Polemik Kelayakan JIS, Siapa Benar Antara PSSI dan JakPro Menurut Standar FIFA?

Arief Apriadi

Sabtu, 10 September 2022 | 16:15 WIB
Polemik Kelayakan JIS, Siapa Benar Antara PSSI dan JakPro Menurut Standar FIFA?
Logo FIFA di markas besar badan sepak bola dunia di Zurich. Michael Buholzer / AFP

Suara.com - Layak tidaknya Jakarta International Stadium (JIS) menggelar pertandingan sepak bola menjadi polemik jelang berlangsungnya dua laga uji coba FIFA Matchday antara Timnas Indonesia vs Curacao pada akhir September mendatang.

PSSI menyebut JIS belum layak untuk menggelar ajang sekelas FIFA Matchday karena secara infrastruktur dan keamanan dianggap perlu perbaikan dan penyesuaian.

Hal itu disampaikan PSSI lewat keterangan tertulis yang diunggah melalui laman resmi mereka pssi.org pada Jumat (9/9/2022).

Penampakan Jakarta International Stadium dari luar. ANTARA/Abdu Faisal
Penampakan Jakarta International Stadium dari luar. ANTARA/Abdu Faisal

Pernyataan PSSI itu pun mendapat balasan dari PT Jakarta Propertindo (JakPro) selaku pengelola dari stadion yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta tersebut. Menurut mereka, JIS sudah sesuai standar FIFA.

Lalu, siapa pihak yang benar dalam polemik standar FIFA di JIS ini?

PSSI mengklaim JIS belum standar untuk menggelar ajang internasional dengan menekankan pada sisi infrastruktur dan keamanan mulai dari akses keluar masuk penonton, kantung parkir serta akses VIP khususnya tim dan ofisial.

PSSI menyebut area drop off tim, sirkulasi aktivitas terkait pertandingan di outer perimeter menumpuk di barat utara. Bahkan concourse timur belum dapat digunakan, perimeter tribune perlu pengkajian ulang, pagar perimeter di bawah concourse barat juga dianggap tidak kokoh.

Sarana prasarana pendukung seperti kantung parkir, transportasi umum, dan jalan akses menuju stadion juga dianggap PSSI belum sesuai standar.

JIS, kata Sekjen PSSI Yunus Nusi juga disebut tidak memiliki kapasitas parkir yang memadai. Dengan daya tampung 80 ribu kursi, kantung parkir yang disediakan hanya sekitar 800 mobil saja.

baca juga

"Di samping itu terkait dengan plafon yang rendah karena bus tidak bisa masuk, bisa jadi bus tim tamu dan tim tuan rumah berhentinya di area umum, tidak di area sebagaimana mestinya yang sudah diatur. Nah kalau kita paksakan pasti akan menjadi catatan FIFA," imbuh Yunus dalam laman resmi PSSI, Jumat (9/9/2022).

Di sisi lain, JakPro menyebut JIS dibangun dan dirancang dengan mengikuti standar FIFA. Bahkan, dalam proses pembangunannya, mereka mengklaim didampingi oleh pihak FIFA.

Jakarta International Stadium (Antara)
Jakarta International Stadium (Antara)

JakPro menyebut JIS dirancang oleh Buro Happold yang merupakan konsultan perencana dari Inggris yang memiliki pengalaman internasional dalam merancang stadion-stadion sepakbola modern.

Stadion milik Tottenham Hotspurs di London serta perancangan beberapa stadion Piala Dunia Qatar 2022 menjadi salah satu karyanya.

"JIS merupakan salah satu stadion yang mirip dengan stadion di Eropa baik secara desain maupun fasilitas. Selain itu, Jakpro juga didampingi langsung oleh Assessor FIFA pada saat perencanaan dan desain JIS dilakukan,” ujar Plt Direktur Proyek JIS, Arry Wibowo dalam keterangan resminya.

Terkait kantung parkir, Arry menjelaskan bahwa sesuai peraturan FIFA terkini, desain stadion modern perlu memperhatikan isu keberlanjutan lingkungan. Salah satunya stadion direkomendasikan agar terintegrasi dengan sarana transportasi publik.

Itu sebabnya, fasilitas parkir di JIS daya tampungnya terbatas agar penonton atau suporter yang berkunjung ke stadion lebih mengutamakan menggunakan transportasi publik dibandingkan kendaraan pribadi.

