Kurnia Sandy: Kiper Indonesia Pertama di Serie A, Gagal Debut karena PSSI

Arief Apriadi

Selasa, 23 Juli 2024 | 10:00 WIB
Kurnia Sandy: Kiper Indonesia Pertama di Serie A, Gagal Debut karena PSSI
Kiper legendaris Timnas Indonesia, Kurnia Sandy saat mengikuti sesi foto tim Sampdoria 1996-1997. [Dok. Instagram/@ksandy01]

Suara.com - Jauh sebelum nama-nama seperti Ernando Ari Sutaryadi, Muhammad Riyandi hingga Nadeo Argawinata mengisi pos kiper Timnas Indonesia, terdapat sosok legendaris yang berada di bawah mistar gawang Garuda. Dia adalah Kurnia Sandy.

Nama Kurnia Sandy patut masuk dalam barisan pemain legendaris Timnas Indonesia. Selain terbukti menjadi kiper andalan tim Merah Putih pada periode 1990-an, dirinya juga jadi salah satu pembuka jalan bagi pesepak bola nasional untuk percaya diri bisa berkarier di luar negeri.

Kurnia Sandy merupakan kiper Indonesia pertama yang mampu berkarier di Serie A. Bahkan, sang kiper mengklaim dirinya merupakan penjaga gawang Asia pertama yang mampu membela klub kasta teratas Liga Italia itu.

Sandy lebih dulu menancapkan kaki di liga top Eropa bahkan sebelum kiper asal Asia lain seperti Ali Al Habsi (Bolton Wanderers dan Wigan Athletics) hingga kiper Filipina, Neil Etheridge (Cardiff City, Birmingham) membuat gebrakan besar itu.

Menyitat data Transfermarkt, Kurnia Sandy tercatat berseragam Sampdoria pada musim 1996-1997.

Itu merupakan buah kerja kerasnya setelah mengikuti program bernama PSSI Primavera pada awal 1990-an di Italia.

Sepak bola Indonesia patut berbangga saat melihat wajah Sandy berada satu frame dengan skuad Sampdoria asuhan pelatih Sven-Goran Eriksson.

Dalam foto skuad sebelum bergulirnya Serie A 1996-1997, Sandy berbaris bersama para pemain top dunia seperti Sinisa Mihajlovic, Juan Veron, Roberto Mancini, dan Vincenzo Montella.

Sebagai informasi, pencapaian Sandy dianggap begitu prestisius karena Liga Italia pada dekade 1990-an merupakan kiblat sepak bola Eropa dan bahkan dunia.

baca juga

Selain itu, Sampdoria juga berstatus tim raksasa yang mampu menjuarai Serie A pada musim 1990-1991.

Bersama Sampdoria, Sandy berstatus sebagai kiper ketiga. Menggunakan nomor punggung 26, dia menjadi pelapis dari Fabrizio Ferron dan Matteo Sereni.

Gagal Debut di Serie A

Kiper legendaris Timnas Indonesia, Kurnia Sandy. [Dok. Instagram/@ksandy01]
Kiper legendaris Timnas Indonesia, Kurnia Sandy. [Dok. Instagram/@ksandy01]

Meski hanya berstatus kiper cadangan, Kurnia Sandy sejatinya memiliki kesempatan untuk menjalani debut bersama Sampdoria di Serie A.

Kesempatan itu muncul setelah dua kiper tim berjuluk Il Samp Fabrizio Ferron dan Matteo Sereni absen karena beberapa alasan.

Pelatih Sven-Goran Eriksson bahkan memberi tahu bahwa Kurnia Sandy akan masuk ke line-up pada laga pekan ke-20 Serie A kontra AS Roma pada 16 Februari 1996.

Namun, kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya dihadapan publik Italia bahkan dunia, pada akhirnya gagal terwujud.

Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) secara mengejutkan ternyata belum melengkapi dokumen International Transfer Certificate (ITC) milik Sandy.

Beberapa hari sebelum pertandingan, Kurnia Sandy masih berusaha untuk bisa melengkapi dokumen ITC yang kurang. Dia menghubungi PSSI tetapi tidak mendapat jawaban.

"Kalau diingat sedih juga ya, kesempatan sudah di depan mata. Bahkan pelatih saat itu sudah bilang ke saya bahwa saya masuk tim," kata Kurnia Sandy dikutip dari kanal YouTube Sport77.

"Hari Kamis pengurusnya nanya, surat-surat saya kok belum lengkap. Saya tidak tahu waktu itu soal administrasi. Saya bingung juga mau nanya ke siapa waktu itu."

"Saya coba telepon sekretarisnya pak Nirwan Bakrie yang ngurusin Primavera segala macam, tidak ada jawaban karena waktu itu bertepatan dengan Lebaran," tambahnya.

Kurnia Sandy pada akhirnya gagal menjalani debut. Pihak klub pun bersimpati dan menyadari betapa kecewanya pemain kelahiran Semarang 24 Agustus 1975 silam tersebut.

Bahkan, pelatih Sampdoria memberikan Sandy libur selama tiga hari pasca gagal debut karena ulah PSSI itu. Dia dianggap butuh ketenangan setelah peristiwa emosional yang menimpanya.

Meski hingga kontraknya berakhir tidak berhasil debut bersama tim senior Sampdoria, Kurnia Sandy mengaku mendapat banyak kesempatan di tim Primavera.

