Mengenal Bodo/Glimt Klub Kutub Utara yang Lolos Pertama Kali ke Liga Champions

Ronald Seger Prabowo

Rabu, 27 Agustus 2025 | 20:51 WIB
Mengenal Bodo/Glimt Klub Kutub Utara yang Lolos Pertama Kali ke Liga Champions
Mengenal Bodo/Glimt Klub Kutub Utara yang Lolos Pertama Kali ke Liga Champions. [Twitter FK Bodø/Glimt]
Kesimpulan
  • Sejarah Baru Diciptakan oleh Klub dari Wilayah Kutub Utara
  • Konsistensi dan Proyek Jangka Panjang Jadi Kunci Kesuksesan
  • Bodo/Glimt Jadi Inspirasi bagi Klub Kecil dan Non-Tradisional di Eropa

Suara.com - Bodo/Glimt mungkin bukan nama besar seperti Real Madrid, Bayern Munchen, atau AC Milan.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, klub asal kota kecil Bodo di utara Norwegia ini menjelma menjadi fenomena sepak bola Eropa.

Dari tim yang dulu hanya dipandang sebelah mata, Glimt kini menorehkan sejarah sebagai klub Norwegia pertama yang mencapai semifinal Liga Europa 2025, sekaligus langganan juara di liga domestik.

Bahkan di musim ini, untuk kali pertama dalam sejarah, mereka lolos ke Liga Champions 2025/2026.

Bodo/Glimt didirikan pada 1916 di kota Bodø, sebuah wilayah yang hanya berpenduduk sekitar 50 ribu jiwa.

Sejak awal, mereka dikenal sebagai simbol kebanggaan masyarakat utara Norwegia.

Namun, perjalanan menuju papan atas butuh waktu panjang.

Glimt baru merasakan promosi ke kasta tertinggi Norwegia pada 1977.

Hebatnya, di musim debut mereka langsung finis sebagai runner-up dan menjuarai Piala Norwegia dua tahun sebelumnya (1975).

baca juga

Itu menjadikan Glimt sebagai klub pertama dari utara yang mampu meraih trofi nasional.

Meski begitu, konsistensi bukanlah kekuatan mereka di masa lalu.

Glimt kerap naik-turun kasta, bahkan sempat terjebak di divisi dua dan tiga pada era 1980-an.

Situasi berubah drastis ketika klub memasuki era modern di akhir 2010-an.

Titik balik Glimt datang bersama pelatih Kjetil Knutsen yang mulai menangani tim utama pada 2018.

Dengan filosofi sepak bola menyerang, pressing tinggi, serta pengembangan pemain muda, Glimt pelan tapi pasti menjelma menjadi kekuatan baru di Norwegia.

Hasilnya spektakuler. Pada 2020, mereka memecahkan rekor dengan menjuarai Eliteserien untuk pertama kalinya.

Tak hanya juara, Glimt melakukannya dengan gaya, 26 kemenangan dari 30 laga dan 103 gol tercipta.

Itu adalah pencapaian yang belum pernah ada di sepak bola Norwegia.

Mereka mengulang sukses pada 2021, lalu kembali juara di 2023 dan 2024.

Empat gelar liga dalam lima tahun menjadikan Glimt kekuatan dominan di Skandinavia.

Kehebatan Glimt tidak hanya berhenti di level domestik.

Mereka juga membuat heboh Eropa. Pada 2021, publik dikejutkan ketika Glimt melumat AS Roma asuhan José Mourinho dengan skor telak 6-1 di ajang UEFA Conference League.

Itu menjadi kekalahan terbesar Roma di kompetisi Eropa non-Champions League.

Dua minggu kemudian, Glimt kembali menahan imbang Roma 2-2 di Stadio Olimpico.

Nama mereka pun mulai diperhitungkan di panggung Eropa.

Petualangan itu berlanjut. Glimt menyingkirkan Celtic, mengalahkan AZ Alkmaar, hingga menembus perempat final Conference League 2022.

Prestasi luar biasa untuk klub yang markasnya, Aspmyra Stadion, hanya berkapasitas 8.300 penonton dan berada di lingkar Arktik.

Kisah dongeng itu berlanjut pada 2025. Glimt menjadi klub Norwegia pertama yang mencapai semifinal Liga Europa.

Mereka menyingkirkan Lazio lewat adu penalti dramatis, sebelum akhirnya dihentikan Tottenham Hotspur.

