Begini Cara Menentukan Tambahan Waktu untuk Masa Injury Time

Reky Kalumata

Senin, 04 Oktober 2021 | 15:29 WIB
Begini Cara Menentukan Tambahan Waktu untuk Masa Injury Time
Ilustrasi - Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer (kanan) melihat empat menit injury time yang ditampilkan selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Newcastle United dan Manchester United di St James's Park. Paul ELLIS / AFP

Suara.com - Tambahan waktu di akhir babak atau masa Injury Time sangat familier bagi para penikmat sepak bola. Namun, apakah banyak yang tahu bagaimana cara seorang wasit ke-4 atau ofisial menentukan berapa lama tambahan waktu yang diberikan?

Masa Injury Time, atau biasa disebut Stoppage Time, merupakan waktu lebih yang diberikan wasit di setiap akhir babak permainan.

Tambahan waktu ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1891 di pertandingan antara Stoke City vs Aston Villa. Kala itu insiden terjadi saat tuan rumah mendapat penalti.

Saat Stoke City mendapat penalti, kiper Aston Villa melakukan tendangan yang membuang bola jauh dari lapangan di menit ke-88.

Karena saat itu bola belum sebanyak pertandingan saat ini, bola pun dicari. Ketika bola telah ditemukan, ternyata waktu telah menunjuk 90 menit sehingga tambahan waktu diberikan oleh wasit agar penalti dapat dilaksanakan.

Dewasa ini, masa Injury Time dikenal sebagai kesempatan tambahan bagi tim yang tertinggal untuk menyamakan kedudukan. Hal ini pun menciptakan drama tersendiri di sepak bola.

Biasanya, masa Injury Time di akhir babak pertama dan kedua memiliki durasi yang berbeda. Pada umumnya, akhir babak kedua memiliki masa Injury Time yang lebih lama.

Ada beberapa faktor mengapa wasit ke-4 atau ofisial pertandingan menentukan tambahan waktu yang akan diberikan. Lantas, bagaimana caranya dan apa alasan yang diberikan saat memberi tambahan waktu?

Penentuan Masa Injury Time dan Pro-Kontra di Dalamnya

baca juga

Dilansir dari dokumen FIFA berjudul ’Interpretation of the Laws of the Games and Guideline for the Referees’ disebutkan bahwa masa Injury Time diberikan karena adanya buang-buang waktu yang dilakukan pemain.

Sehingga wasit ke-4 atau ofisial lah yang menentukan berapa lama waktu yang akan diberikan untuk masa Injury Time di setiap akhir babak pertandingan dengan mengacu pada apa yang terjadi di lapangan.

Hampir sama dengan FIFA, Football Association (FA) juga menentukan masa perpanjangan waktu diberikan jika adanya beberapa faktor, seperti:

· Pergantian pemain

· Perawatan pemain yang cedera

· Mengangkat pemain yang cedera keluar lapangan

· Argumen terhadap keputusan wasit

· Buang-buang waktu

· Water Break

· Pengambilan keputusan VAR

Sederet faktor ini membuat wasit ke-4 harus menentukan waktu tambahan yang wajib dipatuhi pengadil lapangan.

Dengan kata lain, pengadil di lapangan pun harus mematuhi durasi yang ditentukan. Dengan catatan boleh menambah durasi, namun tak boleh kurang dari waktu yang telah ditentukan.

Dikutip dari laman Football Stadiums, masa Injury Time saat ini tak sepenuhnya akurat. Adanya penambahan waktu yang diberikan wasit sejatinya hanyalah kesepakatan wasit dan wasit ke-4 bukan karena faktor buang-buang waktu seperti yang tertulis dalam aturan.

Definisi buang-buang waktu yang termasuk dalam panduan FIFA dan FA tak menjelaskan secara spesifik apa saja kegiatan yang masuk kategori membuang-buang waktu. Alhasil, buang-buang waktu masih diperagakan oleh para pemain dengan cara yang berbeda-beda.

Sebagai contoh ada tendangan ke gawang di mana kiper akan membuang waktu dengan mengubah posisi bola atau menarik kaus kakinya.

Lain pula dengan Outfield Player yang membuang-buang waktu saat melakukan lemparan ke dalam dengan menahan bola dan saat mengambil tendangan bebas.

Meski demikian, wasit memiliki hak istimewa untuk menghukum pemain dengan memberi kartu kuning kepada pemain yang dianggap mengulur-ulur waktu.

Masih dalam laman yang sama, laman statistik FiveThirtyEight menyebutkan pada Piala Dunia 2018 lalu, rata-rata tambahan waktu yang diberikan di 2 babak akhir adalah 6 menit 59 detik.

Merujuk aturan FIFA, seharusnya rata-rata masa Injury Time pada Piala Dunia 2018 adalah 13 menit 10 detik. Sehingga, adanya ketidakselarasan yang masih berlangsung antara aturan dan kenyataan di sepak bola saat ini.

Maka jangan heran, saat ini muncul ide bahwa sepak bola akan meniru basket yakni saat bola keluar lapangan atau terdapat insiden, waktu pertandingan akan dihentikan.

