Timnas Indonesia Dihukum FIFA Rp400 Juta, PSSI Masih Untung Rp 10 Juta, Lah Kok Bisa?

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 15 Mei 2025 | 10:37 WIB
Timnas Indonesia Dihukum FIFA Rp400 Juta, PSSI Masih Untung Rp 10 Juta, Lah Kok Bisa?
Timnas Indonesia belum lama ini mendapat hukuman dari FIFA akibat tindakan diskriminatif yang dilakukan oleh suporternya. (IG Timnas Indonesia)

Suara.com - Meski mendapat hukuman berupa denda dari FIFA, PSSI tampaknya tak pusing untuk membayar sanksi tersebut dengan mengandalkan pemasukan dari klub dan pemain di Liga 1 2024/2025.

Tak hanya bisa untuk membayar denda ke induk sepak bola dunia itu, PSSI bahkan masih mendapat untung dari pemasukan denda yang didapat dari klub dan pemain Liga 1.

Sebagaimana diketahui, Timnas Indonesia belum lama ini mendapat hukuman dari FIFA akibat tindakan diskriminatif yang dilakukan oleh suporternya.

Maarten Paes Tak Bisa Main, Emil Audero Terancam Absen, Patrick Kluivert Bisa Apa? [Instagram Patrick Kluivert]
Maarten Paes Tak Bisa Main, Emil Audero Terancam Absen, Patrick Kluivert Bisa Apa? [Instagram Patrick Kluivert]

Tindakan diskriminatif yang dilakukan suporter Garuda tercipta di laga kontra Bahrain, di mana para suporter yang memenuhi stadion menyanyikan lagu yang menyerang para pemain lawan.

Karena nyanyian dari suporternya tersebut, FIFA menghukum Timnas Indonesia dan PSSI dengan sanksi denda sebesar Rp400 juta.

Tak hanya sanksi berupa denda, FIFA juga memberikan hukuman tambahan, yakni mengurangi jumlah penonton Timnas Indonesia di SUGBK sebesar 15 persen saat menjamu China (5/6).

Meski mendapat sanksi denda hampir menyentuh angka setengah miliar, PSSI tampaknya tak akan pusing untuk membayarnya.

Pasalnya, PSSI memiliki pemasukan dari denda yang diberikan ke klub dan pemain Liga 1 berdasarkan hasil sidang Komisi Disiplin (Komdis).

Thom Haye saat membela Timnas Indonesia di laga melawan Irak (pssi.org)
Thom Haye saat membela Timnas Indonesia di laga melawan Irak (pssi.org)

Denda dari Komdis PSSI Lebih Besar dari FIFA

baca juga

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, denda dari FIFA karena tindakan diskriminatif suporter Timnas Indonesia di laga kontra Bahrain berada di angka Rp400 juta.

Nyatanya, denda tersebut masih kalah dari denda Komdis PSSI ke klub dan pemain Liga 1 2024/2025, setidaknya untuk satu kali sidang saja.

Tercatat pada hasil sidang Komdis PSSI 8 Mei 2025 kemarin, tercatat total denda yang dibebankan ke klub dan pemain Liga 1 mencapai angka Rp410 juta dengan rincian:

Potret skuad Timnas Indonesia saat menjamu Bahrain di SUGBK. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/app/Spt/pri.)
Potret skuad Timnas Indonesia saat menjamu Bahrain di SUGBK. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/app/Spt/pri.)

1. PSS Sleman: Rp200 juta

2. Arema FC: Rp50 juta

3. Persija Jakarta: Rp25 juta

4. Persebaya Surabaya: Rp25 juta

5. PSM Makassar: Rp25 juta

6. Dewa United Rp25 juta

7. Ciro Alves: Rp10 juta

8. Yuran Fernandes: Rp25 juta

9. Panpel Persik Kediri: Rp25 juta

Jika ditotal, denda pada hasil sidang Komdis PSSI 8 Mei 2025 itu mencapai angka Rp410 juta, atau Rp10 juta lebih banyak dari denda yang diberikan FIFA ke Timnas Indonesia.

Sejak dipanggil membela Timnas Indonesia, Dean James terus menunjukkan dedikasi tinggi meskipun karier klubnya berlangsung di luar negeri. Kombinasi antara pengalaman bertanding di Liga Belanda dan adaptasinya yang cepat dengan gaya bermain Timnas menjadi nilai tambah tersendiri. (ig Dean James)
Sejak dipanggil membela Timnas Indonesia, Dean James terus menunjukkan dedikasi tinggi meskipun karier klubnya berlangsung di luar negeri. Kombinasi antara pengalaman bertanding di Liga Belanda dan adaptasinya yang cepat dengan gaya bermain Timnas menjadi nilai tambah tersendiri. (ig Dean James)

Nilai denda dari sidang Komdis PSSI itu masih bisa bertambah, mengingat banyaknya denda yang diberikan ke klub, pemain, dan panpel sepanjang gelaran Liga 1 2024/2025.

