-
Inter Milan kalah 0-1 dari AC Milan di Derbi Milan.
-
Pelatih Chivu minta tim segera belajar dan fokus Liga Champions.
-
Meskipun kalah, jarak Inter dan Milan di klasemen Liga Italia masih rapat.
Suara.com - Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, menyerukan agar skuadnya segera menarik pelajaran berharga setelah ditundukkan rival sekota, AC Milan, dalam laga derbi di Giuseppe Meazza.
Inter menyerah dengan skor tipis 0-1 dalam pertandingan lanjutan Liga Italia musim 2025/2026 yang berlangsung pada Senin dini hari WIB.
Gol tunggal yang memastikan kemenangan AC Milan dicetak oleh Christian Pulisic pada menit ke-54.
Hasil ini memperpanjang catatan minor Inter, di mana Nerazzurri telah menelan empat kekalahan dalam 12 pertemuan terakhir melawan Rossoneri.
Namun, Chivu tidak ingin berlama-lama larut dalam kekecewaan dan meminta perhatian penuh dialihkan ke pertandingan Eropa.
Chivu menekankan bahwa para pemain harus menunjukkan respons positif usai kekalahan tersebut, mengingat jadwal padat di depan mata.
Tim harus segera memulihkan kondisi dan fokus mempersiapkan diri untuk kunjungan ke markas Atletico Madrid.
Pertandingan tersebut merupakan lanjutan kompetisi Liga Champions UEFA 2025/2026 yang dijadwalkan pada Kamis, 27 November dini hari WIB.
Chivu menyadari pentingnya kondisi fisik dan mental yang prima untuk menghadapi tantangan di kandang lawan.
Baca Juga: Survei Dibuka! Interisti dan Milanisti, Siapa Pemenang Inter vs AC Milan?
"Kami harus siap secara fisik dan mental," tutur Chivu.
Dia menegaskan bahwa setiap tim harus memahami momen yang tepat untuk bangkit setelah mengalami kegagalan.
"Dalam sepak bola, anda harus mengetahui kapan bangkit, kapan belajar dari kesalahan dan terus meningkatkan kualitas karena kompetisi masih panjang," ujar Chivu, dikutip dari laman Inter Milan.
Walaupun kalah, Inter Milan masih mempertahankan posisi kompetitif di papan atas klasemen sementara Liga Italia 2025/2026.
Inter saat ini menempati peringkat keempat dengan perolehan 24 poin dari 12 pertandingan yang telah dilalui.
Mereka hanya terpaut satu angka dari AC Milan, yang berada di peringkat kedua dengan total 25 poin dari jumlah laga yang sama.
Jarak poin yang sangat rapat ini menunjukkan persaingan ketat di puncak klasemen musim ini.
Chivu mengakui bahwa jumlah kekalahan dalam derbi adalah hal yang patut dikritisi.
"Kalah empat kali dari 12 laga itu terlalu banyak. Namun jarak kami di klasemen masih rapat," kata Chivu.
Dalam laga derbi tersebut, Inter Milan sebenarnya memiliki kesempatan emas untuk menyamakan kedudukan dan mengubah jalannya pertandingan.
Kesempatan itu datang pada menit ke-74, ketika wasit memberikan hadiah penalti untuk Inter.
Sayangnya, eksekusi yang dilakukan oleh Hakan Calhanoglu dari titik putih gagal membuahkan gol.
Kegagalan penalti itu menjadi salah satu faktor yang membuat Nerazzurri harus mengakui keunggulan rival abadinya.
Meskipun demikian, Chivu menolak untuk mengarahkan kesalahan kepada satu individu pemain atas hasil minor yang didapat tim.
Pelatih asal Rumania tersebut berprinsip bahwa seluruh elemen tim memikul tanggung jawab yang sama.
"Saya tidak ingin mencari alasan atau menyalahkan siapapun. Kami semua berada dalam hal ini, baik ketika sukses maupun kalah," kata Chivu.
Pandangan ini menegaskan pentingnya solidaritas dan tanggung jawab kolektif di dalam tim.
Fokus utama saat ini adalah segera memperbaiki kesalahan dan menunjukkan performa terbaik melawan Atletico Madrid.