Galtier tak peduli dengan sikap buruk Emiliano Martinez karena yang dia pedulikan adalah tetap baiknya hubungan Messi dengan Mbappe.
"Saya fokus kepada hubungan di antara mereka berdua. Bukan Leo Messi yang mengejek orang lain. Yang saya lihat setelah final (Piala Dunia 2022) itu, tidak ada alasan untuk menyamaratakan prilaku semua pemain hanya karena prilaku kiper itu," kata Galtier.
Galtier hanya perlu tahu bahwa hubungan Messi dan Mbappe tetap sebaik dulu.
"Kylian Mbappe bersikap baik sekali, meskipun kalah. Tentu saja dia kecewa berat, tapi dia melakukannya dengan cara yang berkelas. Dia menyelamati Leo Messi dan itu baik sekali baik bagi kami maupun klub," sambung Galtier.
Galtier sama sekali tak mau terpancing oleh meluapnya emosi di Prancis yang melihat ambisi negaranya mempertahankan gelar juara dunia dipupuskan oleh Argentina yang diperkuat Messi yang bermain di Liga Prancis. Galtier tak peduli semua itu karena dia hanya ingin fokus kepada kesiapan dan mentalitas timnya.
Dalam kaitan ini pula, dia menegaskan bahwa Mbappe dan sahabatnya yang memperkuat Maroko sampai semifinal Piala Dunia, Achraf Hakimi, akan bertanding baik dalam laga melawan Strasbourg maupun kala ditantang peringkat kedua klasemen, Lens, tepat pada Tahun Baru.
Sang pelatih tidak menganggap ada risiko fisik yang besar jika menurunkan kedua pemain dalam dua pertandingan berturut-turut tak lama setelah mereka tampil dalam Piala Dunia 2022.
"Hakimi dan Mbappe ingin kembali dan bermain dalam dua pertandingan tersebut," kata Galtier seperti dikutip AP. "Selama mereka dalam kondisi fisik dan mental yang baik, tidak ada alasan bagi kami untuk menjalani pertandingan tanpa mereka."
Neymar Siap
Galtier juga menegaskan Neymar yang pernah memiliki riwayat hubungan yang tidak baik dengan Mbappe, sudah berlatih bersama PSG pada 22 Desember. Neymar, disebutnya, sangat ingin bermain.
"Dari sudut pandang psikologis, dia sangat ingin bermain. Itu pertanda baik," kata Galtier yang memastikan Neymar tidak merasakan efek akibat cedera pergelangan kaki kanan yang dialaminya saat melawan Serbia dalam Piala Dunia 2022.
Neymar sendiri masih dirundung kecewa setelah Brazil dikalahkan Kroasia dalam perempat final. Dia mencetak gol yang luar biasa yang membuatnya menyamai rekor 77 gol Pele bersama timnas Brazil.
Kroasia lalu menyamakan kedudukan untuk memaksakan adu penalti yang gagal dimenangkan Brazil ketika Neymar bahkan tak memiliki kesempatan melakukan tugasnya sebagai penendang kelima Brazil dalam adu penalti itu.
Sebaliknya, sahabatnya yang superstar Argentina, Lionel Messi, malah mencetak dua gol dalam final dan dengan tenang sukses menjalankan tugasnya dalam adu penalti melawan Prancis yang akhirnya dimenangkan Argentina. Messi pun menyamai pencapaian idolanya Diego Maradona menjuarai Piala Dunia.
Tetapi, tidak seperti Mbappe, Hakimi dan Neymar, Messi belum bisa bergabung dengan PSG karena diberi waktu istirahat ekstra untuk merayakan keberhasilan menjuarai Piala Dunia di kampung halamannya di Argentina.
Messi Baru Bertanding Pekan Depan
Tetap saja, tanpa Messi yang sudah tujuh kali meraih Ballon d'Or, PSG terlalu kuat untuk Strasbourg. Apalagi dalam tim Paris ini ada Mbappe yang sudah mencetak 12 gol dan Neymar dengan sebelas gol.
Mungkin hasil pertandingan melawan Strasbourg ini tidak begitu menjadi perhatian karena yang lebih menarik perhatian adalah bagaimana Mbappe mengatasi dan melampiaskan dan kekecewaannya selama Piala Dunia 2022.
Tak kalah menarik lagi adalah bagaimana dia bekerja sama dengan rekan-rekan satu timnya yang lain, khususnya Neymar.
Mungkin pekan ini tak akan begitu dramatis, tetapi pekan depan manakala Messi sudah merumput lagi, atmosfer PSG mungkin tak akan sebiasa sebelum ini atau sebaliknya, seperti biasa terjadi.
[Antara]
