Perbandingan Pengalaman CEO Liga Kamboja Satoshi Saito vs Ferry Paulus di PT LIB

Irwan Febri

Sabtu, 19 April 2025 | 18:58 WIB
Perbandingan Pengalaman CEO Liga Kamboja Satoshi Saito vs Ferry Paulus di PT LIB
Kolase Satoshi Saito dengan Ferry Paulus. (Dok. Cambodiainvestmentreview & PT LIB)

Suara.com - Kesuksesan yang telah diukir Chief Executive Officer (CEO) Cambodian Premier League (CPL), Satoshi Saito, kini mulai menyeret kiprah Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ferry Paulus.

Prestasi yang telah diukir Satoshi Saito dan Ferry Paulus selama menjabat sebagai pemimpin tertinggi di operator kompetisi masing-masing negara ini mulai disandingkan oleh publik seiring keberhasilan CPL naik level.

Di bawah arahan Satoshi Saito, peringkat kompetisi sepak bola Kamboja kini mengalami peningkatan satu level dari sebelumnya. Mereka sukses menggusur Liga 1 Indonesia yang tak bisa mengimbangi perolehan poinnya.

Kini, Liga Kamboja berhasil menduduki peringkat ke-10 dalam daftar liga terbaik di wilayah timur Asia. Posisi ini sebelumnya dihuni Liga 1 Indonesia dan kini akhirnya tergusur ke peringkat ke-11 karena kalah jumlah poin.

Lantas, bagaimana sebetulnya perbandingan pengalaman Satoshi Saito sebagai CEO CPL dengan Ferry Paulus yang kini menjadi sebagai Direktur Utama PT LIB? Berikut Suara.com menyajikan ulasannya.

Pengalaman Satoshi Saito

CEO Liga Kamboja, Satoshi Saito. (Dok. cambodiainvestmentreview)
CEO Liga Kamboja, Satoshi Saito. (Dok. cambodiainvestmentreview)

Pengalaman Satoshi Saito di dunia sepak bola telah merentang sejak tahun 2004 ketika menjadi Manajer Marketing Internasional FC Barcelona (2004-2006). Artinya, kiprahnya sudah diawali di level internasional.

Setelah itu, dia menjadi Direktur Sepak Bola Profesional JFA (2006-2008), lalu dipercaya jadi Marketing Officer FIFA (2010). Pekerjaannya berlanjut sebagai Direktur Marketing AFC pada 2009 hingga 2012.

Setelah sempat menjabat sebagai Konsultan FIFA pada 2013 sampai sekarang, Satoshi Saito juga pernah menduduki sejumlah jabatan strategis lainnya di JFA. Dimulai dari Departemen Kompetisi dan Pertandingan Internasional.

baca juga

Kemudian, dia dapat posisi sebagai Project Leader Olimpiade Tokyo 2020 di cabor sepak bola (2014-2020), Deputi Direktur Marketing JFA (2014), hingga akhirnya jadi CEO Cambodian Premier League pada 2021 sampai sekarang.

Pengalaman Ferry Paulus

Salah satu keputusan RUPS PT Liga Indonesia Baru adalah ketentuan 8 pemain asing dalam klub. (suara.com)
Salah satu keputusan RUPS PT Liga Indonesia Baru adalah ketentuan 8 pemain asing dalam klub. (suara.com)

Kiprah Ferry Paulus di dunia sepak bola dimulai ketika dia membangun klub bernama Villa 2000 di Tangerang Selatan. Dari sana, dia lalu ditunjuk jadi manajer Timnas PSSI U-13 untuk mengikuti turnamen di Kamboja pada 2004.

Setelah itu, dia jadi manajer Timnas U-17 (2005-2006). Ferry sempat jadi Wakil Ketua Persatuan Sepak Bola Jakarta Selatan (PSJS), lalu jadi Ketua Pengurus Daerah (Pengda) PSSI DKI Jakarta untuk periode 2006-2011.

Rekam jejaknya itulah yang membawanya jadi anggota Exco PSSI periode 2007-2011. Setelah itu, mantan manajer PT Astra Motor Sales itu menjabat sebagai Ketua Umum Persija Jakarta periode 2011-2015.

Setelah itu, Ferry sempat menduduki kursi sebagai Presiden Persija Jakarta, tetapi kemudian turun level jadi Direktur Olahraga pada 2020. Dia selanjutnya memperoleh mandat untuk jadi Direktur Utama PT LIB pada 2022.

Ini bukan jabatannya di PT LIB. Sebab, pada awal tahun 2020, melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Ferry sempat menjadi salah satu Komisaris PT LIB bersama Hasani Abdulgani, Munafri Arifuddin, Endri Erawan, Sonhaji, dan Hakim Putratama.