Saat ini JIS, sudah terintegrasi dengan Bus Rapid Transit (BRT) dan selanjutnya akan terintegrasi juga dengan Commuter Line dan LRT Jakarta. Untuk mendukung hal tersebut, JIS hanya menyiapkan 1,200 kantong parkir untuk bus dan kendaraan pribadi.

"Stadion modern standar FIFA kini dirancang untuk masa depan yang perlu memperhatikan keberlanjutan. Salah satunya mengupayakan untuk terintegrasi dengan angkutan publik. Stadion di Eropa pun demikian, Santiago Bernabeu pasca direnovasi hanya menyisakan kurang lebih 500 kantong parkir bus dan kendaraan pribadi," terang Arry.

"Bahkan stadion bersejarah di pusat Eropa yakni Wembley di London menyarankan seluruh penonton yang hadir mengoptimalkan alat transportasi umum yang tersedia," jelasnya.

Standar FIFA

Logo FIFA. [OZAN KOSE / AFP]
Logo FIFA. [OZAN KOSE / AFP]

Perdebatan PSSI dan JakPro terkait standar FIFA di JIS mungkin bisa diuraikan dengan merujuk langsung aturan dari FIFA itu sendiri yakni "FIFA Stadium Safety and Security Regulations".

Berdasarkan polemik di atas, mayoritas poin-poin perdebatan tersebut sudah tercantum dalam regulasi FIFA keamanan dan keselamatan stadion. Berikut uraiannya:

Infrastruktur dan Keamanan

Akses Keluar-Masuk Stadion

Terkait hal ini, FIFA dalam regulasinya tidak menyebut secara spesifik apakah sebuah stadion harus memiliki akses keluar-masuk yang berbeda untuk menghindari terbentuknya kerumunan.

Namun, dalam poin IV Nomor 23 terkait "Calculating the maximum safe capacity", disebutkan bahwa kapasitas masuk dan keluar stadion memang harus lancar dalam jangka waktu satu jam.

Menurut FIFA, faktor yang memengaruhi kelancaran masuknya penonton diantaranya jumlah dan penyebaran pintu putar/titik masuk, kecukupan informasi dan komunikasi terarah dan keakraban penonton dengan tata letak stadion, pembagian kategori entri hingga desain, jenis dan kondisi pintu putar/titik masuk.

Sementara terkait akses keluar, FIFA menyebut para penonton harus bisa keluar dengan aman dalam jangka waktu wajar tidak lebih dari 10 menit.

Faktor-faktor yang menurut mereka memengaruhi adalah jumlah, ukuran dan penyebaran gerbang keluar, kecukupan informasi dan komunikasi terarah dan keakraban penonton dengan tata letak stadion, hingga lebar dan distribusi tangga, eskalator serta gangway.

Kantung Parkir

Terkait kantung parkir, FIFA dalam "FIFA Stadium Safety and Security Regulations" tak membahas secara jelas terkait standar kapasitas parkir sebuah stadion. Namun, mereka menyebut stadion memang "harus mencakup semua fasilitas parkir."

Dalam "Football Stadiums Guidelines 2022" milik FIFA, disebutkan bahwa mereka menekankan lokasi sebuah stadion harus mempertimbangkan kondisi lalu lintas di sekitarnya. Idealnya, rancangan stadion bisa memfasilitasi transportasi umum atau parkir mobil dengan fungsi lain.

"Ini membantu untuk mempromosikan penggunaan multifungsi, terlepas dari apakah hari pertandingan berlangsung atau tidak," demikian FIFA.

Akses VIP

PSSI menyebut akses VIP di JIS belum layak karena kendala infrastruktur dalam hal ini plafon yang rendah bakal menyulitkan bus tim untuk menurukan pemain dan staf di tempat yang terpisah dengan akses umum.

Dalam "FIFA Stadium Safety and Security Regulations" tepatnya di Poin IV Nomor 33 (Special security provisions for teams, offi cials and VIPs/VVIPs), disebutkan bahwa akses umum dan VIP/VVIP memang harus terpisah.

"Pendekatan jalan dan titik masuk/keluar untuk tim, pejabat dan VIP/VVIP harus dipisahkan dari yang untuk penonton," demikian FIFA.

