Ismed Sofyan Dukung Timnas Indonesia Dilatih Pelatih Lokal

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 24 Oktober 2025 | 09:03 WIB
Ismed Sofyan Dukung Timnas Indonesia Dilatih Pelatih Lokal
Breaking News! Hari Ini Ismed Sofyan dan King Eze Debut Bersama FC Bekasi City (Instagram @fcbekasi)
baca 10 detik
  • Ismed Sofyan dukung pelatih lokal memimpin Timnas.

  • Pelatih harus berkarakter kuat dan menjadi role model.

  • Atep Rizal pertimbangkan pelatih Eropa dengan karakter kuat.

Suara.com - Mantan bintang tim nasional, Ismed Sofyan, dengan tegas menyuarakan dukungannya agar figur kepelatihan asal Indonesia diberi kepercayaan menakhodai Timnas.

Pendapat ini muncul setelah Federasi Sepak Bola Indonesia memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Patrick Kluivert pada pekan sebelumnya.

Kluivert harus angkat kaki dari kursi kepelatihan tim Garuda usai kegagalan membawa skuad Merah Putih melaju ke putaran final Piala Dunia 2026.

Ismed Sofyan berpandangan bahwa pelatih domestik memiliki kapasitas untuk memimpin tim nasional.

Dia mengutarakan hal tersebut kepada awak media saat menghadiri konferensi pers Lotte Bintang Muda Generasi Emas 2025 di kawasan Jakarta Selatan, hari Kamis.

Pemain legendaris yang mengoleksi 53 penampilan untuk Timnas Indonesia, berdasarkan data dari Transfermarkt, ini menilai kesempatan itu harus dibuka lebar.

"Ini menurut saya, nggak ada salahnya kalau dikasih kepercayaan untuk pelatih-pelatih lokal kita itu juga," kata Ismed.

Menurutnya, peran pelatih lebih pada aspek manajerial dan meracik taktik tim.

"Pelatih kan hanya bisa me-manage, bisa meracik kan tergantung kualitas pemain."

baca juga

Dia melanjutkan, apabila kualitas para pemain sudah mumpuni, tugas peracikan tim tidak akan terlalu memberatkan.

"Saya pikir kalau kualitas pemainnya memang memadain, saya pikir tidak begitu sulit untuk bisa meramu tim ini sebaik mungkin," ujarnya.

Meskipun tidak menyebut satu nama spesifik, mantan penggawa Persija Jakarta yang pernah meraih gelar juara Liga Indonesia ini memberikan kriteria kunci.

Ismed menekankan bahwa sosok pelatih nasional harus memiliki karakter yang tangguh dan mampu menjadi teladan bagi para pemain.

"Kalau saya sih pelatih itu adalah mentor pelatih itu adalah role model jadi memang betul-betul punya karakter, betul-betul jadi role model buat si pemain," ucap Ismed, yang telah pensiun dari lapangan hijau sejak awal tahun 2024.

Karakter tersebut dinilai krusial untuk membentuk mentalitas dan profesionalisme skuad.

Inilah fokus utama yang harus dimiliki oleh siapa pun yang mengisi posisi strategis di Timnas.

Pelatih dengan karisma kuat akan sangat dibutuhkan dalam upaya mendongkrak prestasi tim di kancah internasional.

Di sisi lain acara, mantan pemain kunci Persib Bandung, Atep Rizal, memberikan pandangan yang sedikit berbeda.

Atep menganggap bahwa pelatih dari Benua Eropa mungkin lebih sesuai untuk mengarsiteki Timnas Indonesia yang kini memiliki ambisi besar menuju Piala Dunia 2030.

Legenda yang merasakan gelar juara liga pada musim 2013/2014 itu mengakui kualitas para pelatih lokal di Indonesia.

Namun, ia merasa persaingan di level dunia membutuhkan profil pelatih tertentu.

"Siapa pun nanti pelatihnya menurut saya sih pelatih lokal juga punya banyak kelas tapi memang untuk kita bisa bersaing di levelnya di dunia memang harus pelatih-pelatih yang memiliki karakter yang kuat."

