Sepak Bola Indonesia Suram (Lagi): 4 Kerusuhan Pecah dalam Sepekan!

Ronald Seger Prabowo

Rabu, 19 Februari 2025 | 15:28 WIB
Sepak Bola Indonesia Suram (Lagi): 4 Kerusuhan Pecah dalam Sepekan!
Kerusuhan pecah dalam laga Persela Lamongan vs Persijap Jepara di Stadion Tuban Sport Center, Selasa (18/2/2025), [Twitter @idextratime]

Suara.com - Masa suram kembali menghantui sepak bola Indonesia akibat kerusuhan suporter.

Tercatat empat kerusuhan besar pecah dalam sepekan terakhir. Kerusuhan itu datang dari kompetisi Liga 2, Liga Nusantara hingga Liga 4.

Kondisi itu tentu saja mengkhawatirkan bagi sepak bola Indonesia yang masih dalam pengawasan FIFA, setelah tragedi Stadion Kanjuruhan.

Kerusuhan pertama pecah saat PPSM Magelang menjamu Persibat Batang dalam lanjutan babak 8 besar di Liga 4 Jawa Tengah 2025, Rabu (12/2/2025) sore.

Dalam laga di Stadion Moch. Soebroto, terlihat beberapa pemain diduga melakukan aksi kekerasan, yang semakin memperkeruh suasana hingga merembet ke tribun penonton.

Puluhan oknum suporter ini tidak puas dengan keputusan wasit mulai berteriak dan turun ke lapangan, membuat situasi semakin tidak terkendali. PPSM pun dihukum berat dengan didiskualifikasi dari kompetisi.

Kerusuhan juga pecah setelah laga Persekabpas Pasuruan melawan Tornado FC dalam babak 6 Besar Liga Nusantara di Stadion R Soedarsono, Bangil, Kamis (13/2/2025).

Diduga tak terima kekalahan 1-2 dari tim tamu, pemain dan suporter Persekabpas mengejar pemain Tornado FC setelah wasit meniup peluit panjang.

Bahkan dari video yang diunggah akun Instagram @nusaliga, terlihat suporter masuk ke lapangan dengan membawa benda-benda seperti kayu.

baca juga

Lalu di hari yang sama, kerusuhan juga pecah usai laga Persipa Pati menjamu Persipura Jayapura dalam play-off degradasi Liga 2 di Stadion Joyokusumo.

Suporter tuan rumah mengamuk dan merusak sejumlah fasilitas stadion setelah timnya kalah 1-2 dari Mutiara Hitam.

Terbaru, kerusuhan pecah di laga Persela Lamongan melawan Persijap Jepara di Stadion Tuban Sport Center, Selasa (18/2/2025).

Kericuhan diduga terjadi karena suporter Persela tidak puas dengan kepemimpinan wasit yang memberikan kartu merah untuk timnya pada menit ke-20.

Para suporter kemudian sempat memecahkan kaca dan merusak pintu fasilitas stadion, bahkan membakar gawang lapangan Stadion Bumi Wali.

Presiden Persela Lamongan, Fariz Julinar Maurisal, menegaskan bahwa pihaknya siap bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut.

"Pastinya kita akan bertanggung jawab," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belum Puas Cuma Promosi Ke Liga 1, Bhayangkara FC Bidik Gelar Juara

Belum Puas Cuma Promosi Ke Liga 1, Bhayangkara FC Bidik Gelar Juara

Bola | Rabu, 19 Februari 2025 | 07:05 WIB

Kembali ke Liga 1, Bhayangkara FC Berpeluang Datangkan Bekas Anak Asuh Shin Tae-yong

Kembali ke Liga 1, Bhayangkara FC Berpeluang Datangkan Bekas Anak Asuh Shin Tae-yong

Bola | Rabu, 19 Februari 2025 | 06:25 WIB

PSIM Yogyakarta Promosi, PSS Sleman Berjuang Keluar dari Zona Merah Liga 1

PSIM Yogyakarta Promosi, PSS Sleman Berjuang Keluar dari Zona Merah Liga 1

Your Say | Selasa, 18 Februari 2025 | 13:01 WIB

Terkini

Enam Golongan Baru KLG Berlaku 2027, Bersamaan dengan Penyesuaian Tarif Transportasi Jakarta

Enam Golongan Baru KLG Berlaku 2027, Bersamaan dengan Penyesuaian Tarif Transportasi Jakarta

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:31 WIB

We Are Aliens Raih Grand Prize di OIAF, Kadowaki Jadi Sutradara Termuda

We Are Aliens Raih Grand Prize di OIAF, Kadowaki Jadi Sutradara Termuda

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:30 WIB

PANDI Inisiasi Pusat Respons Insiden AI SIRT dan Pengukuran Reputasi Web

PANDI Inisiasi Pusat Respons Insiden AI SIRT dan Pengukuran Reputasi Web

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:11 WIB

Bukan Sekadar Urusan Label, Ini Pentingnya Sertifikasi Halal Bagi UMK

Bukan Sekadar Urusan Label, Ini Pentingnya Sertifikasi Halal Bagi UMK

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Review My Chef in Crime: Ketika Dapur Menjadi Ruang Forensik Misteri

Review My Chef in Crime: Ketika Dapur Menjadi Ruang Forensik Misteri

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Anggota DPRD Madina Ditikam Usai Reses, Pelaku Ditangkap

Anggota DPRD Madina Ditikam Usai Reses, Pelaku Ditangkap

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:50 WIB

KKP Sebut Nilai Jual Ikan di Lampung Selatan Naik 20 Kali Lipat, Ini Penyebabnya

KKP Sebut Nilai Jual Ikan di Lampung Selatan Naik 20 Kali Lipat, Ini Penyebabnya

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:50 WIB

5 Skin Tint Ringan Sesuai Review Pengguna: Nyaman Dipakai Seharian, Mulai Rp49 Ribuan

5 Skin Tint Ringan Sesuai Review Pengguna: Nyaman Dipakai Seharian, Mulai Rp49 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:45 WIB

Urutan Zodiak dari yang Paling Jutek dan Galak sampai yang Paling Ramah

Urutan Zodiak dari yang Paling Jutek dan Galak sampai yang Paling Ramah

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:35 WIB

The Blue Road Tayang 20 November, Son Suk Ku dan Nagayama Eita Jadi Detektif

The Blue Road Tayang 20 November, Son Suk Ku dan Nagayama Eita Jadi Detektif

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:30 WIB

×