-
PSSI telah kantongi lima calon pelatih Timnas Indonesia.
-
Kandidat masih terikat kontrak; nama mereka dirahasiakan.
-
Seleksi ketat dan wawancara akan digelar minggu depan.
Suara.com - Asosiasi Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) tengah gencar mencari sosok terbaik untuk menukangi Timnas Indonesia.
Proses seleksi pelatih baru Skuad Garuda kini memasuki babak krusial dengan lima nama sudah berada di kantong otoritas sepak bola nasional.
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, sekaligus Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, memberikan petunjuk penting terkait status para kandidat.
Ia mengisyaratkan bahwa sebagian besar dari lima nomine tersebut saat ini masih aktif menjalankan tugas sebagai pelatih di klub maupun tim nasional lain.
Ini berarti PSSI harus bergerak hati-hati karena para kandidat tersebut belum berstatus bebas dari ikatan kontrak yang berjalan.
Keputusan untuk menjaga kerahasiaan identitas kelima calon pelatih itu diambil oleh PSSI sebagai bentuk penghormatan terhadap privasi mereka dan kewajiban kontrak yang masih berlaku.
Sumardji menjelaskan alasan di balik keputusan ini dalam sebuah konferensi pers yang diselenggarakan di GBK Arena.
“Para pelatih ini masih berada di klub dan timnas suatu negara, jadi tidak mungkin kami membuka nama-namanya,” ujar Sumardji, menekankan sensitivitas situasi ini.
Pernyataan tersebut secara otomatis menutup spekulasi publik mengenai nama-nama yang sedang dibidik oleh PSSI.
Baca Juga: Indonesia Host FIFA Series 2026, Erick Thohir Puji Apresiasi Tanpa Henti FIFA
Saat ini, masyarakat penggemar sepak bola hanya dapat merangkai teka-teki mengenai siapa saja sosok berkualitas yang tengah dipertimbangkan untuk memimpin Timnas.
Beberapa figur pelatih asing dengan rekam jejak mentereng santer dikaitkan dengan kursi panas kepelatihan Timnas Indonesia.
Salah satu yang kini menjadi perbincangan hangat adalah Heimir Hallgrimsson, seorang pelatih asal Islandia yang saat ini menakhodai Timnas Irlandia.
Hallgrimsson menarik perhatian PSSI karena keberhasilannya membawa Irlandia melaju ke putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa.
Pengalaman internasionalnya yang kaya menjadikannya salah satu kandidat kuat yang patut diperhitungkan dalam seleksi ini.
Selain itu, ada pula nama Bojan Hodak, juru taktik asal Kroasia yang kini sukses besar bersama Persib Bandung di kancah domestik.
Hodak membuktikan kualitasnya dengan meraih dua gelar juara Liga 1 secara beruntun, menjadikannya figur yang dianggap layak memegang kendali Timnas.
Timur Kapadze, pelatih dari Uzbekistan, juga muncul dalam daftar spekulasi calon arsitek baru Skuad Garuda.
Kapadze sempat mencatatkan prestasi gemilang dengan membawa Uzbekistan lolos ke Piala Dunia 2026, meskipun kini ia bergeser posisi menjadi asisten setelah kedatangan Fabio Cannavaro.
Reputasi dan kontribusinya pada perkembangan sepak bola Uzbekistan menjamin namanya tetap berada dalam radar pertimbangan PSSI.
PSSI memastikan bahwa kelima kandidat ini akan melalui serangkaian proses seleksi yang sangat ketat dan terstruktur.
Tahap penting selanjutnya adalah wawancara mendalam yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada pekan depan.
Proses penilaian terhadap para pelatih ini akan dipimpin langsung oleh Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers, berkolaborasi dengan Sumardji.
Sumardji menjelaskan alur penentuan pelatih baru yang sangat berorientasi pada kualitas.
“Kami ingin menentukan yang terbaik. Semua proses masuk ke Direktur Teknik terlebih dahulu,” jelas Sumardji, menggarisbawahi profesionalisme dalam proses pemilihan.
Seluruh data, rekam jejak, dan hasil wawancara akan diolah serta dievaluasi secara komprehensif oleh tim PSSI.
Hanya kandidat yang dinilai paling unggul dan memenuhi kriteria ketat yang akan dipilih untuk memegang jabatan sebagai pelatih kepala.
Penantian publik terhadap identitas pelatih baru yang akan dipercaya memimpin Timnas Indonesia dalam menghadapi kompetisi internasional pun semakin memuncak.
Keputusan final ini akan segera diumumkan setelah semua tahapan seleksi dan evaluasi rampung.