Petugas Keamanan AFC: Tragedi Sepak Bola Indonesia Harus Diselidiki Independen

Siswanto, ABC

Senin, 03 Oktober 2022 | 17:00 WIB
Petugas Keamanan AFC: Tragedi Sepak Bola Indonesia Harus Diselidiki Independen
Sejumlah pemain dan official Arema FC mendatangi Stadion Kanjuruhan pascakerusuhan di Malang, Jawa Timur, Senin (3/10/2022). [ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/rwa]

Istilah supporter juga sudah hampir ditiadakan. Yang ada adalah fans, penggemar, atau kalau ekstrem namanya altruist dan macam-macam.

Sebenarnya masalahnya itu-itu saja, dan usaha [perbaikan] ke arah situ sering terlupakan karena sibuk untuk menggelar pertandingan dan kompetisinya, mengejar klasemen, dan mengejar revenue barangkali ya.

Banyak pihak menyalahkan aparat karena menggunakan gas air mata yang jelas dilarang dalam aturan FIFA. Komentar Anda?

Kita tidak bisa langsung menyalahkan aparatnya karena peraturan FIFA ini kan dibuat senetral mungkin, segenerik mungkin untuk mengakomodasi seluruh kepentingan anggota asosiasi.

Ada 200 lebih sekarang anggotanya, setiap negara pasti berbeda pendekatannya.

Nah, kita bicara kewenangan public authority, dalam hal ini kepolisian, yang punya landasan hukum sendiri.

Sementara FIFA juga punya batasan. Ini harus dikomunikasikan. Mungkin komunikasi ini, kesamaan persepsi yang saya sampaikan tadi belum tercapai dengan baik.

Anda tadi menyebutkan perbedaan persepsi. Ini perbedaan persepsi antara siapa dengan siapa, dan biasanya apa perbedaannya? 

Stakeholder pengamanan yang utama dalam hal ini kan Kepolisian negara, kemudian ada kepentingan dari industri sepak bola. Ini harus disamakan dulu.

Pendekatan polisi mungkin adalah criminal justice, sementara kalau di industri sepak bola adalah loss prevention.

Ini kan enggak ketemu nih, jadi ini harus dipertemukan. Pasti ada titik pertemuannya itu dan kesepakatannya harus dibuat.

baca juga

Misalnya begini, pengamanan di kota-kota besar seperti Jakarta mungkin persepsinya sudah mendekati kesamaan, tapi mungkin enggak ideal kalau derby Jawa Timur diselenggarakan di Jakarta.

Padahal kesiapan otoritas publiknya mungkin sudah lebih siap, karena sudah terbiasa menghadapi event-event besar. Atau mungkin kita lakukan di Bali. Ini memang sesuatu yang tidak populer. Tapi kalau kita bisa duduk melakukan cost-benefit analysis, [keinginan] semuanya mungkin bisa kita akomodasi.

Ya memang tidak maksimal, mungkin revenue tidak seperti yang diharapkan tapi tetap ada, keamanan juga tercapai, dan yang terpenting tidak boleh ada korban jiwa.

Kalau berkaca pada negara-negara lain, apakah ada formula yang bersifat universal untuk mempertemukan persepsi itu?

Formulanya adalah pencegahan, bukan penindakan ... dan ini di Indonesia harusnya bisa saja, tinggal kemauannya saja, dan didorong oleh political will.

Yang enggak mau biasanya siapa, Pak?

Mungkin ada satu self-pride yang tidak pada tempatnya di antara para penyelenggara.

Dan political will dalam hal ini menurut Anda harusnya datang dari siapa?

Kalau menurut kultur kita kan ini kan bukan bottom-up tapi top-down, jadi ya harus dari atas.

Mungkin instruksi presiden itu harus diterjemahkan dengan baik dalam rangka menciptakan situasi yang aman, dari atas harus menginisiasikan atau menginstruksikan perbaikan-perbaikan yang di-lead dari atas.

Apakah masalah ini bisa selesai dengan menghentikan pertandingan untuk sementara waktu?

Sebenarnya penghentian pertandingan ini mungkin dilakukan yang pertama untuk melakukan penyelidikan. Apa penyebabnya dan bagaimana rekomendasinya.

Yang kedua, waktu penghentian ini seharusnya digunakan oleh semua pihak duduk bersama untuk merumuskan langkah-langkah perbaikan.

Satu contoh, tragedi di Heysel atau Hillsborough di Inggris.

Perdana Menteri Margareth Thatcher waktu itu menghentikan sepakbolah di Inggris selama 5 tahun.

Selama itu pemerintah dan semua stakeholder duduk bersama-sama menyusun sebuah undang-undang  tentang supporter, bagaimana kenyamanan dan keselamatannya dipatuhi semua pihak.

Bagi saya penghentian ini bisa saja, tapi harus diisi dengan hal-hal yang bermakna.   

Kita mendengar pernyataan PSSI kemarin, yang mau memimpin investigasi tragedi ini. Siapa sih sebenarnya yang harus menyelidiki?

Tentu saja badan independen ya. Bisa saja minta bantuan dari induk organisasi kita, kan ada AFC dan FIFA yang punya komite disiplin dan bisa juga membuat komite darurat karena ini fatality.