Meski gagal ke final, capaian itu membuat Glimt mencatat sejarah emas sebagai wakil Skandinavia paling sukses di Eropa dalam era modern.

Glimt bukan hanya soal hasil, tapi juga budaya unik.

Para suporter setia yang dijuluki Toothbrush Army dikenal membawa sikat gigi raksasa berwarna kuning ke stadion—tradisi sejak 1970-an.

Warna kuning cerah menjadi identitas klub, melambangkan energi dan semangat dari utara.

Di dalam lapangan, gaya main Glimt menekankan kolektivitas.

Mereka jarang mengandalkan satu bintang besar, melainkan sistem permainan yang membuat banyak pemain bersinar.

Nama-nama seperti Jens Petter Hauge, Philip Zinckernagel, dan Patrick Berg muncul dari sistem ini dan kemudian dijual ke liga besar Eropa.

Glimt pintar membangun pemain, menjual dengan harga tinggi, lalu menemukan pengganti dari akademi atau pasar murah.

Kontributor: M.Faqih

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Beton Soviet ke Elite Eropa: Evolusi Gila FC Kairat Almaty

Dari Beton Soviet ke Elite Eropa: Evolusi Gila FC Kairat Almaty

Bola | Rabu, 27 Agustus 2025 | 14:36 WIB

Kans Chelsea di Liga Champions, Ini Calon Lawan Berat The Blues di Fase Grup

Kans Chelsea di Liga Champions, Ini Calon Lawan Berat The Blues di Fase Grup

Bola | Rabu, 27 Agustus 2025 | 13:32 WIB

Arsenal Bersiap Hadapi Undian Liga Champions, Siapa Lawan Berat The Gunners?

Arsenal Bersiap Hadapi Undian Liga Champions, Siapa Lawan Berat The Gunners?

Bola | Rabu, 27 Agustus 2025 | 12:39 WIB

Terkini

Erick Thohir Wanti-wanti John Herdman, Kondisi 3 Pemain Timnas Indonesia Bikin Was-was

Erick Thohir Wanti-wanti John Herdman, Kondisi 3 Pemain Timnas Indonesia Bikin Was-was

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 11:50 WIB

25 Merk Beras Fortifikasi Diduga Lakukan Penipuan: Rojo Lele Hingga Nutri Rice Food Station

25 Merk Beras Fortifikasi Diduga Lakukan Penipuan: Rojo Lele Hingga Nutri Rice Food Station

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:50 WIB

Saham SMRA Anjlok Usai Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Terjaring OTT KPK

Saham SMRA Anjlok Usai Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Terjaring OTT KPK

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:50 WIB

Mengenal Proyeksi Gall-Peters: Mengungkap Distorsi Geografis di Peta Mercator

Mengenal Proyeksi Gall-Peters: Mengungkap Distorsi Geografis di Peta Mercator

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 11:46 WIB

Cemburu Buta, Suami di Bone Tega Siksa dan Bakar Istri Hidup-hidup

Cemburu Buta, Suami di Bone Tega Siksa dan Bakar Istri Hidup-hidup

Sulsel | Selasa, 15 September 2026 | 11:44 WIB

5 Pilihan Celana Padding Sepeda Terbaik untuk Pemula, Nyaman Buat Gowes Lama

5 Pilihan Celana Padding Sepeda Terbaik untuk Pemula, Nyaman Buat Gowes Lama

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 11:38 WIB

Tak Sekadar Poin, Pelanggan Kini Bisa Dapat Benefit Fashion hingga Kuliner

Tak Sekadar Poin, Pelanggan Kini Bisa Dapat Benefit Fashion hingga Kuliner

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 11:37 WIB

Bosnya Keciduk, Saham Summarecon Agung Anjlok 6,02 Persen

Bosnya Keciduk, Saham Summarecon Agung Anjlok 6,02 Persen

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:31 WIB

Status Menantu A Rafiq Sebelum Fahd A Rafiq Kena OTT KPK Kasus BPN Bogor

Status Menantu A Rafiq Sebelum Fahd A Rafiq Kena OTT KPK Kasus BPN Bogor

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 11:30 WIB

Review Last Seen: Thriller yang Menekan Emosi, Bukan Cuma Twist Saja

Review Last Seen: Thriller yang Menekan Emosi, Bukan Cuma Twist Saja

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 11:30 WIB

×