Ide ini semata-mata ditelurkan agar tak ada kejadian buang-buang waktu sehingga tak ada tim yang dirugikan maupun diuntungkan.

Kontributor: Zulfikar Pamungkas

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Review Novel Bek: Kisah Anak Kampung yang Bertahan di Lapangan Kehidupan

Review Novel Bek: Kisah Anak Kampung yang Bertahan di Lapangan Kehidupan

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 10:30 WIB

BRI Kasih Diskon Tiket Pertandingan Liga 1 Jadi 1 Rupiah Saja, Klaim Sekarang!

BRI Kasih Diskon Tiket Pertandingan Liga 1 Jadi 1 Rupiah Saja, Klaim Sekarang!

Bri | Senin, 21 September 2026 | 15:24 WIB

Pegadaian Dukung Sepak Bola Nasional Generasi Muda lewat Pegadaian Championship 2026/27

Pegadaian Dukung Sepak Bola Nasional Generasi Muda lewat Pegadaian Championship 2026/27

Bola | Senin, 14 September 2026 | 15:29 WIB

Bertemu Luis Figo di New York, 2 Student Athlete Indonesia Hadiri Forum PBB

Bertemu Luis Figo di New York, 2 Student Athlete Indonesia Hadiri Forum PBB

Bola | Senin, 14 September 2026 | 08:27 WIB

Indonesia Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026: Ujian Kedewasaan Tribun Sepak Bola

Indonesia Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026: Ujian Kedewasaan Tribun Sepak Bola

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 08:35 WIB

Ulasan Bapakmu Kiper: Drama Ayah dan Anak dalam Sepak Bola Tarkam

Ulasan Bapakmu Kiper: Drama Ayah dan Anak dalam Sepak Bola Tarkam

Your Say | Senin, 07 September 2026 | 14:30 WIB

Review Film Bapakmu Kiper: Tarkam sebagai Wajah Kecil Sepak Bola Indonesia

Review Film Bapakmu Kiper: Tarkam sebagai Wajah Kecil Sepak Bola Indonesia

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 12:20 WIB

Mangkrak 10 Tahun, Stadion Utama Sumbar Kini Kembali Bergeliat

Mangkrak 10 Tahun, Stadion Utama Sumbar Kini Kembali Bergeliat

Foto | Senin, 31 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Garudayaksa Gandeng Batam Prime FC, Buka Akademi Satelit

Garudayaksa Gandeng Batam Prime FC, Buka Akademi Satelit

Bola | Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:23 WIB

Tundukkan Garudayaksa 3-2, Batam Prime FC Asuhan Okto Maniani Juara BIFS 2026

Tundukkan Garudayaksa 3-2, Batam Prime FC Asuhan Okto Maniani Juara BIFS 2026

Bola | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Terkini

Klaim Voucher Diskon Obat di Kimia Farma dari BRI Lewat Link Ini

Klaim Voucher Diskon Obat di Kimia Farma dari BRI Lewat Link Ini

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 14:55 WIB

Jimmy Masrin Kasus Apa? Sosok Pria yang Kena Sorot Ombudsman Nikmati Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

Jimmy Masrin Kasus Apa? Sosok Pria yang Kena Sorot Ombudsman Nikmati Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:54 WIB

Laga FIFA Asean Cup di GBK Hari Ini, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan 10 Kantong Parkir

Laga FIFA Asean Cup di GBK Hari Ini, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan 10 Kantong Parkir

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:53 WIB

Lagi-lagi di Pasar Kemis! Warga Temukan Kerangka Manusia saat Cari Rumput di Lahan Kosong

Lagi-lagi di Pasar Kemis! Warga Temukan Kerangka Manusia saat Cari Rumput di Lahan Kosong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:53 WIB

John Herdman Ogah Timnas Indonesia Dibayangi Kegagalan Piala AFF

John Herdman Ogah Timnas Indonesia Dibayangi Kegagalan Piala AFF

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 14:52 WIB

Bisa Merusak Freezer, Ini Bahaya Menusuk Bunga Es dengan Pisau

Bisa Merusak Freezer, Ini Bahaya Menusuk Bunga Es dengan Pisau

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 14:50 WIB

9 Sampo Penghilang Uban Sachet Praktis, Harganya Mulai Rp8 Ribuan

9 Sampo Penghilang Uban Sachet Praktis, Harganya Mulai Rp8 Ribuan

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 14:48 WIB

China Jadi Sumber Terbesar Emisi SF6 Dunia, Klaim Daur Ulang Dipertanyakan

China Jadi Sumber Terbesar Emisi SF6 Dunia, Klaim Daur Ulang Dipertanyakan

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:48 WIB

PHK Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Airlangga: Lapangan Kerja Masih Lebih Besar

PHK Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Airlangga: Lapangan Kerja Masih Lebih Besar

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 14:47 WIB

Aliansi Ekonom Soroti Kebijakan Pemerintah: Seperti Nobita, Ingin Serba Cepat

Aliansi Ekonom Soroti Kebijakan Pemerintah: Seperti Nobita, Ingin Serba Cepat

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:47 WIB

×