Pengamat Malaysia Anggap Hukuman FIFA Lebih Besar dari Skandal Suap 1994

Irwan Febri

Sabtu, 27 September 2025 | 18:05 WIB
Pengamat Malaysia Anggap Hukuman FIFA Lebih Besar dari Skandal Suap 1994
Timnas Malaysia saat membantai Vietnam. (Dok. Malaysia NT)
baca 10 detik
  • FIFA menghukum FAM dan tujuh pemain karena pemalsuan dokumen.
  • Pekan Ramli menyebut kasus ini lebih besar dari skandal suap 1994.
  • Ia menilai FAM, tim nasional, dan KDN harus bertanggung jawab.

Suara.com - Keputusan tegas Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) yang menjatuhkan hukuman kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dan sanksi kepada tujuh pemain naturalisasi memicu guncangan besar dalam dunia sepak bola negeri jiran.

Kasus ini dianggap sebagai tragedi yang meruntuhkan martabat institusi sepak bola Malaysia.

Pengamat sepak bola lokal, Datuk Pekan Ramli, menilai persoalan tersebut memiliki dampak luar biasa, bukan hanya terhadap FAM, tetapi juga terhadap citra Malaysia di pentas internasional.

Menurutnya, keputusan FIFA jelas berlandaskan bukti kuat hingga berani menjatuhkan sanksi berat kepada FAM dan para pemain terkait.

"Sebenarnya ini lebih besar daripada skandal suap yang menggemparkan sepak bola negara pada 1994, karena ketika itu ia hanya melibatkan kompetisi domestik," kata Pekan Ramli, dilansir dari BHarian.

"Tetapi isu ini melibatkan citra Malaysia di mata dunia, integritas, dan akuntabilitas kita dipersoalkan jika ini benar, secara tidak langsung mencoreng nama baik kita," lanjutnya.

"FIFA sudah pasti ada bukti kukuh untuk menjatuhkan hukuman itu, jadi ini bukan lagi 'prima facie'. Jadi tidak ada timbul isu sabotase, iri hati ataupun sebagainya," ujar  Pekan Ramli.

"Kalau kasus ini diukur dengan skala richter, saya rasa sudah masuk skala tujuh gempa bumi dan tsunami," imbuhnya.

Hal ini sekaligus memunculkan pertanyaan tentang pihak mana yang seharusnya bertanggung jawab dalam skandal tersebut.

baca juga

"Siapa yang perlu pertanggungjawabkan karena kita tahu ada tiga entitas yang terlibat dalam proses ini. Persatuan Bolasepak Malaysia (FAM), pengurusan skuad kebangsaan dan juga Kementerian Dalam Negeri (KDN)," kata Pekan Ramli.

"Kalau kita lihat dari luar lingkup sepak bola ini juga adalah satu kejahatan karena melibatkan pemalsuan dokumen jadi penyelidikan juga harus dijalankan dari aspek ini," tuturnya menutup.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Timor Leste saat Palsukan Dokumen seperti Malaysia, Sanksinya Sangat Berat

Kisah Timor Leste saat Palsukan Dokumen seperti Malaysia, Sanksinya Sangat Berat

Bola | Sabtu, 27 September 2025 | 14:05 WIB

Suporter Vietnam Tunggu Sanksi Timnas Malaysia, Berharap Menang WO 3-0

Suporter Vietnam Tunggu Sanksi Timnas Malaysia, Berharap Menang WO 3-0

Bola | Sabtu, 27 September 2025 | 13:00 WIB

Plt Presiden FAM soal Sanksi FIFA: Tunggu Saja!

Plt Presiden FAM soal Sanksi FIFA: Tunggu Saja!

Bola | Sabtu, 27 September 2025 | 11:00 WIB

AFC Pilih Diam Terkait Skandal Dokumen Palsu Pemain Malaysia, Tunggu Putusan FIFA

AFC Pilih Diam Terkait Skandal Dokumen Palsu Pemain Malaysia, Tunggu Putusan FIFA

Bola | Sabtu, 27 September 2025 | 10:00 WIB

Karier Facundo Garces Hancur: Dari LaLiga Spanyol ke Sanksi FIFA Gara-Gara Malaysia

Karier Facundo Garces Hancur: Dari LaLiga Spanyol ke Sanksi FIFA Gara-Gara Malaysia

Bola | Sabtu, 27 September 2025 | 08:36 WIB

Profil 7 Pemain Naturalisasi Malaysia yang Palsukan Dokumen hingga Kena Sanksi FIFA

Profil 7 Pemain Naturalisasi Malaysia yang Palsukan Dokumen hingga Kena Sanksi FIFA

Bola | Sabtu, 27 September 2025 | 08:17 WIB

Malaysia Ajukan Banding usai Disanksi Berat FIFA soal Pemalsuan Dokumen Naturalisasi

Malaysia Ajukan Banding usai Disanksi Berat FIFA soal Pemalsuan Dokumen Naturalisasi

Bola | Sabtu, 27 September 2025 | 08:08 WIB

FIFA Sanksi Malaysia, Dokumen 7 Pemain Naturalisasi Ternyata Palsu

FIFA Sanksi Malaysia, Dokumen 7 Pemain Naturalisasi Ternyata Palsu

Bola | Sabtu, 27 September 2025 | 00:08 WIB

Timnas Indonesia Tanpa Wakil di AFC Awards 2025, Andalan Malaysia Masuk Nominasi Terbaik

Timnas Indonesia Tanpa Wakil di AFC Awards 2025, Andalan Malaysia Masuk Nominasi Terbaik

Bola | Jum'at, 26 September 2025 | 15:50 WIB

Terkini

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:50 WIB

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:44 WIB

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:28 WIB

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota

Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik

Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:21 WIB

Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat

Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:20 WIB

×