Suara.com - Isyarat PSSI yang tetap memberikan kepercayaan penuh kepada Patrick Kluivert andai gagal membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 mengundang perhatian tajam dari media Korea Selatan, Chosun.
PSSI, melalui Ketua Umum Erick Thohir menyatakan bahwa sepak bola adalah proses. Dia menyebut kontrak dua tahun Patrick Kluivert harus dihormati.
Sikap berbeda yang ditunjukan PSSI kepada Patrick Kluivert dan eks pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong pun membuat media Negeri Ginseng mempertanyakan konsistensi federasi.
Dalam laporan terbaru yang dirilis Sports Chosun, PSSI disebut menunjukkan perlakuan istimewa kepada Kluivert.
Media Korsel itu bahkan menyebut PSSI memilih untuk lebih sabar terhadap pelatih asal Belanda tersebut, padahal sebelumnya bersikap tegas terhadap Shin Tae-yong.
"Tidak seperti pelatih Shin Tae-yong, Persatuan Sepak Bola Indonesia berencana untuk menunggu dengan sabar pelatih Patrick Kluivert," tulis Sports Chosun.
![Ketua Umum PSSI Erick Thohir (kedua kiri) memberikan motivasi kepada pemain Timnas Putri Indonesia U-19 usai pertandingan Semi Final AFF U-19 Women Championship 2023 [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/07/06/76832-erick-thohir.jpg)
Ketua Umum PSSI Erick Thohir sendiri menegaskan komitmen federasi untuk tetap mendukung Kluivert dalam membangun fondasi jangka panjang bagi sepak bola Indonesia.
Ia menekankan bahwa pelatih yang juga legenda Belanda itu membutuhkan waktu untuk menunjukkan progres secara menyeluruh.
“Kami memberi kesempatan kepada Pelatih Shin Tae-yong selama lima tahun. Pelatih Kluivert memiliki kontrak selama dua tahun. Kita akan menunggu," kata Erick Thohir kepada wartawan di Jakarta, Jumat (4/7/2025).
Meski berhasil membawa Timnas Indonesia ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, performa skuad Garuda di bawah arahan Kluivert belum sepenuhnya memuaskan publik.
Kritik mulai bermunculan, termasuk dari kalangan parlemen Indonesia.
Anggota DPR RI, Andre Rosiade, secara terbuka mempertanyakan efektivitas Kluivert. Ia menuntut agar ada konsekuensi tegas jika sang pelatih gagal membawa Indonesia melangkah lebih jauh di kualifikasi.
"Sebagai warga negara Indonesia, saya berharap Kluivert dapat menunjukkan kualitasnya. Saya ingin mengatakan bahwa Presiden Erik Thohir harus membuktikan bahwa ia adalah pilihan yang tepat untuk memilihnya daripada Shin Tae-yong. Jika kita gagal di babak kualifikasi keempat, saya pikir Kluivert harus dipecat sebagai hasilnya," demikian dikutip dari Sports Chosun.
Pernyataan Andre itu juga menjadi sorotan tersendiri di media Korea. Mereka mencatat adanya tekanan dari dalam negeri agar PSSI bersikap adil dalam mengevaluasi performa pelatih kepala.
Namun begitu, Erick Thohir justru mengisyaratkan bahwa Kluivert tetap akan mendapat waktu untuk bekerja. Ia membandingkan dengan Shin Tae-yong yang juga mendapat kesempatan lima tahun sebelum akhirnya diakhiri kontraknya pada awal 2025.
“Waktu itu (Olimpiade) kita sudah fight lawan Guinea, tapi belum berhasil. Sekarang giliran Piala Dunia yang harus diperjuangkan. Kita harus sabar, membangun sepak bola itu perlu proses."
Perbandingan ini langsung disorot oleh Sports Chosun sebagai bentuk perlakuan yang tidak konsisten.
Menurut mereka, pemecatan Shin Tae-yong terjadi secara mendadak, padahal banyak kemajuan yang sudah ditunjukkan selama masa kepemimpinannya.
"Presiden Thohir menyatakan akan mendukung Kluivert sekalipun gagal lolos ke Piala Dunia," tulis Chosun.
Tak berhenti di situ, media tersebut juga menganggap keputusan menunjuk Kluivert tidak selaras dengan janji awal Erick Thohir yang menginginkan hasil lebih baik daripada era Shin Tae-yong.
"Sikap Presiden Thohir itu bertolak belakang dengan klaim yang dilontarkannya saat memecat Shin Tae-yong. Persatuan Sepak Bola Indonesia membuat keputusan mengejutkan dengan memecat Pelatih Shin Tae-yong pada Januari lalu," sindir Sports Chosun.
Menutup laporannya, media Korsel itu menyatakan bahwa masa depan Kluivert masih belum pasti, tergantung pada hasil nyata yang dapat ia capai dalam fase penting kualifikasi yang akan datang.
"Kepercayaan Presiden Thohir kepada Kluivert sangat kuat. Masih harus dilihat apakah kepercayaan ini dapat dipertahankan bahkan setelah babak penyisihan keempat dan apakah ia akan membawa hasil yang memuaskan penggemar," tutup media Korea itu.