Naiknya peringkat Liga Kamboja hingga mampu melewati Liga 1 Indonesia menjadi semacam 'alarm' sekaligus tantangan bagi Ferry Paulus dan jajarannya untuk segera melakukan inovasi dan perbaikan menyeluruh, baik dari sisi tata kelola liga, pemasaran, kualitas pertandingan, hingga pengembangan infrastruktur.

Jika tidak segera berbenah, bukan tidak mungkin liga-liga dari negara-negara kecil lainnya akan terus melesat dan meninggalkan Liga 1 Indonesia di belakang.

Kontributor: Muh Faiz Alfarizie

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Satoshi Saito, Eks Pejabat FIFA dan AFC asal Jepang yang Jadi CEO Liga Kamboja

Profil Satoshi Saito, Eks Pejabat FIFA dan AFC asal Jepang yang Jadi CEO Liga Kamboja

Bola | Sabtu, 19 April 2025 | 15:37 WIB

Salip Peringkat BRI Liga 1, Inilah 5 Pemain Indonesia yang Pernah Main di Liga Kamboja

Salip Peringkat BRI Liga 1, Inilah 5 Pemain Indonesia yang Pernah Main di Liga Kamboja

Bola | Sabtu, 19 April 2025 | 13:03 WIB

Miris Peringkat Liga 1 Indonesia di Bawah Kamboja, PSSI: Jika Masih Seperti Ini...

Miris Peringkat Liga 1 Indonesia di Bawah Kamboja, PSSI: Jika Masih Seperti Ini...

Bola | Sabtu, 19 April 2025 | 12:27 WIB

Timnas Indonesia U-17 Sukses ke Piala Dunia U-17 2025, PT LIB: Tak Semata-mata Mengklaim

Timnas Indonesia U-17 Sukses ke Piala Dunia U-17 2025, PT LIB: Tak Semata-mata Mengklaim

Bola | Rabu, 09 April 2025 | 18:58 WIB

Larangan Suporter Away di Liga 1 Belum Tentu Dicabut, Kenapa?

Larangan Suporter Away di Liga 1 Belum Tentu Dicabut, Kenapa?

Bola | Rabu, 09 April 2025 | 17:30 WIB

Bakal Ada Wasit Asing Ngawal Pertandingan Rawan di 7 Laga Sisa BRI Liga 1

Bakal Ada Wasit Asing Ngawal Pertandingan Rawan di 7 Laga Sisa BRI Liga 1

Bola | Rabu, 09 April 2025 | 17:11 WIB

Terkini

Iran Bantah Lagi Buat Bom Nuklir, Begini Penjelasan Presiden Pezeshkian

Iran Bantah Lagi Buat Bom Nuklir, Begini Penjelasan Presiden Pezeshkian

News | Jum'at, 25 September 2026 | 13:40 WIB

Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?

Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 13:39 WIB

Viva Skin Food Cream untuk Apa? Ini Fungsi dan Cara Pakai Sesuai Anjuran

Viva Skin Food Cream untuk Apa? Ini Fungsi dan Cara Pakai Sesuai Anjuran

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 13:38 WIB

Jamur Kaca dan Bodi Mobil Ternyata Beda, Ini Cara Bersihkannya

Jamur Kaca dan Bodi Mobil Ternyata Beda, Ini Cara Bersihkannya

Otomotif | Jum'at, 25 September 2026 | 13:35 WIB

7 Film Komedi Indonesia yang Bikin Ngakak, Cocok Ditonton Saat Suntuk

7 Film Komedi Indonesia yang Bikin Ngakak, Cocok Ditonton Saat Suntuk

Sumut | Jum'at, 25 September 2026 | 13:35 WIB

Menkeu: Tidak ada Anggaran Khusus Sekolah Gratis, Pendidikan Terabaikan?

Menkeu: Tidak ada Anggaran Khusus Sekolah Gratis, Pendidikan Terabaikan?

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 13:30 WIB

Bukan Cuma Ganggu Pernapasan, Asap Karhutla Dikaitkan dengan Masalah Kesehatan Mental

Bukan Cuma Ganggu Pernapasan, Asap Karhutla Dikaitkan dengan Masalah Kesehatan Mental

Health | Jum'at, 25 September 2026 | 13:30 WIB

Daftar Fasilitas Mewah Standar Apartemen yang Ditemukan Ombudsman di Lapas Cibinong

Daftar Fasilitas Mewah Standar Apartemen yang Ditemukan Ombudsman di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 13:29 WIB

Sunscreen Spray Wardah untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan Review Pembeli

Sunscreen Spray Wardah untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan Review Pembeli

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 13:26 WIB

Indonesia Dinilai Salah Arah, Data Statistik Dibuat Terlalu Indah dan Tak Sesuai Realita

Indonesia Dinilai Salah Arah, Data Statistik Dibuat Terlalu Indah dan Tak Sesuai Realita

News | Jum'at, 25 September 2026 | 13:25 WIB

×