Simon Tahamata: Orang Maluku Berkorban Nyawa untuk Belanda tapi Dikhianati

Galih Prasetyo

Jum'at, 31 Januari 2025 | 21:58 WIB
Simon Tahamata: Orang Maluku Berkorban Nyawa untuk Belanda tapi Dikhianati
Simon Tahamata eks Ajax dirumorkan jadi Dirtek Timnas Indonesia [Instagram Simon Tahamata]

Suara.com - Nama legenda Ajax Simon Tahamata digadang-gadang bakal menjadi Dirtek Timnas Indonesia. Simon bukan sosok sembarangan di sepak bola Belanda. Ia berstatus pemain besar.

Fakta lain soal Simon Tahamata ialah ia memiliki darah Maluku. Diakui oleh Simon, sang ayah ialah seorang prajurit KNIL dan punya nama Lambert Tahamata dan ibunya bernama Octovina Leatemia.

"Ayah saya Lambert adalah prajurit KNIL. Lelaki yang sangat tegas. Ibu saya adalah seorang wanita yang sangat manis. Ia mesin keluarga. Ada 12 anak di rumah kami," ujar Simon Tahamata seperti dikutip dari AD.NL.

Simon lahir barak Kamp Vught. Untuk informasi di era 1950-an, sejumlah orang Maluku memilih bermigrasi ke Belanda. Hal ini tak lepas dari gejolak politik terkait pendirian Republik Maluku Selatan atau RMS oleh Soumokil, eks jaksa agung Negara Indonesia Timur (NIT).

Kamp Vught dibuka oleh pemerintah Belanda untuk menampung orang-orang Maluku atau mereka yang berstatus keluarga KNIL.

Simon Tahamata eks pemain Ajax yang dirumorkan jadi Dirtek Timnas Indonesia [Instagram Simon Tahamata]
Simon Tahamata eks pemain Ajax yang dirumorkan jadi Dirtek Timnas Indonesia [Instagram Simon Tahamata]

"Saya lahir di barak Vught. Ketika saya 5 tahun, keluargaku pindah ke kawasan Tiel, Diderik Vijghstraat, yang waktu itu merupakan pinggir desa," sambung Simon.

Orang-orang Maluku yang pindah ke Belanda ini kemudian terus memperjuangkan eksistensi RMS di pengasingan. Simon mengakui bahwa ia mulai bersimpatik pada gerakan itu di usianya 19 tahun.

"Saya harus tunjukkan latar belakang Maluku saya pada 1977. Sebelumnya banyak orang mengira saya orang Suriname," ungkapnya.

"Saya katakan bahwa saya bersimpati terhadap perjuangan orang Maluku. Saya merasa saya harus bersuara," sambungnya.

baca juga

Menariknya, Simon Tahamata juga sempat mengutarakan kritik pedas kepada pemerintah Belanda. Menurutnya, pemerintah Belanda mengabaikan orang-orang Maluku padahal mereka sudah berkorban nyawa untuk Merah Putih Biru.

"Bagaimana pemerintah Belanda memperlakukan ayah kami. Orang-orang itu berjuang demi bendera Belanda, banyak yang berkorban nyawa, tapi kemudian kami dikhianati," kata Simon seperti dilansir dari vanderleymedia.nl

Pernyataan Simon terkait insiden pembajakan kereta api di Belanda 1977 yang dilakukan oleh 9 pemuda Maluku. Menurut Simon, aksi pada 1977 itu ialah bentuk protes kepada Belanda.

"Tidak ada seorang pun yang peduli pada penderitaan kami. Apa yang dilakukan pemuda itu di kereta api ialah bentuk teriakan untuk minta perhatian. Untuk pengakuan. Dan sejujurnya, saya bisa saja menjadi salah satu pembajak itu," kata Simon.

Simon Tahamata sendiri baru memiliki kewarganegaraan Belanda pada 1976. Status itu juga diberikan pemerintah Belanda kepada keluarga Simon. Dikatakan Simon bahwa sejak datang ke Belanda pada 1951, orang-orang Maluku tidak memiliki kewarganegaraan.

Simon Tahamata adalah salah satu legenda sepak bola Belanda. Selama 17 tahun (1979–1996), ia menjadi bagian dari Timnas Belanda, tampil di ajang internasional dengan prestasi yang membanggakan. Di level klub, ia membela tim-tim elite Eropa seperti Ajax Amsterdam dan Feyenoord Rotterdam.