Jadi, pendapat siapa yang benar terkait standar FIFA di JIS, PSSI atau JakPro?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Blunder Sebut JIS Tak Layak Gelar Laga FIFA Matchday, PSSI Ubah Judul Artikel di Laman Resmi

Blunder Sebut JIS Tak Layak Gelar Laga FIFA Matchday, PSSI Ubah Judul Artikel di Laman Resmi

Bola | Sabtu, 10 September 2022 | 15:43 WIB

JakPro Sentil Balik PSSI: JIS Sudah Standar FIFA

JakPro Sentil Balik PSSI: JIS Sudah Standar FIFA

Bola | Sabtu, 10 September 2022 | 15:23 WIB

Ini Calon Stadion yang Dipakai Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2022

Ini Calon Stadion yang Dipakai Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2022

Bola | Sabtu, 10 September 2022 | 14:24 WIB

PSSI Beberkan Alasan Kenapa Jakarta International Stadium Belum Layak untuk FIFA Matchday

PSSI Beberkan Alasan Kenapa Jakarta International Stadium Belum Layak untuk FIFA Matchday

Semarang | Sabtu, 10 September 2022 | 08:33 WIB

PSIS Hajar Persikabo 3-2, Riyan Ardiansyah Bintang Lapangan

PSIS Hajar Persikabo 3-2, Riyan Ardiansyah Bintang Lapangan

Purwokerto | Jum'at, 09 September 2022 | 22:02 WIB

PSSI Anggap JIS Belum Layak Gelar FIFA Matchday, Ini Alasannya

PSSI Anggap JIS Belum Layak Gelar FIFA Matchday, Ini Alasannya

Purwokerto | Jum'at, 09 September 2022 | 18:37 WIB

Terkini

Calon Dirtek Timnas Indonesia: Cristiano Ronaldo Cuma Bawa Masalah

Calon Dirtek Timnas Indonesia: Cristiano Ronaldo Cuma Bawa Masalah

Bola | Senin, 22 Juni 2026 | 07:00 WIB

Panas! Conceicao Tegaskan Pemain Portugal Tak Wajib Layani Cristiano Ronaldo

Panas! Conceicao Tegaskan Pemain Portugal Tak Wajib Layani Cristiano Ronaldo

Bola | Senin, 22 Juni 2026 | 06:00 WIB

Sindiran Pedas Presiden Brasil: Neymar Satu-satunya Pemain WFH di Piala Dunia 2026

Sindiran Pedas Presiden Brasil: Neymar Satu-satunya Pemain WFH di Piala Dunia 2026

Bola | Senin, 22 Juni 2026 | 05:00 WIB

Real Madrid Didesak Salip Arsenal Rekrut Rekan Calvin Verdonk Berbandrol Rp1 Triliun

Real Madrid Didesak Salip Arsenal Rekrut Rekan Calvin Verdonk Berbandrol Rp1 Triliun

Bola | Senin, 22 Juni 2026 | 04:37 WIB

Penain Ini Disebut Bisa Jadi Biang Kerok Kegagalan Inggris di Piala Dunia 2025

Penain Ini Disebut Bisa Jadi Biang Kerok Kegagalan Inggris di Piala Dunia 2025

Bola | Senin, 22 Juni 2026 | 04:31 WIB

Hasil Piala Dunia 2026: Aksi Heroik Kiper Iran Alireza Beiranvand Bikin Belgia Gigit Jari

Hasil Piala Dunia 2026: Aksi Heroik Kiper Iran Alireza Beiranvand Bikin Belgia Gigit Jari

Bola | Senin, 22 Juni 2026 | 04:13 WIB

Ditipu Calo? Impian Nonton Piala Dunia 2026 Kakek 89 Tahun Pupus, Tiket Rp90 Juta Tak Kunjung Datang

Ditipu Calo? Impian Nonton Piala Dunia 2026 Kakek 89 Tahun Pupus, Tiket Rp90 Juta Tak Kunjung Datang

Bola | Senin, 22 Juni 2026 | 04:00 WIB

Eks Walkot Bikin Heboh! Pakai Busana Terbuka Saat Rayakan Kemenangan Meksiko

Eks Walkot Bikin Heboh! Pakai Busana Terbuka Saat Rayakan Kemenangan Meksiko

Bola | Senin, 22 Juni 2026 | 03:54 WIB

Rahang Patah Tak Halangi Pemain Austria Tampil Mati-matian Jelang Lawan Argentina

Rahang Patah Tak Halangi Pemain Austria Tampil Mati-matian Jelang Lawan Argentina

Bola | Senin, 22 Juni 2026 | 03:35 WIB

Pemain Liverpool: Apa yang Dilakukan Lionel Messi Tak Masuk Akal!

Pemain Liverpool: Apa yang Dilakukan Lionel Messi Tak Masuk Akal!

Bola | Senin, 22 Juni 2026 | 03:29 WIB