alexametrics

Oki Dwi Putra, Wasit Kontroversial Laga Persija Vs Arema yang Pernah Pingsan di Lapangan

Syaiful Rachman
Oki Dwi Putra, Wasit Kontroversial Laga Persija Vs Arema yang Pernah Pingsan di Lapangan
Pesepak bola Barito Putera Beni Okto (kedua kiri) beradu mulut dengan wasit Oki Dwi Putra saat bertanding melawan Bhayangkara FC pada laga lanjutan BRI Liga 1 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (3/10/2021). Pertandingan tersebut dimenangkan oleh Bhayangkara FC dengan skor 3-2. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/hp.

Oki Dwi Putra menjadi sorotan usai laga Persija vs Arema FC.

Suara.com - Nama Oki Dwi Putra menjadi buah bibir di pekan ke-7 BRI Liga 1 2021-2022 kala Persija Jakarta tumbang dari Arema FC di Stadion Manahan, Solo, Minggu (17/10/21).

Dalam laga tersebut, Oki Dwi Putra kedapatan mengeluarkan sederet keputusan kontroversial yang membuat Persija takluk dari Arema FC.

Keputusan kontroversial yang dimaksud antara lain adalah tak memberikan hadiah penalti usai Rio Fahmi dijatuhkan M Rafli hingga menganulir gol Marko Simic di menit akhir pertandingan.

Para pemain Arema FC mengepung pemain Persija Jakarta, Rezaldi Hehanussa (kedua dari kanan) pada laga BRI Liga 1 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (17/10/2021) malam. [ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha]
Para pemain Arema FC mengepung pemain Persija Jakarta, Rezaldi Hehanussa (kedua dari kanan) pada laga BRI Liga 1 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (17/10/2021) malam. [ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha]

Marko Simic dianggap melakukan pelanggaran kepada kiper Arema. Namun, dalam tayangan ulang tampak penyerang asal Kroasia ini lebih dulu mengenai bola dan mencetak gol sebelum ada insiden tabrakan.

Baca Juga: Borneo FC Vs PSM Makassar, Sultan Samma Minta Rekan-rekannya Bangkit

Hal ini membuat pelatih Persija, Angelo Alessio, mengecam kepemimpinan Oki Dwi Putra yang dianggapnya tidak Fair dalam laga tersebut.

“Kami tidak perlu bantuan dari wasit untuk menang. Kami hanya perlu mereka memimpin pertandingan secara adil,” tutur Alessio dikutip dari laman Persija, Rabu (20/10/2021).

Pernyataan itu diamini oleh Andritany Ardhiyasa selaku kapten tim yang mempertanyakan kelayakan Oki Dwi Putra memimpin laga Liga 1.

“Bila bicara dengan wasit, kami sebenarnya tak ingin bicara tentang wasit. Tapi teman-teman bisa menilai apakah wasit ini layak atau tidak di Liga 1,” ucap Andritany.

Keputusan kontroversial di laga itu pun menambah panjang sorotan tajam kepada para pengadil lapangan di Liga 1 musim ini. Apalagi khusus Oki Dwi Putra yang punya predikat sebagai salah satu wasit terbaik di Indonesia.

Baca Juga: Perkelahian di BRI Liga 1, Ada yang Gara-gara Keplak Kepala Rekan Sendiri

Sederet fakta menarik pun mengiringi karier Oki Dwi Putra. Berikut daftarnya.

1. Sudah Jadi Wasit sejak Usia 17 Tahun

Oki Dwi Putra telah malang melintang di dunia sepak bola sebagai pengadil lapangan sejak usia 17 tahun, usia yang muda untuk ukuran wasit.

2. Wasit Indonesia Berlisensi FIFA

Oki Dwi Putra yang kini berusia 37 tahun ini bukanlah wasit abal-abal. Pasalnya, ia mengantongi lisensi FIFA sejak 2009 dan telah memimpin sederet laga internasional seperti Piala AFF U-19 serta SEA Games di tahun 2011.

3. Dianggap Kerap Merugikan Persija karena Kelahiran Bandung

Andritany Ardhiyasa kerap mengkritisi kepemimpinan Oki Dwi Putra saat memimpin laga Persija. Ia menganggap, wasit kelahiran Bandung ini sering mengeluarkan keputusan kontroversial yang merugikan Macan Kemayoran sepanjang perhelatan kompetisi sepak bola Indonesia.

4. Pernah Pingsan saat Pimpin Pertandingan

Oki Dwi Putra pernah pingsan dan harus mendapat penanganan medis saat memimpin laga. Hal itu terjadi pada 2016 kala Madura United menghadapi Persiba Balikpapan. Di laga itu, ia pingsan akibat sesak napas karena kepungan asap dari flare atau suar pendukung tuan rumah.

5. Wasit Terbaik

Oki Dwi Putra pernah dinobatkan sebagai wasit terbaik pada gelaran Piala Presiden 2018. Uniknya, gelar tersebut ia dapat pasca memimpin laga Persija Jakarta vs Bali United yang dimenangkan oleh Macan Kemayoran, tim yang disebut kerap dirugikan oleh keputusannya.

[Penulis: Zulfikar Pamungkas]

Komentar