Bandingkan Skandal Calciopoli Juventus, Sanksi 'Ringan' Kasus Suap PSS Sleman Dikritik Keras

Ronald Seger Prabowo

Senin, 12 Agustus 2024 | 14:24 WIB
Bandingkan Skandal Calciopoli Juventus, Sanksi 'Ringan' Kasus Suap PSS Sleman Dikritik Keras
Juventus musim 2006 dan PSS Sleman 2018 yang terjerat kasus suap sepak bola. [Suara.com/dok]

Suara.com - Pengamat sepak bola sekaligus koordinator Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali mengritik keras sanksi yang diberikan Komdis PSSI kepada PSS Sleman atas kasus suap.

Tim Super Elang Jawa mendapatkan sanksi dari Komdis PSSI berupa pengurangan tiga poin dan denda Rp150 juta di musim ini.

Sanksi ini akibat kasus suap yang terjadi di Liga 2 2018 lalu.

"Saya rasa ini putusan yang aneh ya. Apalagi secara hukum kasus ini sudah de facto di lapangan. Sudah ada penangkapan lebih dari tujuh orang," kata Akmal Marhali saat dihubungi Suara.com, Senin (12/8/2024).

Menurutnya, putusan tersebut menyalahi regulasi dan kode disiplin PSSI. Akmal menyebut, di Pasal 64 Ayat 5 Kode Disiplin PSSI, hukuman terhadap tim yang melakukan pengaturan skor secara sistematis adalah degradasi.

Akmal memberikan gambaran kasus serupa yang dilakukan raksasa Serie A Juventus dalam skandal yang dikenal juga dengan nama Calciopoli.

Kasus tersebut pertama kali bergulir ketika polisi dan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) melakukan investigasi terhadap hasil pertandingan di Serie A musim 2004-2005 dan 2005-2006.

Polisi dan FIGC mencurigai adanya kecurangan pada pertandingan yang melibatkan Juventus.

I Bianconeri mendapatkan hukuman berat dari FIGC berupa degradasi ke Serie B, pengurangan poin hingga 30, dan titel juara musim 2004-2005 dan 2005-2006 dilucuti.

baca juga

"Hukuman yang seharusnya diberikan adalah, pertama degeradasi yang kedua adalah dicabut gelar yang diraih. Kasus itu (PSS Sleman) kan sama seperti Calciopoli yang melibaskan Juventus," tegasnya.

"Jadi saya mempertanyakan dasar hukum apa yang digunakan Komdis PSSI hanya memberikan hukuman pengurangan tiga poin," tambahnya.

Dengan keluarnya sanksi itu, Akmal menilai hukuman tersebut tidak akan memberikan efek jera bagi klub-klub lain.

"Hanya pengurangan tiga poin ini apa tidak menyakiti sportivitas dan fair play?. (Hukuman) ini bahasanya seperti menzalimi kode disiplin yang dibuat sendiri gitu kan," kata Akmal Marhali.

Sementara hingga berita ini diunggah, belum ada keterangan maupun tanggapan dari PSS Sleman soal sanksi tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PSS Sleman Disanksi Komdis PSSI, Ini Klasemen 'Aneh' BRI Liga 1 2024/2025

PSS Sleman Disanksi Komdis PSSI, Ini Klasemen 'Aneh' BRI Liga 1 2024/2025

Bola | Senin, 12 Agustus 2024 | 13:25 WIB

BREAKING NEWS! Liga 1 Baru Mulai, PSS Sleman Sudah Disanksi Pengurangan 3 Poin, Ini Penyebabnya

BREAKING NEWS! Liga 1 Baru Mulai, PSS Sleman Sudah Disanksi Pengurangan 3 Poin, Ini Penyebabnya

Bola | Senin, 12 Agustus 2024 | 12:48 WIB

BRI Liga 1: Persebaya Surabaya Bekuk PSS Sleman, Paul Munster Bongkar Dampaknya

BRI Liga 1: Persebaya Surabaya Bekuk PSS Sleman, Paul Munster Bongkar Dampaknya

Your Say | Senin, 12 Agustus 2024 | 12:07 WIB

Terkini

Resmi Gabung Persija Jakarta, Aqil Savik: Tujuan yang Tepat!

Resmi Gabung Persija Jakarta, Aqil Savik: Tujuan yang Tepat!

Bola | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:14 WIB

Maxwell Resmi Tinggalkan Indonesia, Eks Striker Persija Tidak Gabung Persib Bandung

Maxwell Resmi Tinggalkan Indonesia, Eks Striker Persija Tidak Gabung Persib Bandung

Bola | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:05 WIB

Jurgen Klopp Buka Peluang Latih Timnas Jerman

Jurgen Klopp Buka Peluang Latih Timnas Jerman

Bola | Selasa, 30 Juni 2026 | 17:21 WIB

Data dan Fakta usai Brasil Hajar Jepang: Rekor Casemiro hingga Kutukan Samurai Biru

Data dan Fakta usai Brasil Hajar Jepang: Rekor Casemiro hingga Kutukan Samurai Biru

Bola | Selasa, 30 Juni 2026 | 16:05 WIB

Marcos Llorente Bongkar Cara Spanyol Kalahkan Austria: Kasih Saja Bola ke Lamine Yamal

Marcos Llorente Bongkar Cara Spanyol Kalahkan Austria: Kasih Saja Bola ke Lamine Yamal

Bola | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:02 WIB

Magis Carlo Ancelotti! Ketenangannya Selamatkan Brasil dari Aib Terburuk di Piala Dunia 2026

Magis Carlo Ancelotti! Ketenangannya Selamatkan Brasil dari Aib Terburuk di Piala Dunia 2026

Bola | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:45 WIB

Julian Nagelsmann Nilai Timnas Jerman Bukan Lagi Tim Elite Dunia Usai Gugur di Piala Dunia 2026

Julian Nagelsmann Nilai Timnas Jerman Bukan Lagi Tim Elite Dunia Usai Gugur di Piala Dunia 2026

Bola | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:07 WIB

Noussair Mazraoui Sesumbar usai Depak Belanda: Maroko Kini Sejajar dengan Tim Elit Dunia

Noussair Mazraoui Sesumbar usai Depak Belanda: Maroko Kini Sejajar dengan Tim Elit Dunia

Bola | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:01 WIB

Hajime Moriyasu Menilai Jarak Kualitas Jepang dan Brasil Kini Semakin Menipis

Hajime Moriyasu Menilai Jarak Kualitas Jepang dan Brasil Kini Semakin Menipis

Bola | Selasa, 30 Juni 2026 | 12:52 WIB

Eksperimen Gagal Ronald Koeman! Belanda Dihajar Maroko saat Pakai 5 Bek Lagi Setelah 2 Tahun

Eksperimen Gagal Ronald Koeman! Belanda Dihajar Maroko saat Pakai 5 Bek Lagi Setelah 2 Tahun

Bola | Selasa, 30 Juni 2026 | 12:51 WIB

×