-
Tiga pemain Timnas U-17 berpotensi besar dilirik talent scouting.
-
Fandi, Evandra, dan Baker siap unjuk gigi di Piala Dunia U-17.
-
Nova Arianto siapkan skuad muda hadapi grup neraka.
Suara.com - Skuad Garuda Muda yang dipimpin pelatih Nova Arianto akan segera memulai petualangan mereka dalam turnamen sepak bola bergengsi Piala Dunia U-17 2025.
Ini merupakan kali kedua Timnas Indonesia U-17 berpartisipasi dalam sejarah keikutsertaan mereka di ajang akbar kelompok umur tersebut.
Sebanyak 21 nama pemain terbaik telah dipilih oleh Nova Arianto untuk mengemban tugas berat bertanding di tingkat global.
Para pemain tersebut dituntut memiliki mental yang kuat mengingat mereka berada dalam kelompok yang diisi oleh tim-tim hebat.
Timnas Indonesia U-17 tergabung dalam grup yang sangat menantang bersama raksasa sepak bola Brasil, Honduras, serta Zambia yang dikenal memiliki performa sensasional.

Demi mematangkan kesiapan, dua laga uji coba krusial telah dijalani skuad muda ini melawan tim kuat Paraguay dan Pantai Gading.
Laga-laga pemanasan tersebut bertujuan agar para pemain terbiasa menghadapi intensitas dan kekuatan dari lawan-lawan kelas dunia.
Saat ini, Timnas Indonesia U-17 telah berada di Qatar untuk bersiap menghadapi pertandingan perdana mereka.
Ujian pertama bagi Garuda Muda akan terjadi besok, Selasa (4/11), ketika mereka akan berhadapan langsung dengan Zambia.
Beberapa nama dalam daftar 21 pemain tersebut diprediksi akan mengisi susunan pemain inti pada pertandingan-pertandingan penting ini.
Penampilan yang memukau dan konsisten dari para pemain muda ini akan menjadi sorotan utama bagi para pemandu bakat yang hadir di Piala Dunia U-17.
Artikel ini secara khusus akan mengulas tiga pemain Timnas Indonesia yang dianggap underrated namun memiliki potensi besar untuk menarik minat tim scouting internasional.

Pertama adalah Fandi Ahmad Muzaki, seorang gelandang serang yang memiliki tinggi badan 156 cm, yang posturnya tidak menjadikannya pemain biasa saja.
Talenta luar biasa Fandi Ahmad telah terasah melalui kiprahnya bersama Persija Jakarta di berbagai level Elite Pro Academy U-16, U-18, hingga U-20.
Pelatih Nova Arianto selalu mempercayakan Fandi Ahmad untuk berada di dalam skuadnya pada setiap kesempatan.
Fandi Ahmad Muzaki membuat debut yang memukau bersama Timnas Indonesia saat melawan Singapura di ajang Piala AFF U-16.
Jika ia mampu menunjukkan performa impresif selama Piala Dunia U-17, peluangnya untuk dipantau scouting internasional dan meniti karier di Eropa akan terbuka lebar.
Pemain kedua adalah Evandra Florasta, yang namanya mulai dikenal luas sejak turnamen Piala Asia U-17 tahun 2025.
Evandra menjadi penentu kemenangan Timnas Indonesia atas Korea Selatan berkat gol semata wayangnya pada saat itu.

Pemain yang bernaung di Bhayangkara FC ini kembali mendapatkan kepercayaan dari Nova Arianto untuk tampil di Piala Dunia U-17 dan bertekad memanfaatkan kesempatan emas ini.
Saat diwawancarai oleh FIFA, Evandra Florasta menunjukkan semangat besar dan ambisi tinggi bersama Timnas Indonesia meskipun harus bersaing dengan Brasil, sang juara dunia.
Pemain terakhir yang wajib diperhatikan adalah Matthew Baker, yang merupakan satu dari empat pemain keturunan yang dipanggil, bersama Mike Rajasa, Eizar Jacob Tanjung, dan Lucas Lee.
Meskipun baru berusia 16 tahun, Matthew Baker telah memiliki rekam jejak yang impresif bersama klub Australia, Melbourne City FC.
Pada bulan Juli lalu, Matthew Baker bahkan mendapatkan perpanjangan kontrak yang berlaku hingga tahun 2028 dari klub Liga Australia tersebut.
Matthew Baker memiliki garis keturunan Australia dari ayahnya, namun ia menunjukkan komitmen kuat membela timnas Indonesia sejak usia muda, yang membuatnya dipuji fans.
Berposisi sebagai bek kiri, Matthew Baker selalu menjadi pilihan utama dan tidak pernah absen di skuad Nova Arianto saat berlaga di Piala Asia maupun Piala AFF.
Kini Matthew Baker kembali dipercaya untuk membawa harum nama Timnas Indonesia di Piala Dunia U-17.
Penampilan maksimalnya akan menjadi magnet bagi talent scouting yang siap merekrut bintang muda berbakat.