Bagi saya satu orang [tewas] saja sudah luar biasa apalagi ini sampai 100 orang lebih. Jadi harus badan yang lebih tinggi atau independen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kekalahan Arema FC di Kandang, Strategi Marcos Santos Gagal Redam Persib Bandung

Kekalahan Arema FC di Kandang, Strategi Marcos Santos Gagal Redam Persib Bandung

Bola | Selasa, 23 September 2025 | 06:13 WIB

Bhayangkara Presisi Lampung FC Siap Curi Poin Penting Saat Tantang Arema FC di Stadion Kanjuruhan

Bhayangkara Presisi Lampung FC Siap Curi Poin Penting Saat Tantang Arema FC di Stadion Kanjuruhan

Bola | Jum'at, 22 Agustus 2025 | 13:36 WIB

Arema FC Targetkan Kemenangan Kedua di Stadion Kanjuruhan Saat Hadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC

Arema FC Targetkan Kemenangan Kedua di Stadion Kanjuruhan Saat Hadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC

Bola | Jum'at, 22 Agustus 2025 | 13:29 WIB

Preview Arema FC vs PSBS Biak: Badai Pasifik Siap Rusak Pesta Ultah Singo Edan

Preview Arema FC vs PSBS Biak: Badai Pasifik Siap Rusak Pesta Ultah Singo Edan

Bola | Senin, 11 Agustus 2025 | 11:44 WIB

1000 Hari Tragedi Kanjuruhan, Doa dan Tuntutan Keadilan Bagi Korban

1000 Hari Tragedi Kanjuruhan, Doa dan Tuntutan Keadilan Bagi Korban

Foto | Sabtu, 28 Juni 2025 | 10:53 WIB

Aremania Buat Ulah Lagi! Bos PT LIB Kasih Tahu Nasib Arema FC di Kanjuruhan

Aremania Buat Ulah Lagi! Bos PT LIB Kasih Tahu Nasib Arema FC di Kanjuruhan

Bola | Jum'at, 16 Mei 2025 | 15:59 WIB

FIFA Tahu Penyerangan Bus Persik di Stadion Kanjuruhan, Bakal Ada Sanksi Berat?

FIFA Tahu Penyerangan Bus Persik di Stadion Kanjuruhan, Bakal Ada Sanksi Berat?

Bola | Rabu, 14 Mei 2025 | 12:35 WIB

Pelatih Persik Kediri Tanggapi soal Pelemparan Batu di Kanjuruhan, Trauma?

Pelatih Persik Kediri Tanggapi soal Pelemparan Batu di Kanjuruhan, Trauma?

Your Say | Selasa, 13 Mei 2025 | 06:40 WIB

Jadi Korban Lemparan Batu Oknum Aremania, Divaldo Alves Buka Suara

Jadi Korban Lemparan Batu Oknum Aremania, Divaldo Alves Buka Suara

Bola | Senin, 12 Mei 2025 | 19:19 WIB

APPI Soal Pelemparan Bus Persik: Pihak Bertanggung Jawab Harus Disanksi

APPI Soal Pelemparan Bus Persik: Pihak Bertanggung Jawab Harus Disanksi

Bola | Senin, 12 Mei 2025 | 15:59 WIB

Terkini

Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026

Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:05 WIB

Bikin Ngiler! Ini Nilai Bonus Pemain Timnas Inggris Jika Juara Piala Dunia 2026

Bikin Ngiler! Ini Nilai Bonus Pemain Timnas Inggris Jika Juara Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 01 Juli 2026 | 16:10 WIB

Persib Bongkar Proses Panjang Datangkan Gabriel Mutombo, Sudah Dipantau Lama

Persib Bongkar Proses Panjang Datangkan Gabriel Mutombo, Sudah Dipantau Lama

Bola | Rabu, 01 Juli 2026 | 16:00 WIB

Trossard Tunda Bahas Masa Depan di Arsenal, Besiktas dan Klub Arab Saudi Berminat

Trossard Tunda Bahas Masa Depan di Arsenal, Besiktas dan Klub Arab Saudi Berminat

Bola | Rabu, 01 Juli 2026 | 15:50 WIB

Bukan Messi atau Ronaldo, Legenda Perancis Jagokan Sosok Ini Raih Ballon d'Or

Bukan Messi atau Ronaldo, Legenda Perancis Jagokan Sosok Ini Raih Ballon d'Or

Bola | Rabu, 01 Juli 2026 | 15:30 WIB

Usai Perpanjang Kontrak, Eksel Runtukahu Kirim Pesan Tegas ke Jakmania

Usai Perpanjang Kontrak, Eksel Runtukahu Kirim Pesan Tegas ke Jakmania

Bola | Rabu, 01 Juli 2026 | 14:43 WIB

5 Fakta Menarik Jelang Belgia vs Senegal: Ujian Berat Setan Merah Jinakkan Singa Teranga

5 Fakta Menarik Jelang Belgia vs Senegal: Ujian Berat Setan Merah Jinakkan Singa Teranga

Bola | Rabu, 01 Juli 2026 | 14:40 WIB

Rekor Erling Haaland Lampaui Cristiano Ronaldo Usai Singkirkan Pantai Gading dari Piala Dunia 2026

Rekor Erling Haaland Lampaui Cristiano Ronaldo Usai Singkirkan Pantai Gading dari Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 01 Juli 2026 | 14:20 WIB

Jordan Pickford Ingatkan Inggris Siaga Adu Penalti Kontra RD Kongo

Jordan Pickford Ingatkan Inggris Siaga Adu Penalti Kontra RD Kongo

Bola | Rabu, 01 Juli 2026 | 14:10 WIB

Bek Keturunan Tinggalkan FC Emmen, Disebut Gabung Klub Super League

Bek Keturunan Tinggalkan FC Emmen, Disebut Gabung Klub Super League

Bola | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:45 WIB

×