-
Real Betis sukses mengalahkan Getafe 4-0 dan kokoh di posisi enam klasemen sementara.
-
Aitor Ruibal mencetak dua gol dalam kemenangan telak Real Betis atas tim tamu Getafe.
-
Elche juga menang besar 4-0 atas Rayo Vallecano pada pertandingan Liga Spanyol lainnya.
Gol tersebut membuat seisi stadion bergemuruh dan memberikan tekanan mental yang cukup besar bagi barisan pertahanan Getafe.
Sebelum turun minum Betis hampir saja menambah keunggulan andai tembakan pemain mereka tidak diblok secara heroik oleh Djene.
Memasuki paruh kedua pertandingan skuat Manuel Pellegrini sama sekali tidak mengendurkan intensitas serangan mereka ke jantung pertahanan.
Pada menit ke-49 gol kedua yang dinanti-nanti akhirnya tercipta melalui sebuah skema serangan balik yang sangat efektif.
Antony melepaskan tendangan melengkung yang mengenai tiang gawang namun bola liar sukses dikonversi menjadi gol oleh Ruibal.
Skor berubah menjadi 2-0 dan Aitor Ruibal mencatatkan namanya kembali di papan skor untuk kedua kalinya malam itu.
Hanya berselang tiga menit kemudian tepatnya pada menit ke-52 gawang Getafe kembali bergetar untuk yang ketiga kalinya.
Pablo Fornals dengan cerdik memanfaatkan umpan jauh dari Cucho Hernandez untuk menaklukkan kiper lawan dalam situasi satu lawan satu.
Getafe sebenarnya sempat memperkecil ketertinggalan melalui aksi Borja Mayoral namun wasit menganulir gol tersebut karena posisi offside.
Nestapa tim tamu semakin bertambah saat Real Betis mencetak gol keempat mereka pada menit ke-60 melalui Cucho Hernandez.
Hernandez sukses menyambar bola hasil tendangan Marc Roca untuk memastikan kemenangan besar bagi tim asal kota Seville tersebut.
Meskipun sudah unggul jauh Antony masih terus berupaya menambah pundi gol namun peluangnya belum membuahkan hasil maksimal.
Pablo Fornals juga sempat menyarangkan bola ke gawang lawan lagi namun hakim garis mengangkat bendera tanda offside.
Pada menit ke-88 drama terjadi ketika wasit menunjuk titik putih untuk Getafe setelah melakukan peninjauan melalui layar VAR.
Borja Mayoral yang maju sebagai eksekutor gagal menjalankan tugasnya setelah tendangannya justru melenceng jauh dari sasaran utama.
Di tempat lain dalam jornada yang sama Elche juga berhasil meraih kemenangan dengan skor identik atas tamunya.
Rayo Vallecano harus pulang dengan tangan hampa setelah dilumat empat gol tanpa balas oleh tim tuan rumah Elche.
Pesta gol Elche dimulai sejak menit keenam berkat aksi brilian Hector Fort yang membuka keran gol timnya.
Keunggulan tersebut bertahan lama sebelum Alvaro Rodriguez menggandakan skor menjadi 2-0 pada pertengahan babak kedua menit ke-67.
Hanya butuh tiga menit bagi Elche untuk mencetak gol ketiga yang dilesakkan oleh German Valera pada menit ke-70.
Martim Neto melengkapi kemenangan besar Elche lewat gol penutup yang tercipta pada masa tambahan waktu babak kedua tepatnya.
Hasil impresif ini membawa Elche merangkak naik ke posisi kesembilan klasemen sementara Liga Spanyol dengan koleksi 22 poin.
Sementara itu Rayo Vallecano harus rela tertahan di peringkat ke-15 setelah menelan kekalahan ketujuh mereka pada musim ini.
Pertandingan pekan ini benar-benar didominasi oleh tim tuan rumah yang tampil sangat klinis di depan gawang lawan masing-masing.
Susunan pemain Real Betis melibatkan Alvaro Valles sebagai kiper utama didukung oleh lini pertahanan tangguh pimpinan Marc Bartra.
Lini tengah Betis diperkuat oleh Nelson Deossa dan Marc Roca yang bertugas mengatur ritme permainan sepanjang laga berjalan sengit.
Di sisi lawan Getafe menurunkan David Soria serta barisan bek yang dipimpin oleh Domingos Duarte dan kapten Djene.
Jose Bordalas selaku pelatih Getafe tampak kesulitan meredam kreativitas serangan yang dibangun oleh Pablo Fornals dan kawan-kawan malam itu.
Kemenangan ini memberikan sinyal kuat bahwa Real Betis siap bersaing memperebutkan tiket kompetisi Eropa pada musim mendatang nanti.
Para penggemar kini menantikan konsistensi permainan menyerang yang diperagakan oleh anak asuh Pellegrini di pertandingan-pertandingan selanjutnya yang menanti.
Efektivitas serangan balik menjadi kunci utama keberhasilan Betis dalam menghancurkan pertahanan rendah yang diterapkan oleh para pemain Getafe.
Statistik menunjukkan bahwa tuan rumah sangat dominan dalam penguasaan bola maupun jumlah tembakan tepat sasaran ke gawang lawan.
Kekalahan telak ini menjadi bahan evaluasi serius bagi manajemen Getafe untuk memperbaiki performa tim di putaran kedua liga.
Atmosfer di Estadio de la Cartuja sangat luar biasa dan memberikan energi tambahan bagi para penggawa Real Betis.
Dengan berakhirnya laga ini maka seluruh tim bersiap untuk menghadapi tantangan baru di awal tahun 2026 mendatang.