Terlepas dari perbandingan nilai denda itu, PSSI telah merespons hukuman dari FIFA terkait tindakan diskriminatif suporter itu.

“FIFA juga meminta kepada PSSI untuk bikin rencana komprehensif melawan tindakan diskriminasi di sepak bola Indonesia," kata anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga.

"Jadi tidak boleh ada ujaran kebencian, rasisme, xenophobia dan lain-lainnya. Ini pembelajaran bagi kita semua, jelas merugikan kita semua, tapi kita harus tanggung bersama-sama.”

“Jadi ke depan kita harus mulai melakukan langkah-langkah literasi dan pendidikan-pendidikan suporter untuk tidak melakukan hal-hal yang berhubungan dengan diskriminasi," tukasnya.

(Felix Indra Jaya)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Tanda Elkan Baggott Dipanggil Patrick Kluivert Perkuat Timnas Indonesia vs China dan Jepang

3 Tanda Elkan Baggott Dipanggil Patrick Kluivert Perkuat Timnas Indonesia vs China dan Jepang

Bola | Kamis, 15 Mei 2025 | 07:43 WIB

Patrick Kluivert Coret Elkan Baggott atau Asnawi Mangkualam untuk Lawan China dan Jepang

Patrick Kluivert Coret Elkan Baggott atau Asnawi Mangkualam untuk Lawan China dan Jepang

Bola | Kamis, 15 Mei 2025 | 07:19 WIB

Gabung Buriram United, Ini 3 Kerugian yang Bisa Menimpa Shayne Pattynama

Gabung Buriram United, Ini 3 Kerugian yang Bisa Menimpa Shayne Pattynama

Your Say | Kamis, 15 Mei 2025 | 07:09 WIB

Terkini

Dramatis! Gabriel Martinelli Hentikan Langkah Jepang, Brasil Menang 2-1

Dramatis! Gabriel Martinelli Hentikan Langkah Jepang, Brasil Menang 2-1

Bola | Selasa, 30 Juni 2026 | 02:07 WIB

Bukan Sekadar Tempat Sampah! Rahasia Kantong Biru Suporter Jepang yang Bikin Stadion Spektakuler

Bukan Sekadar Tempat Sampah! Rahasia Kantong Biru Suporter Jepang yang Bikin Stadion Spektakuler

Bola | Selasa, 30 Juni 2026 | 01:57 WIB

Tangis Son Heung-min Pecah Usai Korea Selatan Gagal Total di Piala Dunia 2026

Tangis Son Heung-min Pecah Usai Korea Selatan Gagal Total di Piala Dunia 2026

Bola | Selasa, 30 Juni 2026 | 01:49 WIB

Catatan Kriminal Kaishu Sano Perobek Gawang Brasil: Pelaku Penyerangan Seksual

Catatan Kriminal Kaishu Sano Perobek Gawang Brasil: Pelaku Penyerangan Seksual

Bola | Selasa, 30 Juni 2026 | 01:44 WIB

Kanada Bukan Sekadar Tuan Rumah! Jesse Marsch Sebut Anak Asuhnya Pahlawan Negara

Kanada Bukan Sekadar Tuan Rumah! Jesse Marsch Sebut Anak Asuhnya Pahlawan Negara

Bola | Selasa, 30 Juni 2026 | 01:33 WIB

Gabung Persija Jakarta, Victor Dethan Datang dengan Modal Tak Sembarangan

Gabung Persija Jakarta, Victor Dethan Datang dengan Modal Tak Sembarangan

Bola | Selasa, 30 Juni 2026 | 01:25 WIB

Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia

Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia

Bola | Selasa, 30 Juni 2026 | 01:21 WIB

Kilas Balik: Dulu Jepang Dibantai Tan Liong Houw Dkk Kini Hajar Brasil

Kilas Balik: Dulu Jepang Dibantai Tan Liong Houw Dkk Kini Hajar Brasil

Bola | Selasa, 30 Juni 2026 | 01:07 WIB

Jepang Kejutkan Brasil! Gol Indah Kaishu Sano Bawa Samurai Biru Unggul

Jepang Kejutkan Brasil! Gol Indah Kaishu Sano Bawa Samurai Biru Unggul

Bola | Selasa, 30 Juni 2026 | 00:50 WIB

Isu Diaspora dan Loyalitas Warnai Duel Maroko vs Belanda di 32 Besar Piala Dunia 2026

Isu Diaspora dan Loyalitas Warnai Duel Maroko vs Belanda di 32 Besar Piala Dunia 2026

Bola | Senin, 29 Juni 2026 | 15:55 WIB

×