Pengamat Nilai Patrick Kluivert Pantas Dipecat

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 16 Oktober 2025 | 18:08 WIB
Pengamat Nilai Patrick Kluivert Pantas Dipecat
Patrick Kluivert (PSSI)
baca 10 detik
  • Kluivert dipecat karena gagal bawa Timnas ke Piala Dunia.

  • Pengamat nilai pemecatan Kluivert konsekuensi logis sepak bola.

  • PSSI harus hati-hati dan dengar publik pilih pelatih.

Suara.com - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah meresmikan pemutusan kontrak terhadap Patrick Kluivert dan jajaran pelatih asal Belanda, menyusul kegagalan Tim Garuda di Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Keputusan memecat Patrick Kluivert dianggap sebagai konsekuensi yang tidak terhindarkan dalam kancah olahraga profesional, terutama sepak bola Indonesia.

Pengamat sepak bola Indonesia, Mohammad Kusnaeni, menyebut langkah ini sebagai pemenuhan dari "hukum sepak bola" yang berlaku secara universal.

“Bisa dikatakan (pemecatan) ini merupakan konsekuensi logis dari hukum sepak bola,” tegas Mohammad Kusnaeni saat dimintai konfirmasi di Jakarta, Kamis.

Patrick Kluivert seharusnya menyadari kegagalannya dalam mencapai target krusial dan memberikan kesempatan kepada pelatih lain yang lebih kompeten.

Analisis Kegagalan Patrick Kluivert

Langkah tegas PSSI ini diambil setelah skuad Timnas Indonesia dipastikan tidak akan melaju ke putaran final Piala Dunia 2026.

Kusnaeni menyoroti bahwa kehadiran Patrick Kluivert di tubuh Timnas Indonesia terjadi pada momen yang sangat tidak ideal.

Pelatih asal Belanda itu datang di saat timnas sedang dalam fase yang sangat krusial menuju Piala Dunia 2026 dan tidak punya cukup pengalaman kepelatihan maupun manajerial menghadapi situasi kritis seperti itu.

baca juga

Ekspektasi publik sepak bola Indonesia yang sangat tinggi terhadap kesuksesan Timnas Indonesia menjadi beban tersendiri.

Apalagi, Patrick Kluivert menggantikan pelatih terdahulu yang begitu disukai dan dianggap telah menunjukkan keberhasilan oleh mayoritas penggemar.

Sayangnya, torehan prestasi Kluivert jauh dari harapan, ia hanya mencatat dua kemenangan dari total enam pertandingan resmi Timnas Indonesia.

"Jadi tidak meyakinkan," katanya, mengomentari statistik kemenangan yang dicapai Patrick Kluivert.

Buruknya Performa Timnas Indonesia di Tangan Kluivert

Dari sisi teknis permainan, Kusnaeni menilai Patrick Kluivert tidak mampu memberikan sentuhan baru atau meningkatkan kualitas bermain Timnas Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Istana Senang Patrick Kluivert Dipecat, Disuruh Cepat Cari Pengganti

Istana Senang Patrick Kluivert Dipecat, Disuruh Cepat Cari Pengganti

Bola | Kamis, 16 Oktober 2025 | 17:40 WIB

Jeje Bongkar Reaksi Shin Tae-yong Usai Tahu Patrick Kluivert Dipecat PSSI

Jeje Bongkar Reaksi Shin Tae-yong Usai Tahu Patrick Kluivert Dipecat PSSI

Bola | Kamis, 16 Oktober 2025 | 17:35 WIB

Dari Formasi Aneh hingga Rotasi Pemain: Deretan Keputusan Patrick Kluivert yang Bikin Fans Geram

Dari Formasi Aneh hingga Rotasi Pemain: Deretan Keputusan Patrick Kluivert yang Bikin Fans Geram

Bola | Kamis, 16 Oktober 2025 | 18:05 WIB

Terkini

DPR Minta Pemerintah Tak Sungkan Terima Bantuan Asing Atasi Karhutla: Ini Juga Tanggung Jawab Mereka

DPR Minta Pemerintah Tak Sungkan Terima Bantuan Asing Atasi Karhutla: Ini Juga Tanggung Jawab Mereka

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:43 WIB

BRI Tebar Diskon Rp50 Ribu di Jaringan Supermarket Premium SBL 2027

BRI Tebar Diskon Rp50 Ribu di Jaringan Supermarket Premium SBL 2027

Bri | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:41 WIB

Bukan Wajib Militer, Negara Justru Lebih Butuh Hacker dan Praktisi IT Buat Jadi 'Komcad'

Bukan Wajib Militer, Negara Justru Lebih Butuh Hacker dan Praktisi IT Buat Jadi 'Komcad'

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:35 WIB

Cara Cek Keaslian SK ASN BKN Resmi Lewat Scan QR Code di HP, Ini Langkahnya

Cara Cek Keaslian SK ASN BKN Resmi Lewat Scan QR Code di HP, Ini Langkahnya

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:34 WIB

Didukung UU, KDMP Dipersilahkan Kelola Tambang

Didukung UU, KDMP Dipersilahkan Kelola Tambang

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:34 WIB

Infinix Note 70 Pro Muncul di EEC, Diduga Bawa Baterai 7.000 mAh dan Layar 144 Hz

Infinix Note 70 Pro Muncul di EEC, Diduga Bawa Baterai 7.000 mAh dan Layar 144 Hz

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:34 WIB

PT SIR Gugat Natura City soal Sengketa Lahan 14 Hektare di Bogor

PT SIR Gugat Natura City soal Sengketa Lahan 14 Hektare di Bogor

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:34 WIB

Lille Bermain Buruk Sebelum Calvin Verdonk Masuk, Ancelotti: Kami Tak Pantas Dibantai Arsenal

Lille Bermain Buruk Sebelum Calvin Verdonk Masuk, Ancelotti: Kami Tak Pantas Dibantai Arsenal

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:33 WIB

Kejagung Periksa Kajari Konawe Fachrizal Terkait Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

Kejagung Periksa Kajari Konawe Fachrizal Terkait Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:33 WIB

PKS Dorong Pileg dan Pilpres Digelar Terpisah dalam Revisi UU Pemilu

PKS Dorong Pileg dan Pilpres Digelar Terpisah dalam Revisi UU Pemilu

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:33 WIB

×