- Sekretaris Dewan Pembina PSI Grace Natalie mengajak publik menghormati pergantian kepemimpinan Bank Indonesia pada 12 Agustus 2026.
- Grace Natalie menyatakan bahwa proses transisi kepemimpinan harus berjalan sesuai konstitusi demi menjaga kredibilitas dan kepercayaan pasar.
- Independensi Bank Indonesia dan sinergi dengan pemerintah diperlukan untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global serta mendorong pertumbuhan.
Suara.com - Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie mengajak seluruh pihak menghormati proses pergantian kepemimpinan Bank Indonesia (BI) dan memberikan ruang bagi DPR untuk menjalankan proses sesuai konstitusi dan ketentuan perundang-undangan.
“Pasar sudah memberikan sinyal awal kepercayaan terhadap proses transisi ini. Sekarang tugas kita bersama memastikan kepercayaan tersebut dijawab dengan proses yang konstitusional dan jaminan bahwa independensi Bank Indonesia tetap menjadi prinsip yang tidak dapat ditawar,” ujar Grace, Rabu (12/8/2026).
Menurut Grace, kepastian dan kredibilitas dalam proses transisi sangat penting untuk menjaga kepercayaan investor, pelaku usaha, dan masyarakat.
Terlebih di tengah ketidakpastian ekonomi global, Indonesia membutuhkan bank sentral yang kuat, kredibel, dan independen.
“Sinergi BI dengan pemerintah penting untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun sinergi tidak boleh dimaknai sebagai subordinasi. Bank Indonesia harus tetap independen dalam menjalankan mandat dan mengambil keputusan moneternya,” tegas Grace.
Grace meyakini proses transisi yang baik dan kepemimpinan yang kredibel akan memperkuat kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia.
“Yang harus kita jaga bukan hanya siapa yang memimpin BI, tetapi kekuatan institusinya. Kepemimpinan boleh berganti, tetapi independensi, kredibilitas, dan kepercayaan terhadap Bank Indonesia harus tetap terjaga,” tambah Grace.