Jurnalis Belanda: Rombongan Patrick Kluivert Segera Tinggalkan Jakarta

Arief Apriadi Suara.Com
Selasa, 14 Oktober 2025 | 13:23 WIB
Jurnalis Belanda: Rombongan Patrick Kluivert Segera Tinggalkan Jakarta
Valentijn Driessen menyebut Patrick Kluivert dan staf Belanda gagal total di Timnas Indonesia dan akan segera meninggalkan Jakarta setelah tersingkir dari Piala Dunia 2026.(Instagram/@patrickkluivert9)
Baca 10 detik
  • Jurnalis Belanda menilai Kluivert dan stafnya gagal total memajukan Timnas Indonesia.
  • Driessen menyebut “enklave Belanda” di Jakarta tak layak dipertahankan.
  • Kluivert mengaku kecewa tapi menegaskan proyek fondasi Timnas tetap berlanjut.

Suara.com - Kegagalan Timnas Indonesia menembus Piala Dunia 2026 ternyata tak hanya jadi sorotan publik Tanah Air. Dari Belanda, jurnalis senior Valentijn Driessen melontarkan kritik tajam kepada Patrick Kluivert dan stafnya, yang menurutnya gagal total membawa perubahan nyata untuk sepak bola Indonesia.

Dalam kolomnya di De Telegraaf, Driessen menulis bahwa proyek besar PSSI dengan banyak figur asal Belanda kini berakhir antiklimaks.

“Meski ada banyak personel Belanda di semua level staf dan skuad, mereka disingkirkan oleh Irak,” tulis Driessen, dikutip dari VoetbalPrimeur.

“Penampilan yang buruk melawan lawan yang jauh lebih lemah. Ini pasti akan berujung pada hari perhitungan, dan mayoritas enclave Belanda itu akan segera meninggalkan lapangan di Jakarta. Mereka akan dianggap tidak layak.”

Driessen menyoroti bagaimana Timnas Indonesia menggantungkan harapan besar pada deretan sosok Belanda di tim pelatih.

Selain Kluivert sebagai pelatih kepala, ada Alex Pastoor, Denny Landzaat, Jordy Cruijff, dan Regi Blinker yang turut terlibat.

Kehadiran mereka diharapkan mampu membawa pendekatan modern khas Eropa, sekaligus mempercepat transformasi skuad Garuda menuju level dunia.

Namun, dua kekalahan beruntun dari Arab Saudi dan Irak di ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 membuat impian itu kandas.

Bagi Driessen, performa Indonesia di bawah arahan Kluivert justru memperlihatkan sebaliknya — minim progres, rapuh di pertahanan, dan gagal bersaing di level Asia.

Baca Juga: Turun Kelas ke Piala AFF, Timnas Indonesia Bisa Juara dengan Susunan Pemain Ini

Menanggapi kegagalan tersebut, Patrick Kluivert akhirnya buka suara lewat unggahan di media sosial.

Ia mengaku menanggung kekecewaan yang sama dengan para suporter Indonesia.

“Halo Indonesia,” tulis Kluivert membuka pesannya.

“Saya merasakan rasa sakit dan kekecewaan yang sama seperti kalian. Kekalahan dari Arab Saudi dan Irak menjadi pelajaran pahit, tapi juga pengingat betapa tinggi mimpi yang kita bagi bersama."

Ia menegaskan tanggung jawab penuh ada di tangannya.

“Sebagai pelatih kepala, saya bertanggung jawab penuh. Kami telah memberikan segalanya, dengan hati, disiplin, dan persatuan.”

Namun Kluivert berusaha menekankan bahwa hasil ini bukan akhir. Ia menyebut proyek pembangunan timnas harus terus berjalan.

“Kami memang tidak lolos ke Piala Dunia 2026, tapi kami sudah membangun fondasi baru yang bisa menjadi pijakan untuk percaya diri. Ini bagian dari perjalanan panjang, untuk tim, untuk negara, dan untuk semua yang percaya pada sepak bola Indonesia,” tulisnya lagi.

“Terima kasih untuk semua yang mendukung kami, di stadion, di jalanan, dan di rumah. Suara kalian berarti. Dukungan kalian mendorong kami. Keyakinan kalian menggerakkan kami. Terima kasih!”

Fakta di lapangan menunjukkan penurunan performa yang cukup signifikan sejak Kluivert ditunjuk pada Januari 2025.

Dari enam pertandingan resmi, Timnas Indonesia hanya mampu meraih dua kemenangan (melawan China dan Bahrain), dan sisanya berakhir dengan empat kekalahan.

Termasuk dua kekalahan terakhir di ronde akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 — 2–3 dari Arab Saudi dan 0–1 dari Irak lewat gol tunggal Zidane Iqbal.

Secara keseluruhan, skuad Garuda mencetak enam gol namun kebobolan 14 kali, memperlihatkan betapa rapuhnya pertahanan di bawah kepemimpinan mantan striker Barcelona itu.

Kritik dari Driessen diyakini bukan sekadar opini personal, tapi bisa menjadi sinyal bahwa masa Kluivert di Jakarta segera berakhir.

Dengan hasil yang jauh dari target dan tekanan publik yang meningkat, banyak pihak menilai PSSI harus segera melakukan evaluasi besar-besaran.

Kini, nasib Kluivert dan staf Belandanya tergantung pada keputusan federasi.

Apakah proyek jangka panjang yang digadang-gadang sebagai “era modernisasi” akan diteruskan, atau justru ditutup dengan pemecatan yang tak terelakkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI