![Penyerang Timnas Argentina, Lionel Messi melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Prancis pada laga final Piala Dunia 2022 di Stadion Lusail, Qatar, Minggu (18/12/2022) malam WIB. [JACK GUEZ / AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/12/18/93512-lionel-messi-timnas-argentina.jpg)
Setelah unggul 1-0, Argentina terus menguasai pertandingan. Albiceleste tak menurunkan tekanan mereka meski telah unggul. Prancis terus dikurung di daerah pertahanan mereka sendiri.
Menit ke-36, petaka kembali mendatangi Prancis. Berawal dari serangan balik cepat, para pemain Argentina melakukan passing 1-2 sentuhan.
Messi memberikan bola ke Mac Allister, yang langsung dengan cerdik menyodorkan bola ke Di Maria di kotak 16 Prancis. Di Maria dengan mudah tinggal mencocor bola dengan kaki kiri untuk membawa Argentina unggul 2-0.
![Para pemain Timnas Argentina merayakan gol Angel Di Maria pada laga final Piala Dunia 2022 di Stadion Lusail, Qatar, Minggu (18/12/2022) malam WIB. [Antonin THUILLIER / AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/12/18/80326-timnas-argentina.jpg)
Ini jelas jadi alarm bahaya untuk Prancis. Les Bleus benar-benar tak bisa mengembangkan permainan. Di flank, Kylian Mbappe juga tak berkutik sama sekali dengan minimnya pasokan bola untuk penyerang andalan Prancis ini.
Menit ke-41, pelatih Prancis, Didier Deschamps melakukan perubahan ekstrem dengan mengganti dua pemain. Ini memang mau tak mau harus dilakukan agar Prancis tak semakin terpuruk.
Deschamps tak ragu menarik keluar Olivier Giroud dan Ousmane Dembele dengan memasukkan duo attacker; Randal Kolo Muani dan Marcus Thuram. Penyegaran di lini serang Les Bleus.
Mbappe pun kini digeser menjadi penyerang tengah, dengan Thuram dan Kolo Muani akan menyokongnya dari sisi sayap Prancis.
Sampai akhir waktu normal babak pertama dan tujuh menit injury time, tak ada gol lagi yang tercipta di laga ini. Argentina unggul 2-0 saat half-time.
Masuk babak kedua, Prancis nampak lebih berani untuk keluar menyerang. Serangan mereka pun tampak jauh lebih rapi ketimbang di babak pertama.
Menit ke-63, mirip proses gol kedua Argentina, Albiceleste melancarkan serangan balik cepat.
Messi menyodorkan bola ke Di Maria di kiri, dan Di Maria lalu segera melepas bola ke kotak penalti. Namun, bola yang disambut Mac Allister mampu ditahan Lloris dengan kakinya.
Menit ke-68, serangan Prancis cukup berbahaya. Crossing Theo Hernandez dari kiri coba disapu Cristian Romero namun bola justru bergulir liar di atas gawang Argentina. Situasi sepak pojok pun gagal dimanfaatkan Prancis.
Prancis nampak mulai cukup bisa menyulitkan Argentina, terutama lewat serangan-serangan mereka dari sisi kiri.
Menit ke-70, Mbappe melakukan cut-inside dan melepaskan tembakan kaki kanan yang cukup keras. Namun, bola masih jauh dari target.
Semenit berselang, Prancis kembali melakukan dua substitusi lagi. Antoine Griezmann yang kali ini mati kutu dan tak bisa berbuat banyak sepanjang laga ditarik keluar Deschamps untuk digantikan Kingsley Coman.
Sementara itu Theo yang berposisi bek sayap digantikan Eduardo Camavinga yang berposisi gelandang. Les Bleus kini all out untuk melakukan serangan. It's now or never!
Menit ke-75, Argentina melancarkan serangan balik cepat lagi. Julian Alvarez nampak lepas dari pengawalan, namun bek bertenaga kuda Prancis, Dayot Upamecano melakukan recovery cepat dan menempel ketat Alvarez. Gawang Prancis masih aman.
Menit ke-79, Prancis akhirnya mendapatkan secercah harapan setelah wasit memberikan hadiah penalti. Kolo Muani lepas dari penjagaan untuk merangsek ke kotak 16.
Bek veteran Argentina, Nicolas Otamendi pun melakukan secara ilegal dan wasit menunjuk titik putih. Mbappe yang maju sebagai eksekutor menjalankan tuganya dengan baik, di mana ia dengan dingin menaklukkan kkiper Argentina, Emiliano Martinez.
![Penyerang Timnas Prancis, Kylian Mbappe melakukan selebrasi usai membobol gawang Argentina pada laga final Piala Dunia 2022 di Stadion Lusail, Qatar, Minggu (18/12/2022) malam WIB. [ADRIAN DENNIS / AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/12/18/93260-kylian-mbappe-timnas-prancis.jpg)
Hanya sekira 90 detik setelah gol penalti Mbappe itu, megabintang Paris Saint-Germain tersebut kembali mencetak gol untuk membawa Prancis menyamakan skor 2-2!