Kemampuannya sebagai pemain sayap atau gelandang menyerang membuatnya dihormati di dunia sepak bola Eropa.

Setelah pensiun sebagai pemain, Simon beralih ke dunia kepelatihan dengan fokus pada pembinaan pemain muda. Pengalamannya meliputi Pelatih akademi Ajax Amsterdam, Standard Liege (Belgia), dan Germinal Beerschot.

Dia juga menjadi pelatih kelompok usia U-10 hingga U-15 di klub Al Ahli (2009–2014) dan turut mendirikan Simon Tahamata Soccer Academy (2014) sambil tetap berkontribusi di akademi Ajax.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jason Yeo Kiper Berdarah Riau di Jerman Punya 'Hubungan' dengan Shin Tae-yong

Jason Yeo Kiper Berdarah Riau di Jerman Punya 'Hubungan' dengan Shin Tae-yong

Bola | Jum'at, 31 Januari 2025 | 20:45 WIB

Proses Naturalisasi Jairo Riedewald Ada Masalah

Proses Naturalisasi Jairo Riedewald Ada Masalah

Bola | Jum'at, 31 Januari 2025 | 19:42 WIB

Siapa Million Manhoef? Wiger 1,8 Meter Keturunan Jawa Mesin Gol Timnas Belanda Junior, Klop Duet dengan Marselino

Siapa Million Manhoef? Wiger 1,8 Meter Keturunan Jawa Mesin Gol Timnas Belanda Junior, Klop Duet dengan Marselino

Bola | Jum'at, 31 Januari 2025 | 19:19 WIB

3 Dampak Positif jika Arkhan Kaka Gabung Klub Liga Denmark Nordsjaelland

3 Dampak Positif jika Arkhan Kaka Gabung Klub Liga Denmark Nordsjaelland

Bola | Jum'at, 31 Januari 2025 | 20:25 WIB

Alex Pastoor: Yang Penting Menang Meski Mainkan Formasi 9-0-1

Alex Pastoor: Yang Penting Menang Meski Mainkan Formasi 9-0-1

Bola | Jum'at, 31 Januari 2025 | 19:00 WIB

Terkini

Suara Demokrasi Menggema Tanpa Merusak Fasilitas, Pramono Bersyukur Bundaran HI Tetap Aman

Suara Demokrasi Menggema Tanpa Merusak Fasilitas, Pramono Bersyukur Bundaran HI Tetap Aman

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Wanderers: Perjalanan Panjang Manusia Menaklukkan Jarak dan Waktu

Wanderers: Perjalanan Panjang Manusia Menaklukkan Jarak dan Waktu

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Bedah 18 Ribu Hektare Jalur Air, Skema Canggih BBWS Redam Banjir Kronis di Bandar Lampung

Bedah 18 Ribu Hektare Jalur Air, Skema Canggih BBWS Redam Banjir Kronis di Bandar Lampung

Lampung | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:56 WIB

4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi

4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:55 WIB

Tetsuya Chiba, Kreator Ashita no Joe, Meninggal Dunia pada Usia 87 Tahun

Tetsuya Chiba, Kreator Ashita no Joe, Meninggal Dunia pada Usia 87 Tahun

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:50 WIB

Cerita Penumpang Detik-detik Kecelakaan Kereta Cepat Spanyol hingga Tewaskan 68 Orang

Cerita Penumpang Detik-detik Kecelakaan Kereta Cepat Spanyol hingga Tewaskan 68 Orang

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:48 WIB

Setahun Tak Berfungsi, Eskalator Sky Bridge Stasiun Bojonggede Dikasih Karangan Bunga

Setahun Tak Berfungsi, Eskalator Sky Bridge Stasiun Bojonggede Dikasih Karangan Bunga

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:47 WIB

Gantikan Alan Ritchson, Keanu Reeves Bintangi Film Aksi Netflix Maelstrom

Gantikan Alan Ritchson, Keanu Reeves Bintangi Film Aksi Netflix Maelstrom

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Perbedaan Gula, Stevia, dan Pemanis Buatan: Mana yang Paling Aman Dikonsumsi?

Perbedaan Gula, Stevia, dan Pemanis Buatan: Mana yang Paling Aman Dikonsumsi?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:44 WIB

Bulog Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus & Perkuat Pengawasan Nasional

Bulog Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus & Perkuat Pengawasan Nasional

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:39 WIB

×