"Setelah itu saya diberi kesempatan di tim Primaveranya Sampdoria," kata Kurnia Sandy.

Lebih Dulu Geluti Musik Dibanding Sepak Bola

Kurnia Sandy. (Andri Irwanza Humardhani)
Kurnia Sandy. (Andri Irwanza Humardhani)

Meski telah mengukir namanya sebagai salah satu kiper legendaris Indonesia, Kurnia Sandy nyatanya tidak punya minat jadi pesepak bola di masa mudanya.

Saat muda, Kurnia Sandy nyatanya lebih dulu menggeluti dunia musik. Hal itu terjadi karena orang tuanya meminta dia menemani kakak perempuannya les piano.

"Kakak saya itu anak perempuan satu-satunya dalam keluarga. Oleh orangtua, saya ditugaskan menemaninya kursus piano," ujar Sandy bercerita dikutip dari kanal YouTube Liga TopSkor.

Meski lebih dulu menggeluti musik, Sandy pada akhirnya tertarik bermain sepak bola karena ajakan kedua kakak laki-lakinya.

Dia bergabung dengan SSB Tugu Muda Semarang sebelum pindah ke klub SSS yang tampil di turnamen internal klub PSIS Semarang.

Sandy pada awalnya bermain sebagai winger, tetapi atas rekomendasi sang kakak, dia diminta untuk menjadi penjaga gawang. Sejak saat itulah kariernya sebagai kiper terus berlanjut.

Masa SMA yang dijalani Sandy terbilang unik. Setiap tahun, dia berganti sekolah demi menggapai cita-citanya sebagai pesepak bola.

Sandy mengawali SMA di Semarang, sebelum setahun kemudian pindah ke Diklat Salatiga. Setahun berselang alias saat duduk di kelas tiga SMA, dia dilirik pemandu bakat Diklat Ragunan, Jakarta usai tampil bagus di Kejuaraan Nasional.

Bersama Diklat Ragunan, karier Sandy kian melesat. Dia terpilih menjadi salah satu pemain yang ikut program PSSI Primavera untuk menimba ilmu di Italia pada 1993.

Di sana lah dia pada akhirnya mendapat kesempatan dikontrak tim papan atas Serie A Italia saat itu, Sampdoria.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil dan Agama Jens Raven, Sosok Striker Tinggi Bintang Muda Timnas U-19 Tuai Perhatian

Profil dan Agama Jens Raven, Sosok Striker Tinggi Bintang Muda Timnas U-19 Tuai Perhatian

Bola | Senin, 22 Juli 2024 | 12:26 WIB

STY Lirik Dong! Elkan Baggott Tampil 'Gila' Jadi Pemain Pengganti Bek Inggris, Ipswich Town Jadi Kebal Serangan

STY Lirik Dong! Elkan Baggott Tampil 'Gila' Jadi Pemain Pengganti Bek Inggris, Ipswich Town Jadi Kebal Serangan

Bola | Senin, 22 Juli 2024 | 11:03 WIB

Maarten Paes Geser Yah, Shin Tae-yong Nih Ada Kiper Keturunan Rp 5,2 Miliar di Liga Jerman Bisa Dinaturalisasi

Maarten Paes Geser Yah, Shin Tae-yong Nih Ada Kiper Keturunan Rp 5,2 Miliar di Liga Jerman Bisa Dinaturalisasi

Bola | Senin, 22 Juli 2024 | 09:44 WIB

Sabar atau Disyukuri Saja? Jay Idzes Bongkar Efek Samping Tak Terduga Setelah Tenar Jadi Pemain Timnas Indonesia

Sabar atau Disyukuri Saja? Jay Idzes Bongkar Efek Samping Tak Terduga Setelah Tenar Jadi Pemain Timnas Indonesia

Bola | Senin, 22 Juli 2024 | 08:24 WIB

3 Kiper Pendek Timnas Indonesia tapi Jago Penampilannya, Tak Hanya Ernando Ari

3 Kiper Pendek Timnas Indonesia tapi Jago Penampilannya, Tak Hanya Ernando Ari

Bola | Senin, 22 Juli 2024 | 09:00 WIB

Siap-siap Bantai Lagi! 3 Lawan Terberat Timnas Indonesia Jika Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2024

Siap-siap Bantai Lagi! 3 Lawan Terberat Timnas Indonesia Jika Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2024

Bola | Senin, 22 Juli 2024 | 07:38 WIB

Jawaban Resmi! Alasan Legenda Timnas Indonesia Cristian Gonzales Mau Jual Rumah di Surabaya

Jawaban Resmi! Alasan Legenda Timnas Indonesia Cristian Gonzales Mau Jual Rumah di Surabaya

Bola | Senin, 22 Juli 2024 | 07:26 WIB

Biodata Cristian Gonzales, Legenda Timnas Indonesia yang Mendadak Jual Rumah

Biodata Cristian Gonzales, Legenda Timnas Indonesia yang Mendadak Jual Rumah

Bola | Minggu, 21 Juli 2024 | 23:00 WIB

Kabar Abroad: Elkan Baggott dan Nathan Tjoe-A-On Dimainkan, Jay Idzes Rasakan Kehebatan Tim Serie A

Kabar Abroad: Elkan Baggott dan Nathan Tjoe-A-On Dimainkan, Jay Idzes Rasakan Kehebatan Tim Serie A

Bola | Minggu, 21 Juli 2024 | 22:00 WIB

Terkini

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:44 WIB

×