Marcus Thuram melakukan umpan lob yang disambut dengan tembakan gunting first time Mbappe dari dalam kotak penalti. Laju bola yang begitu deras tak bisa dibendung Martinez. Skor kini sama kuat, Prancis melakoni comeback fenomenal dalam waktu singkat!
Setelah menyamakan kedudukan, angin serangan tetap menjadi milik Prancis. Les Bleus kini tak ragu-ragu lagi untuk membombardir pertahanan Albiceleste.
Menit ke-87, Marcus Thuram dari Prancis diganjar kartu kuning karena aksi tipu-tipu diving di kotak penalti Argentina. Tak ada penalti untuk Les Bleus!
Wasit lantas memberikan delapan menit injury time di babak kedua ini. Mbappe terus meneror pertahanan Argentina yang membuat Otamendi cs ketar-ketir dengan kecepatan penyerang 23 tahun itu.
Di menit 90+6, Argentina mencuri serangan balik dan gantian menekan Prancis. Sebuah sepakan kaki kiri Messi diblok secara gemilang oleh Lloris. What save!
Skor 2-2 tetap bertahan sampai wasit menipu peluit panjang. Laga pun harus dilanjut ke babak extra time alias perpanjangan waktu 2 x 15 menit.
Di babak extra time, pada menit ke-105+1, sebuah sepakan penyerang pengganti Argentina, Lautaro Martinez diblok secara gemilang oleh Upamecano.
Bola muntah langsung disambar pemain pengganti Argentina lainnya, Gonzalo Montiel, tapi lagi-lagi bola gemilang dibuat bek Prancis, Raphael Varane kali ini lewat kepalanya yang membuat Argentina harus puas hanya mendapat sepak pojok.
Di extra time paruh kedua, di menit ke-107, sepakan Messi dari luar kotak 16 yang terdefleksi sedikit oleh Upamecano, masih bisa dibendung lagi oleh Lloris.
Sementi berselang, puluhan ribu suporter Argentina di Stadion Lusail kembali bersorak keras setelah Messi mencetak gol keduanya di laga ini!
Tembakan keras Lautaro dari dalam kotak penalti berhasil ditepis Lloris dari jarak dekat. Akan tetapi, Messi yang berdiri di mulut gawang Prancis langsung mencocor bola.
Upamecano coba menghalau bola di garis gawang, namun teknologi goal-line menunjukkan bahwa bola sepakan kaki kanan Messi itu telah melewati garis. Argentina unggul 3-2 atas Prancis!
![Penyerang Timnas Argentina, Lionel Messi (tengah) merayakan golnya ke gawang Prancis pada babak perpanjangan waktu laga final Piala Dunia 2022 di Stadion Lusail, Qatar, Senin (19/12/2022) dini hari WIB. [Anne-Christine POUJOULAT / AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/12/19/11436-lionel-messi-timnas-argentina.jpg)
Di saat Argentina nampaknya akan mengamankan hasil 3-2 ini, Prancis mendapat durian runtuh di menit ke-118. Les Bleus mendapat penalti setelah sepakan Coman dihalau Montiel dengan tangannya di kotak terlarang.
Mbappe kembali tanpa kesulitan menaklukkan Emi Martinez untuk membawa Prancis kembali comeback menyamakan skor 3-3! Mbappe hat-trick!
![Penyerang Timnas Prancis, Kylian Mbappe melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Argentina pada babak perpanjangan waktu laga final Piala Dunia 2022 di Qatar, Senin (19/12/2022) dini hari WIB. [Jewel SAMAD / AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/12/19/98446-kylian-mbappe-timnas-prancis.jpg)
Di sisa waktu extra time, Argentina dan Prancis sama-sama terus menyerang untuk mendapatkan gol kemenangan. Kedua tim nampaknya tak ingin laga harus ditentukan lewat drama adu penalti.
Tak ada lagi gol tambahan yang lahir, skor 3-3 menutup laga sengit berkualitas tinggi dan penuh drama ini. Pemenang pun harus ditentukan dengan babak adu penalti.
Di babak tos-tosan, dua penendang Prancis; Coman dan Aurelien Tchouameni gagal membuat skor, sementara penendang Argentina semuanya berhasil termasuk Messi.
Argentina unggul 4-2 di babak tos-tosan ini dan mengamankan gelar juara dunia ketiga mereka!
Susunan Pemain:
Timnas Argentina XI (4-3-3): E Martinez; Molina, Romero, Otamendi, Tagliafico; Di Maria, De Paul, Fernandez, MacAliister, Messi (C), Alvarez.
Pelatih: Lionel Scaloni (Argentina)
Timnas Prancis XI: Lloris (C); Kounde, Varane, Upamecano, Theo; Griezmann, Tchouameni, Rabiot; Dembele, Giroud, Mbappe.
Pelatih: Didier Deschamps (Prancis)
