Bayern Munich Hancur Lebur di Etihad, Tuchel Berharap Keajaiban di Allianz Arena

Arief Apriadi Suara.Com
Rabu, 12 April 2023 | 08:26 WIB
Bayern Munich Hancur Lebur di Etihad, Tuchel Berharap Keajaiban di Allianz Arena
(Kiri-Kanan) Bek Bayern Munich asal Prancis Benjamin Pavard, penyerang Bayern Munich asal Jerman Thomas Mueller, gelandang Bayern Munich asal Jerman Leon Goretzka, kiper Bayern Munich asal Swiss Yann Sommer dan bek Bayern Munich asal Portugal Joao Cancelo memberikan tepuk tangan kepada para penggemar mereka setelah pertandingan leg pertama perempat final Liga Champions 2022-2023 antara Manchester City vs Bayern Munich di Stadion Etihad di Manchester, barat laut Inggris, pada 11 April 2023. Paul ELLIS / AFP.

Suara.com - Pelatih Bayern Munich, Thomas Tuchel masih menjaga harapan agar timnya bisa lolos dari 'lubang jarum' guna melangkah ke semifinal Liga Champions 2022-2023 usai kalah telak dari Manchester City, Rabu (12/4/2023) dini hari WIB.

Bayern Munich bertandang ke markas The Citizen di Stadion Etihad hanya untuk melihat mereka terkapar tak berdaya dengan kekalahan 0-3 di leg pertama perempat final.

Gol menakjubkan Rodri memberi pasukan Pep Guardiola keunggulan setelah 27 menit sebelum Bernardo Silva dan Erling Haaland membungkus malam yang sukses untuk juara bertahan Liga Inggris itu.

Pelatih kepala Bayern Munich Thomas Tuchel (kiri) dan manajer Manchester City Pep Guardiola (kanan) berpelukan setelah leg pertama perempat final Liga Champions 2022-2023 antara Manchester City vs Bayern Munich di Stadion Etihad di Manchester, barat laut Inggris, pada 11 April 2023. Man City menang 4-0Oli SCARFF/AFP.
Pelatih kepala Bayern Munich Thomas Tuchel (kiri) dan manajer Manchester City Pep Guardiola (kanan) berpelukan setelah leg pertama perempat final Liga Champions 2022-2023 antara Manchester City vs Bayern Munich di Stadion Etihad di Manchester, barat laut Inggris, pada 11 April 2023. Man City menang 4-0Oli SCARFF/AFP.

Menurut Tuchel, Bayern yang tampil lebih dominan dalam hal penguasaan bola di laga ini tidak pantas kalah. Mereka disebutnya sudah berusaha keras tetapi hasil akhir tak sesuai dengan kinerja di lapangan.

"Saya mencoba untuk tidak membiarkan pemain saya fokus pada hasil karena itu tidak menunjukkan keseluruhan dari pertandingan ini," kata Tuchel dikutip dari ESPN.

"Di babak kedua kami memiliki peluang untuk mengubah momentum sepenuhnya tetapi tidak mendapatkan hasil dari upaya tersebut."

Bek Bayern Munich asal Prancis Dayot Upamecano (kiri) bersaing dengan gelandang Manchester City asal Inggris Jack Grealish (kanan) selama leg pertama perempat final Liga Champions 2022-2023 antara Manchester City vs Bayern Munich di Stadion Etihad di Manchester, barat laut Inggris, pada 11 April 2023.Oli SCARFF/AFP
Bek Bayern Munich asal Prancis Dayot Upamecano (kiri) bersaing dengan gelandang Manchester City asal Inggris Jack Grealish (kanan) selama leg pertama perempat final Liga Champions 2022-2023 antara Manchester City vs Bayern Munich di Stadion Etihad di Manchester, barat laut Inggris, pada 11 April 2023.Oli SCARFF/AFP

"Reaksi [terhadap gol] sangat bagus, sebuah gol bisa memberi kami dorongan besar tetapi yang terjadi sebaliknya, sekarang semua orang kecewa dan para pemain merasa kami tidak pantas [kalah] 3-0."

Kekalahan 0-3 di Etihad membuat Bayern Munich berada dalam tekanan besar. Mereka harus tampil sesempurna mungkin dalam leg kedua di Allianz Arena jika ingin menjaga peluang membalikan keadaan.

"Ini adalah tugas besar untuk membalikkan keadaan dan kami tidak akan menyerah," tegas Tuchel.

Baca Juga: Pecat Nagelsmann Demi Thomas Tuchel, Bayern Munich Kini Hilang Treble

Lebih jauh, Tuchel menegaskan timnya tidak memiliki banyak kelemahan meski kalah telak di laga ini. Gol-gol The Citizen disebut murni dari upaya keras lawan meski dia tak menampik gol kedua tim Inggris itu lahir karena kesalahan Dayot Upamecano.

"Tidak ada kelemahan besar, kami kebobolan dari luar kotak penalti, ini bisa terjadi, gol kedua mengubah momentum," kata Tuchel.

"Itu adalah kesalahan individu dari pengambilan keputusan yang buruk [yang merugikan kami], pada level ini kami dihukum."

“Ini adalah level tertinggi di dunia sepak bola, tidak ada yang marah padanya [Upemacano] tapi ini adalah kesalahan yang seharusnya tidak terjadi di level ini."

"Tidak ada hal besar yang perlu diubah, tetapi Anda juga membutuhkan keberuntungan dan momentum untuk mengalahkan City, kami tidak mendapat imbalan saat kami tampil bagus."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI