Pemain Keturunan Jago Duel Udara Eligible Naturalisasi, Cocok Jadi Pendamping Thom Haye dan Jay Idzes

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 01 Oktober 2024 | 10:38 WIB
Pemain Keturunan Jago Duel Udara Eligible Naturalisasi, Cocok Jadi Pendamping Thom Haye dan Jay Idzes
Pascal Struijk dan Thom Haye (kolase Suara.com)

Suara.com - Mengupas kelebihan dan kekurangan Pascal Struijk, bek milik Leeds United yang namanya disebut Yussa Nugraha bisa didekati PSSI untuk membela Timnas Indonesia. Pemain jago dalam duel udara dan eksekusi bola mati. Eligible untuk dinaturalisasi Timnas Indonesia

YouTuber yang mengupas pemain diaspora atau keturunan, Yussa Nugraha, belum lama ini membahas soal Pascal Struijk dalam video terbarunya soal pemain yang sedang dinegosiasikan.

Menurut Yussa, bek berusia 25 tahun itu punya kualitas mumpuni setara Mees Hilgers dan bisa bermain sebagai gelandang bertahan.

Karena kemampuannya itu, Yussa beranggapan jika PSSI bisa membuka komunikasi dengan pihak Pascal Struijk, maka ada kemungkinan ia mau membela Timnas Indonesia.

“Nah aku pikir jika Pak Erick Thohir dan juga PSSI bisa komunikasi dengan baik bersama Pascal Struijk, menurutku dia bisa jadi pemain sangat penting untuk Timnas Indonesia,” kata Yussa.

Komunikasi dengan baik ini harus dilakukan PSSI, mengingat dirinya dikabarkan masih menunggu panggilan Belanda yang menjadi pilihan utamanya di level internasional.

Jika Pascal Struijk bisa dinaturalisasi, menarik untuk mengupas kelebihan dan kekurangannya yang bisa menguntungkan ataupun merugikan Timnas Indonesia.

Kolase Pascal Struijk dengan Mees Hilgers. (Instagram/pascalstruijk/meeshilgerss)
Kolase Pascal Struijk dengan Mees Hilgers. (Instagram/pascalstruijk/meeshilgerss)

Kira-kira, apa saja kelebihan dan kekurangan Pascal Struijk, terutama di lapangan hijau? Berikut ulasannya.

Kelebihan Pascal Struijk

baca juga

Salah satu kelebihan yang dimiliki Pascal Struijk adalah versatilitasnya, di mana ia bisa bermain sebagai bek tengah maupun gelandang bertahan.

Dengan postur menjulang, yakni 190 cm, Pascal Struijk terbilang andal dalam duel-duel udara.

Terbukti, ia rata-rata memenangkan 2,32 duel udara per 90 menit seperti yang dikutip dari FBref.

Kelebihan itu membuatnya menjadi pemain yang berbahaya saat situasi bola mati, terutama saat menyerang ke area lawan.

Thom Haye (Tengah) Saat Membela Timnas Indonesia. (instagram.com/thomhaye)
Thom Haye (Tengah) Saat Membela Timnas Indonesia. (instagram.com/thomhaye)

Bahkan saat Pascal Struijk dimainkan sebagai gelandang bertahan, ia punya kelebihan dalam mengatur permainan dan mendistribusikan bola atau menjadi Deep-Lying Playmaker.

Dilansir dari sumber yang sama, Pascal Struijk rata-rata melepaskan 88,53 operan per laga dengan akurasi sebesar 90,3 persen per 90 menit.

Bahkan Pascal Struijk mampu melepaskan 6,45 operan progresif atau operan ke area lawan per 90 menit, yang membuatnya kerap melepaskan umpan terobosan untuk lini serang.

Keunggulan ini membuat Pascal Struijk bisa penyeimbang lini tengah Timnas Indonesia, di mana ia bisa memfasilitasi Thom Haye untuk bermain agak ke depan dan fokus mengkreasikan peluang.

Kekurangan Pascal Struijk

Meski punya catatan apik sebagai gelandang bertahan dan dalam duel udara, Pascal Struijk ternyata memiliki kelemahan-kelemahan tertentu saat bertahan.

Dilansir dari sumber yang sama, Pascal Struijk terbilang pasif dalam melakukan aksi bertahan jika dibandingkan dengan bek-bek lainnya.

Tercatat, Pascal Struijk rata-rata hanya membuat 1,37 tekel, lalu 1,28 intersep, membuat 1,04 blok, dan membuat 3,7 sapuan per 90 menit.

Sebagai perbandingan, Jay Idzes punya aksi bertahan lebih mumpuni dengan membuat 2,03 tekel, lalu 1,11 intersep, membuat 1,78 blok, dan 3,99 sapuan per 90 menit.

(Felix Indra Jaya)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wasit Asal Oman Pimpin Laga Bahrain vs Timnas Indonesia, AFC Dinilai Curang!

Wasit Asal Oman Pimpin Laga Bahrain vs Timnas Indonesia, AFC Dinilai Curang!

Bola | Selasa, 01 Oktober 2024 | 10:14 WIB

Mees Hilgers Resmi Menjadi WNI, Jordi Amat Diprediksi Absen dari Timnas

Mees Hilgers Resmi Menjadi WNI, Jordi Amat Diprediksi Absen dari Timnas

Your Say | Selasa, 01 Oktober 2024 | 09:32 WIB

Mees Hilgers dan Eliano Reijnders Resmi Jadi WNI, Debut Oktober Terwujud?

Mees Hilgers dan Eliano Reijnders Resmi Jadi WNI, Debut Oktober Terwujud?

Your Say | Selasa, 01 Oktober 2024 | 10:00 WIB

Terkini

Detik-detik Kapolsek dan Danramil Cicalengka Dipukuli Peserta Karnaval, Pelaku Ditangkap

Detik-detik Kapolsek dan Danramil Cicalengka Dipukuli Peserta Karnaval, Pelaku Ditangkap

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:50 WIB

Perpres Ojol Masuk Tahap Finalisasi, DPR dan Pemerintah Masih Berkoordinasi

Perpres Ojol Masuk Tahap Finalisasi, DPR dan Pemerintah Masih Berkoordinasi

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:49 WIB

56 Ribu Anak Sleman Diskrining Kesehatan: Hipertensi, Prediabetes hingga Depresi Berat Ditemukan

56 Ribu Anak Sleman Diskrining Kesehatan: Hipertensi, Prediabetes hingga Depresi Berat Ditemukan

Jogja | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:48 WIB

Gejolak Aceh-Papua Dinilai Bukan Kebetulan, Negara Disebut Gagal Pahami Akar Masalah

Gejolak Aceh-Papua Dinilai Bukan Kebetulan, Negara Disebut Gagal Pahami Akar Masalah

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:42 WIB

Gus Yaqut Bantah Rugikan Negara! Kebijakan Kouta Haji Diklaim Jadi Penyelamat Fiskal

Gus Yaqut Bantah Rugikan Negara! Kebijakan Kouta Haji Diklaim Jadi Penyelamat Fiskal

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:42 WIB

DPR Setuju Bahas RAPBN 2027, Anggaran MBG Jadi Sorotan

DPR Setuju Bahas RAPBN 2027, Anggaran MBG Jadi Sorotan

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:40 WIB

Pascagempa, Sejumlah Bandara di Flores Masih Batalkan Penerbangan

Pascagempa, Sejumlah Bandara di Flores Masih Batalkan Penerbangan

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:39 WIB

Pulihkan Psikologis Warga Gempa NTT, Polda Jateng Berangkatkan Tim Trauma Healing

Pulihkan Psikologis Warga Gempa NTT, Polda Jateng Berangkatkan Tim Trauma Healing

Jawa Tengah | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:39 WIB

Thailand Diteror Penembakan Massal, Kanapa Ini Bisa Terjadi dan Apa Akar Masalahnya?

Thailand Diteror Penembakan Massal, Kanapa Ini Bisa Terjadi dan Apa Akar Masalahnya?

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:39 WIB

20 Tahun LPDB Koperasi, Rp22,13 Triliun Dana Bergulir Disalurkan ke Koperasi di 36 Provinsi

20 Tahun LPDB Koperasi, Rp22,13 Triliun Dana Bergulir Disalurkan ke Koperasi di 36 Provinsi

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:38 WIB

×