Warga Jepang Protes Timnas Indonesia yang Gila-gilaan Lakukan Naturalisasi

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 04 Juli 2025 | 18:56 WIB
Warga Jepang Protes Timnas Indonesia yang Gila-gilaan Lakukan Naturalisasi
Masifnya langkah naturalisasi yang dilakukan Timnas Indonesia dan kini ditiru Vietnam ternyata menuai sorotan dari sebagian warga Jepang yang menilai kebijakan itu tidak sehat bagi perkembangan sepak bola Asia. (AFC)

Suara.com - Masifnya langkah naturalisasi yang dilakukan Timnas Indonesia dan kini ditiru Vietnam ternyata menuai sorotan dari sebagian warga Jepang yang menilai kebijakan itu tidak sehat bagi perkembangan sepak bola Asia.

Sejak diasuh Shin Tae-yong, Timnas Indonesia berhasil tampil luar biasa di Piala Asia 2023 dan Piala Asia U-23 2024 hingga akhirnya menembus putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Kesuksesan itu membuat Federasi Sepakbola Vietnam (VFF) kini ikut menggenjot naturalisasi dan berencana merekrut hingga 100 pemain asing untuk memperkuat timnas mereka.

Perbandingan prestasi Mauro Zijlstra Vs Ole Romeny di Liga Belanda. Timnas Indonesia tampaknya akan kedatangan amunisi baru di lini serang. (Kolase)
Perbandingan prestasi Mauro Zijlstra Vs Ole Romeny di Liga Belanda. Timnas Indonesia tampaknya akan kedatangan amunisi baru di lini serang. (Kolase)

Vietnam bahkan telah merevisi Undang-undang Kewarganegaraan yang memungkinkan pemain asing di Liga Vietnam menjadi WN Vietnam mulai 1 Juli 2025.

Langkah ini disebut media Vietnam sebagai kemajuan luar biasa demi meningkatkan prestasi olahraga nasional, termasuk sepak bola.

Sementara itu, keberhasilan Indonesia banyak ditopang oleh para pemain keturunan yang bermain di Eropa seperti Jay Idzes (Venezia), Mees Hilgers (FC Twente), dan Calvin Verdonk (NEC Nijmegen).

Warga Jepang menanggapi hal ini dengan kritis dan menyuarakan keberatan melalui berbagai forum termasuk CDL Sports Channel.

Beberapa dari mereka bahkan mendesak Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) agar membatasi kuota pemain naturalisasi maksimal empat orang per negara.

Mereka menilai negara yang kuat adalah negara yang mampu membina rakyatnya sendiri, seperti yang dilakukan Jepang dalam membentuk tim nasionalnya.

baca juga
Skuat Timnas Indonesia di babak kualifikasi Piala Dunia 2026 ronde ketiga melawan China (the-afc.com)
Skuat Timnas Indonesia di babak kualifikasi Piala Dunia 2026 ronde ketiga melawan China (the-afc.com)

Komentar lain menyebut bahwa Vietnam bisa saja berkembang lewat jalur ini, tapi tetap bukan hal yang organik bagi kemajuan jangka panjang.

Timnas Indonesia juga dinilai terlalu bergantung pada pemain naturalisasi dan belum mampu menghasilkan talenta lokal sehebat Jepang.

Ada pula warga Jepang yang menyebut Garuda seharusnya tidak dianggap sebagai kandidat Piala Dunia karena fondasinya bukan murni dari pembinaan lokal.

“Saya pikir AFC perlu memberlakukan beberapa jenis pembatasan, mungkin membatasi pemain naturalisasi menjadi empat,” tulis seorang fans Jepang dikutip dari CDL Sports Channel.

Komentar lain menyebut, “Negara yang tidak bisa membesarkan rakyatnya sendiri adalah negara yang lemah, dan Jepang kuat karena membesarkan orang Jepang.”

Soal Indonesia, komentar tajam dilontarkan, “Indonesia harus melatih pemainnya dengan baik seperti Jepang, sejujurnya, mereka bahkan bukan kandidat untuk tampil ke Piala Dunia 2026.”

Sementara Vietnam yang hanya menggunakan pemain lokal pada babak sebelumnya, tetap gagal meski tampil dengan skuad penuh semangat.

Kritik warga Jepang ini mencerminkan pandangan idealis bahwa sepak bola seharusnya dibangun lewat pengembangan pemain asli sejak usia dini.

Naturalisasi besar-besaran dianggap jalan pintas yang kurang mendidik dan berisiko menurunkan semangat kompetisi pembinaan usia muda.

Meski demikian, kebijakan naturalisasi Indonesia terbukti efektif dari sisi performa, yang membuat negara-negara Asia Tenggara mulai mengikutinya.

Dalam konteks kompetitif Asia, komentar warga Jepang menjadi tantangan tersendiri bagi negara-negara seperti Indonesia dan Vietnam untuk menyeimbangkan prestasi dan pembinaan jangka panjang.

Kontributor : Imadudin Robani Adam

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Sudah Otomatis, Bagaimana Perhitungan Rasio Kelolosan Tim-Tim ASEAN ke AFC U-17?

Indonesia Sudah Otomatis, Bagaimana Perhitungan Rasio Kelolosan Tim-Tim ASEAN ke AFC U-17?

Your Say | Jum'at, 04 Juli 2025 | 18:15 WIB

Kalau Jordi Amat Siap Diumumkan Persija, Struick Bagaimana?

Kalau Jordi Amat Siap Diumumkan Persija, Struick Bagaimana?

Bola | Jum'at, 04 Juli 2025 | 18:04 WIB

Dihuni 15 Pemain Kaliber Timnas Senior, Gerald Vanenburg Wajib Bawa Kembali Piala AFF U-23

Dihuni 15 Pemain Kaliber Timnas Senior, Gerald Vanenburg Wajib Bawa Kembali Piala AFF U-23

Your Say | Jum'at, 04 Juli 2025 | 18:03 WIB

Terkini

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Video | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:48 WIB

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:41 WIB

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:39 WIB

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Bogor | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memanas! Siswi Protes, 37 Orang Diciduk

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memanas! Siswi Protes, 37 Orang Diciduk

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:50 WIB

×