Dengan mempertimbangkan tuntutan kompetisi global, pelatih Eropa dianggap bisa menjadi pilihan yang matang.

"Jadi bisa menjadi pertimbangan, ya mungkin pelatih-pelatih Eropa mungkin ya, saya tidak mau menyebutkan namanya," tutup Atep.

Perdebatan mengenai pelatih lokal versus asing bukan hal baru, terutama setelah Indonesia gagal dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Kegagalan ini terjadi setelah tim Garuda takluk dari tim kuat seperti Arab Saudi dan Irak di babak kualifikasi putaran keempat.

Dalam lima tahun terakhir, Indonesia telah ditangani oleh dua pelatih dengan latar belakang benua yang berbeda.

Sebelum Kluivert dari Eropa (Belanda), Timnas dilatih oleh Shin Tae-yong dari Asia (Korea Selatan).

Kedua arsitek asing tersebut memimpin Timnas Indonesia dalam upaya mereka di Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Sayangnya, perjalanan Tim Garuda terhenti dan mereka gagal mencapai putaran final yang akan digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Oleh karena itu, penunjukan pelatih baru kini menjadi sorotan tajam demi mewujudkan mimpi tampil di Piala Dunia 2030.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Nama Diisukan Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Bagaimana Prestasinya?

4 Nama Diisukan Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Bagaimana Prestasinya?

Bola | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 08:26 WIB

Assist Cemerlang Calvin Verdonk di Liga Europa Tak Mampu Selamatkan Lille dari Kekalahan

Assist Cemerlang Calvin Verdonk di Liga Europa Tak Mampu Selamatkan Lille dari Kekalahan

Bola | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 06:28 WIB

Timur Kapadze Gencar Disuarakan Publik untuk Latih Timnas, PSSI Belum Respons

Timur Kapadze Gencar Disuarakan Publik untuk Latih Timnas, PSSI Belum Respons

Video | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 08:00 WIB

Terkini

Apakah Bedak Saripohatji Masih Ada? Produk Legendaris untuk Cerahkan Wajah

Apakah Bedak Saripohatji Masih Ada? Produk Legendaris untuk Cerahkan Wajah

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Antara Which Is dan Secara: Cara Gen Z Tetap Gaul Tanpa Merusak Bahasa Ibu

Antara Which Is dan Secara: Cara Gen Z Tetap Gaul Tanpa Merusak Bahasa Ibu

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:00 WIB

6 Rekomendasi Sandal Jepit yang Tidak Gampang Putus saat Musim Hujan

6 Rekomendasi Sandal Jepit yang Tidak Gampang Putus saat Musim Hujan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:56 WIB

Pandu Sjahrir Disebut Punya Saham Supra Sekuritas yang Melakukan Transaksi Terkoordinasi

Pandu Sjahrir Disebut Punya Saham Supra Sekuritas yang Melakukan Transaksi Terkoordinasi

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:53 WIB

Suahasil Tetapkan Batas Defisit APBD 2027 Maksimal 2,5 Persen, Utang Pemda Makin Diperketat

Suahasil Tetapkan Batas Defisit APBD 2027 Maksimal 2,5 Persen, Utang Pemda Makin Diperketat

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:53 WIB

Bak Tukang Sayur, Viral Kopdes Merah Putih Jualan Keliling Bawa Sembako di Mojokerto

Bak Tukang Sayur, Viral Kopdes Merah Putih Jualan Keliling Bawa Sembako di Mojokerto

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:51 WIB

Penuh Nostalgia! Trio Bajaj Resmi Comeback di Para Pencari Tuhan Jilid 20

Penuh Nostalgia! Trio Bajaj Resmi Comeback di Para Pencari Tuhan Jilid 20

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar Berlangsung Lima Hari, Hadirkan Beragam Aktivitas

Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar Berlangsung Lima Hari, Hadirkan Beragam Aktivitas

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade

Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:33 WIB

Bedak Padat Purbasari Apa Mengandung SPF? Ini Klaim dan Penjelasannya

Bedak Padat Purbasari Apa Mengandung SPF? Ini Klaim dan Penjelasannya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:32 WIB

×