Kata-kata Kolega Shin Tae-yong, Vietnam Jadi Raja Sepak Bola ASEAN di SEA Games 2025

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Jum'at, 19 Desember 2025 | 13:06 WIB
Kata-kata Kolega Shin Tae-yong, Vietnam Jadi Raja Sepak Bola ASEAN di SEA Games 2025
Hasil imbang Vietnam saat dijamu Filipina membuatnya tidak langsung meraih tiket babak semifinal Piala AFF 2024.
  • Vietnam U-22 juara SEA Games 2025 usai kalahkan Thailand 3-2 di laga final dramatis.

  • Pelatih Kim Sang-sik berhasil membawa Vietnam bangkit dari ketertinggalan dua gol atas Thailand.

  • Medali emas SEA Games 2025 resmi menjadi milik Vietnam lewat kemenangan babak tambahan.

Suara.com - Panggung sepak bola Asia Tenggara, SEA Games 2025 kembali menyaksikan dominasi luar biasa dari skuad muda berjuluk Golden Star Warriors.

Pasukan Vietnam U-22 berhasil memastikan diri sebagai penguasa baru kawasan ini setelah memenangi partai puncak yang sangat menguras emosi.

Pertandingan yang berlangsung di markas lawan tersebut menjadi bukti sahih kekuatan mental para pemain asuhan pelatih Kim Sang-sik, kolega Shin tae-yong eks Pelatih Timnas Indonesia yang sama-sama dari Korea Selatan.

Stadion Rajamangala yang dipadati pendukung tuan rumah menjadi saksi bisu bagaimana kejayaan direbut dengan cara yang tidak mudah.

Kemenangan dengan skor akhir 3-2 pada hari Kamis malam itu memastikan medali emas mendarat ke tangan tim tamu.

Laga final ini menyuguhkan tensi tinggi sejak peluit pertama dibunyikan oleh wasit yang memimpin jalannya pertandingan.

Tuan rumah Thailand langsung mengambil inisiatif serangan dan mengurung lini pertahanan Vietnam dengan sangat intens.

Kondisi lapangan dan atmosfer stadion yang riuh sempat membuat para pemain muda Vietnam merasa tertekan di menit awal.

Koordinasi antarlini yang belum padu membuat aliran bola tim tamu seringkali terputus di tengah jalan sebelum mencapai gawang.

Kesulitan ini dimanfaatkan dengan sangat baik oleh tim Gajah Perang untuk menciptakan keunggulan di papan skor.

Memasuki paruh pertama pertandingan, gawang Vietnam harus bergetar sebanyak dua kali akibat serangan kilat lawan.

Ketinggalan dua gol tanpa balas sebelum turun minum menjadi ujian terberat bagi seluruh anggota tim dalam laga final tersebut.

Banyak pihak mengira bahwa harapan Vietnam untuk membawa pulang medali emas telah tertutup rapat di babak pertama.

Namun, jeda pertandingan menjadi momentum krusial bagi pelatih asal Korea Selatan tersebut untuk mengubah jalannya sejarah.

Evaluasi taktik yang dilakukan di ruang ganti terbukti sangat efektif dalam mengubah skema permainan Vietnam pada babak kedua.

Perubahan besar terlihat pada gaya bermain Vietnam yang menjadi lebih agresif dan berani melakukan penetrasi ke area lawan.

Skema serangan yang lebih terorganisir membuat lini belakang Thailand mulai kewalahan menghadapi kecepatan para penyerang sayap.

Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil manis ketika satu demi satu gol balasan berhasil disarangkan ke gawang lawan.

Kedudukan yang kembali imbang 2-2 membuat jalannya pertandingan menjadi semakin tidak terduga bagi kedua kesebelasan.

Waktu normal sembilan puluh menit berakhir dengan hasil seri sehingga laga harus dilanjutkan menuju babak tambahan waktu.

Tensi pertandingan yang semakin memanas membuat setiap pemain harus menjaga fokus dan stamina mereka hingga detik terakhir.

Vietnam menunjukkan keunggulan fisik yang lebih stabil dibandingkan pemain Thailand yang mulai terlihat mengalami kelelahan.

Celah di lini pertahanan tuan rumah akhirnya berhasil dieksploitasi dengan sangat cerdik oleh barisan depan Vietnam.

Gol penentu kemenangan tercipta di masa tambahan waktu yang sekaligus memastikan skor berbalik unggul menjadi 3-2.

Keberhasilan melakukan comeback luar biasa atau remontada ini disambut dengan perayaan emosional oleh seluruh pemain dan staf pelatih.

Prestasi ini sekaligus memutus keraguan publik terhadap kualitas regenerasi pemain sepak bola yang dimiliki oleh negara Vietnam.

Kim Sang-sik dianggap sebagai aktor intelektual di balik transformasi mental juara yang kini melekat kuat pada diri para pemainnya.

Ia berhasil membuktikan bahwa kedisiplinan taktik dan ketenangan psikologis adalah kunci utama untuk memenangi laga besar.

Keberhasilan di SEA Games 2025 ini diprediksi akan menjadi awal dari era baru kejayaan sepak bola Vietnam di tingkat internasional.

Semangat juang yang ditunjukkan di Stadion Rajamangala menjadi pesan kuat bagi seluruh kompetitor mereka di Asia Tenggara.

Setelah upacara penyerahan medali, Kim Sang-sik memberikan keterangan resmi mengenai perasaan pribadinya atas pencapaian bersejarah ini.

Ia tidak dapat menutupi kegembiraannya melihat anak asuhnya mampu berdiri di podium tertinggi setelah perjuangan yang sangat melelahkan.

