang mengandalkan skema umpan pendek dan dribel pemainnya.

Skema permainan dengan umpan pendek dan dribel para pemain pun menjadi sebuah hal awam hingga saat ini yang kemudian membuat sepak bola berevolusi seiring banyaknya aturan yang dibuat.

Setelahnya Herbert Chapman, pelatih Arsenal, menerapkan formasi 3-2-2-3 di tahun 1925 dan dijuluki formasi ‘WM’ karena bentuk formasinya yang mengarah ke huruf W dan M.

Formasi tersebut mengantarkan pada kesuksesan Arsenal di awal abad 2000. Lalu, formasi tersebut pun juga berkembang menjadi 4-2-4 yang digunakan Timnas Brasil di gelaran Piala Dunia yang lagi-lagi berujung kesuksesan.

Pola 4-2-4 ini menjadi cikal bakal variatifnya formasi dalam sepak bola saat ini karena skema yang dimainkan yakni menyerang dan bertahan sama baiknya.

Lahirnya beberapa filosofi dalam sepak bola seperti Catenaccio, Total Football, dan Tiki-Taka mengilhami lahirnya skema permainan yang tak melulu identik dengan formasi yang diterapkan.

Catenaccio yang mengandalkan 4-4-2, Total Football yang mengandalkan 3-4-3 menjadi 4-3-3 hingga Tiki-Taka yang mengandalkan skema 4-3-3 atau 4-2-3-1 menjadi rangkaian formasi yang kini dikenal luas oleh banyak penikmat sepak bola.

Variatifnya formasi dan taktik ini pun melahirkan banyak peran di sepak bola seperti gelandang Box to Box, Deep Lying Playmaker, Regista, hingga Inside Forward dan Inverted Winger.

Kontributor: Zulfikar Pamungkas

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tim Sepak Bola Jateng Ditahan Imbang Sumatera Utara di PON XX Papua

Tim Sepak Bola Jateng Ditahan Imbang Sumatera Utara di PON XX Papua

Jawa Tengah | Rabu, 29 September 2021 | 09:48 WIB

Dibantai Tuan Rumah di Laga Perdana PON 2021, Pelatih Sepak Bola Jabar: Kami akan Evaluasi

Dibantai Tuan Rumah di Laga Perdana PON 2021, Pelatih Sepak Bola Jabar: Kami akan Evaluasi

Jabar | Rabu, 29 September 2021 | 05:00 WIB

PON Papua: Ditahan Sumut, Pelatih Sepak Bola Jateng Benahi Mental Pemain

PON Papua: Ditahan Sumut, Pelatih Sepak Bola Jateng Benahi Mental Pemain

Jawa Tengah | Selasa, 28 September 2021 | 21:47 WIB

PON Papua: Unggul Lebih Dulu, Tim Sepak Bola Jateng Diimbangi Sumatera Utara

PON Papua: Unggul Lebih Dulu, Tim Sepak Bola Jateng Diimbangi Sumatera Utara

Jawa Tengah | Selasa, 28 September 2021 | 19:07 WIB

PON Papua: Seri 1-1, Tim Sepak Bola Putra Sumut dan Jateng Berbagi Poin

PON Papua: Seri 1-1, Tim Sepak Bola Putra Sumut dan Jateng Berbagi Poin

Bola | Selasa, 28 September 2021 | 18:51 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×