Rawan Kecelakaan, Kondisi Bus Timnas Indonesia di Australia Miris, Lampu Cuma Hidup Sebelah

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 20 Maret 2025 | 06:08 WIB
Rawan Kecelakaan, Kondisi Bus Timnas Indonesia di Australia Miris, Lampu Cuma Hidup Sebelah
Rawan Kecelakaan, Bus Timnas Indonesia di Australia Miris, Lampu Cuma Hidup Sebelah

Suara.com - Timnas Indonesia kembali menghadapi tantangan non-teknis saat menjalani persiapan menghadapi Australia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026. Kali ini, bukan soal strategi atau performa pemain, melainkan fasilitas yang diberikan tuan rumah selama mereka berada di Sydney.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama adalah transportasi tim, khususnya bus yang digunakan oleh skuad Garuda selama di Australia.

Sorotan ini mencuat setelah akun Instagram @garudalegend mengunggah sebuah video yang memperlihatkan kondisi bus yang digunakan oleh Timnas Indonesia.

Dalam rekaman tersebut, bus tampak berukuran lebih kecil dibandingkan standar yang biasanya digunakan oleh tim nasional dalam ajang internasional.

Selain itu, yang paling mencolok adalah kondisi lampu utama bus yang hanya menyala di satu sisi, menimbulkan kekhawatiran terkait aspek keselamatan.

Video tersebut langsung memicu reaksi keras dari warganet.

Banyak yang mempertanyakan mengapa Timnas Indonesia tidak mendapatkan fasilitas yang lebih layak, terutama jika dibandingkan dengan fasilitas yang diberikan kepada Timnas Australia saat bertandang ke Indonesia.

Netizen menyoroti bahwa ketika Australia bermain di Indonesia, mereka mendapatkan bus mewah dengan desain khusus dan fasilitas yang lebih representatif.

Media Australia, The Sydney Morning Herald, membahas kebijakan PSSI yang begitu sering menaturalisasi pemain untuk memperkuat Timnas Indonesia. [Dok. IG Erspo]
Media Australia, The Sydney Morning Herald, membahas kebijakan PSSI yang begitu sering menaturalisasi pemain untuk memperkuat Timnas Indonesia. [Dok. IG Erspo]

"Bus yang ditumpangi skuad Timnas Indonesia selama di Australia. Terlihat kurang representatif, tidak terlalu besar dan terkesan terlalu sederhana untuk sekelas ajang Kualifikasi Piala Dunia. Bahkan terlihat lampu Utama bus hanya satu saja yang menyala," tulis akun @garudalegend.

baca juga

Sejumlah komentar yang beredar di media sosial mengungkapkan kekecewaan terhadap perlakuan yang diterima oleh Timnas Indonesia.

Beberapa netizen berpendapat bahwa ini merupakan bentuk tekanan psikologis dari tuan rumah untuk mengurangi kenyamanan dan fokus para pemain Garuda.

Salah satu komentar menyebutkan bahwa meskipun Australia dikenal sebagai negara dengan standar profesional tinggi, mereka tetap melakukan upaya untuk melemahkan mental lawan dengan cara-cara seperti ini.

"Seprofesional profesional nya Australia....mereka tetep ingin meneror psikis para punggawa timnas...dgn hospitality yg dikurangi....bus apa adanya salahsatu yg mencerminkan itu," komentar @cfs***.

Selain soal fasilitas transportasi, perhatian juga tertuju pada standar penyelenggaraan turnamen sekelas Kualifikasi Piala Dunia.

Seharusnya, setiap tim yang bertanding mendapatkan fasilitas yang sama baiknya, tanpa ada perbedaan mencolok antara tuan rumah dan tim tamu.

Kejadian ini pun memunculkan pertanyaan tentang bagaimana regulasi FIFA dalam memastikan semua peserta mendapatkan perlakuan yang adil.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak penyelenggara terkait kondisi bus yang digunakan oleh Timnas Indonesia.

Namun, kasus ini semakin memperkuat narasi bahwa dalam sepak bola internasional, faktor non-teknis juga dapat berpengaruh terhadap jalannya sebuah pertandingan.

Di sisi lain, Timnas Indonesia tetap berfokus untuk memberikan performa terbaik di lapangan.

Laga melawan Australia menjadi salah satu pertandingan krusial yang akan menentukan langkah mereka dalam upaya lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.

Terlepas dari kendala yang dihadapi di luar lapangan, para pemain dan staf pelatih berusaha untuk tetap berkonsentrasi penuh agar bisa tampil maksimal.

Insiden terkait fasilitas Timnas Indonesia ini bukan pertama kalinya terjadi dalam dunia sepak bola internasional.

Beberapa Timnas dari berbagai negara juga pernah mengeluhkan fasilitas yang kurang layak saat bertanding di negara lain.

Hal ini membuktikan bahwa selain strategi dan kualitas permainan, aspek di luar lapangan juga bisa menjadi faktor yang memengaruhi perjalanan sebuah tim di kompetisi tingkat dunia.

Dengan semakin besarnya perhatian terhadap kasus ini, diharapkan ada langkah konkret dari otoritas terkait untuk memastikan semua peserta mendapatkan perlakuan yang adil.

Transparansi dalam penyelenggaraan turnamen dan standar fasilitas yang jelas akan menjadi kunci agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Head to Head Patrick Kluivert vs Tony Popovic, Siapa Unggul?

Head to Head Patrick Kluivert vs Tony Popovic, Siapa Unggul?

Bola | Rabu, 19 Maret 2025 | 13:42 WIB

Bomber Jepang Mau Permalukan Timnas Indonesia: Kami Nggak Mau Puas!

Bomber Jepang Mau Permalukan Timnas Indonesia: Kami Nggak Mau Puas!

Bola | Rabu, 19 Maret 2025 | 13:34 WIB

Kapten Timnas Indonesia Diincar 4 Raksasa Liga Italia, Termasuk Klub Tijjani Reijnders

Kapten Timnas Indonesia Diincar 4 Raksasa Liga Italia, Termasuk Klub Tijjani Reijnders

Bola | Rabu, 19 Maret 2025 | 12:49 WIB

Terkini

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:52 WIB

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:10 WIB

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Jakarta | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

×