"Saya sangat senang memenangkan medali emas SEA Games untuk pertama kalinya. Ini semua berkat usaha dan semangat pantang menyerah pemain," kata Kim dilansir dari VN Express, Jumat (19/12/2025).

Menurut sang pelatih, komunikasi yang baik di dalam ruang ganti menjadi faktor pembeda yang membangkitkan moral tim.

Ia memilih untuk memberikan ketenangan daripada memberikan tekanan tambahan kepada para pemain saat mereka sedang tertinggal.

Pendekatan emosional yang dilakukan Kim Sang-sik terbukti mampu memulihkan kepercayaan diri pemain dalam waktu yang sangat singkat.

Ia meyakini bahwa aspek psikologis memegang peranan sebesar lima puluh persen dalam menentukan hasil akhir sebuah pertandingan sepak bola.

"Saya hanya berbicara dengan lembut kepada para pemain, memberi tahu mereka bahwa kami masih memiliki kesempatan dan tidak boleh menyerah. Kita harus berjuang sampai akhir," kata Kim Sang Sik.

Motivasi tersebut diperkuat dengan kenangan manis mengenai prestasi para senior mereka yang pernah berjaya di lokasi pertandingan yang sama.

Inspirasi dari sejarah masa lalu di Stadion Rajamangala dijadikan bahan bakar tambahan untuk mengejar ketertinggalan skor.

Kemenangan atas Thailand di kandangnya sendiri merupakan pencapaian yang sangat prestisius bagi dunia sepak bola Vietnam saat ini.

Publik sepak bola Asia Tenggara kini memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi yang ditunjukkan oleh skuad muda Vietnam.

Pencapaian medali emas ini akan menjadi modal berharga bagi mereka untuk menghadapi kompetisi yang lebih tinggi di masa mendatang.

Para pendukung setia Vietnam menyambut kepulangan pahlawan olahraga mereka dengan antusiasme yang sangat luar biasa di bandara.

SEA Games 2025 resmi menjadi tonggak sejarah baru di mana Vietnam kembali menegaskan statusnya sebagai raja sepak bola kawasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadwal SEA Games 2025 Hari Ini, Timnas Futsal Indonesia vs Thailand Wajib Menang Demi Medali Emas

Jadwal SEA Games 2025 Hari Ini, Timnas Futsal Indonesia vs Thailand Wajib Menang Demi Medali Emas

Bola | Jum'at, 19 Desember 2025 | 12:52 WIB

Jadwal SEA Games 2025 Hari Ini, Final Voli Putra Indonesia vs Thailand

Jadwal SEA Games 2025 Hari Ini, Final Voli Putra Indonesia vs Thailand

Sport | Jum'at, 19 Desember 2025 | 11:41 WIB

Taklukan Malaysia di SEA Games 2025, Timnas Futsal Indonesia Merasa Kalah, Ada Apa?

Taklukan Malaysia di SEA Games 2025, Timnas Futsal Indonesia Merasa Kalah, Ada Apa?

Bola | Jum'at, 19 Desember 2025 | 11:17 WIB

Terkini

Thibaut Courtois Alami Cedera Otot Paha, Harus Absen 1,5 Bulan

Thibaut Courtois Alami Cedera Otot Paha, Harus Absen 1,5 Bulan

Bola | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:50 WIB

Jadwal Perempat Final Liga Europa 2025/26, Inggris Punya Dua Wakil

Jadwal Perempat Final Liga Europa 2025/26, Inggris Punya Dua Wakil

Bola | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:46 WIB

Calvin Verdonk Cs Tersingkir, Berikut Hasil Lengkap Leg Kedua 16 Besar Liga Europa

Calvin Verdonk Cs Tersingkir, Berikut Hasil Lengkap Leg Kedua 16 Besar Liga Europa

Bola | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:40 WIB

8 Tim yang Lolos ke Babak Perempat Final Liga Conference, Berikut Jadwalnya

8 Tim yang Lolos ke Babak Perempat Final Liga Conference, Berikut Jadwalnya

Bola | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:36 WIB

FIFA Resmi Berikan 3 Sanksi untuk Israel

FIFA Resmi Berikan 3 Sanksi untuk Israel

Bola | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:32 WIB

Tatap FIFA Series di Indonesia, Bulgaria Rilis Jadwal Padat dan Terbang dengan Pesawat Carter

Tatap FIFA Series di Indonesia, Bulgaria Rilis Jadwal Padat dan Terbang dengan Pesawat Carter

Bola | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:10 WIB

Ivan Kolev Sentil Tren Naturalisasi di Timnas Indonesia: Era Saya Pemain Lokal Diutamakan

Ivan Kolev Sentil Tren Naturalisasi di Timnas Indonesia: Era Saya Pemain Lokal Diutamakan

Bola | Jum'at, 20 Maret 2026 | 06:05 WIB

Usul Ditolak FIFA, Timnas Iran Pastikan Tampil di Piala Dunia 2026 tapi...

Usul Ditolak FIFA, Timnas Iran Pastikan Tampil di Piala Dunia 2026 tapi...

Bola | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:15 WIB

Bos Grup Djarum Michael Bambang Hartono Tutup Usia, Klub Serie A Ucap Belasungkawa

Bos Grup Djarum Michael Bambang Hartono Tutup Usia, Klub Serie A Ucap Belasungkawa

Bola | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:53 WIB

Atmosfer Suporter Garuda Bikin Luke Vickery Merinding, Siap Bela Timnas Indonesia

Atmosfer Suporter Garuda Bikin Luke Vickery Merinding, Siap Bela Timnas Indonesia

Bola | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:05 WIB