Suara.com - Bhayangkara FC harus pulang dengan tangan hampa dari lawatan mereka ke markas Borneo FC dalam laga pertama Super League 2025/2026.
Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster mengungkap timnya kalah karena kehebatan kiper Borneo FC, Nadeo Argawinata salah satu pemain kesayangan eks juru taktik Timnas Indonesia, Shin Tae-yong.
Satu-satunya gol dari Mariano Peralta menjadi pembeda dalam laga yang digelar di Stadion Segiri, Samarinda, Jumat (8/8/2025).
Meski kalah tipis 0-1, Bhayangkara FC sejatinya mampu tampil dominan dan menciptakan banyak peluang berbahaya.
Sayangnya, penyelesaian akhir yang kurang tajam ditambah penampilan luar biasa dari kiper Borneo FC, Nadeo Argawinata, membuat upaya mereka sia-sia.
Paul Munster tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya usai pertandingan.
Ia secara terang-terangan menyebut Nadeo, yang dikenal sebagai kiper yang sering dibawa Shin Tae-yong ke Timnas Indonesia, sebagai faktor utama kekalahan timnya.
“Kami bermain sangat baik di sebagian besar pertandingan," kata Munster dalam konferensi pers usai laga.
"Kami punya banyak peluang untuk mencetak gol, mereka punya dua peluang untuk mencetak gol,” jelasnya.
Lebih lanjut menurut Munster, Nadeo tampil luar biasa karena mampu mematahkan bola-bola krusial The Guardian.
“Kiper melakukan penyelamatan penting dan dia adalah pemain terbaik, jadi kami harus fokus dan melanjutkan pertandingan sekarang,” lanjut pelatih asal Irlandia Utara itu.
Penampilan Nadeo memang layak mendapat sorotan. Berulang kali ia melakukan penyelamatan gemilang yang menggagalkan peluang emas Bhayangkara FC.
Respons cepat dan positioning yang presisi membuat lini depan lawan frustrasi.
Meski kecewa dengan hasil akhir, Munster menilai performa anak asuhnya secara umum sudah cukup baik dan belum berniat melakukan evaluasi besar.
“Tidak, tidak, tidak. Saya pikir kami bermain sangat baik di sebagian besar pertandingan. Dalam sepak bola, kita harus menang dan untuk menang, kita harus mencetak gol.”
“Jadi kami akan mengevaluasinya, sudah memeriksanya dalam beberapa situasi, tetapi kami punya waktu seminggu lagi untuk mempersiapkan pertandingan,” kata mantan pelatih Persebaya Surabaya itu.
Kekalahan ini tentu menjadi pukulan bagi Bhayangkara FC yang mengincar start sempurna di Super League musim ini. Namun semua belum berakhir.
Mereka masih punya kesempatan membalikkan keadaan di leg kedua — selama bisa menaklukkan tembok bernama Nadeo Argawinata.
“Kami akan menunjukkan situasi-situasi ini dan kami perlu berlatih agar para pemain kami harus lebih tajam dan di depan gawang, tetapi sekali lagi, bukan Anda yang melakukan beberapa penyelamatan hebat,” tutupnya.
