Fabio Capello: Wasit seperti Mafia, VAR Bikin Saya Gila

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 06 Januari 2026 | 07:02 WIB
Fabio Capello: Wasit seperti Mafia, VAR Bikin Saya Gila
Fabio Capello. [FRANCK FIFE / AFP]
baca 10 detik
  • Fabio Capello mengkritik keras kualitas wasit dan menyebut mereka sebagai organisasi mafia tertutup.

  • Mantan pelatih timnas Inggris ini mengusulkan mantan pemain dilibatkan dalam ruang kontrol VAR.

  • Capello merasa wasit tidak memahami dinamika fisik asli pemain sepak bola saat bertanding.

Suara.com - Legenda kepelatihan Italia, Fabio Capello, melontarkan kritik keras terhadap kualitas wasit modern.

Mantan pelatih AC Milan, Real Madrid, AS Roma, Juventus, hingga tim nasional Inggris itu bahkan menyebut para wasit sebagai mafia dan mengajukan solusi tegas untuk memperbaiki sistem Video Assistant Referee (VAR).

Pernyataan kontroversial tersebut disampaikan Capello dalam wawancancara mendalam bersama media Spanyol, Marca, pada Senin (5/1/2026).

Dalam kesempatan itu, Capello tak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya terhadap banyaknya keputusan kontroversial yang melibatkan VAR di sepak bola saat ini.

Saat ditanya soal standar perwasitan, Capello langsung bereaksi keras. “Sudahlah, sudahlah. Ini topik yang membuat saya sangat marah,” ujar Capello.

Menurutnya, banyak kesalahan terjadi karena pengambil keputusan di ruang VAR tidak benar-benar memahami dinamika di lapangan.

Capello menilai para wasit enggan melibatkan mantan pemain dalam sistem VAR, padahal mereka memiliki pemahaman yang lebih alami soal gerakan dan kontak fisik di sepak bola.

“Wasit adalah sebuah mafia. Mereka tidak ingin mantan pemain terlibat di VAR, padahal mereka memahami gerakan-gerakan dalam sepak bola, bagaimana pemain menahan diri atau melindungi tubuhnya,” tegas Capello.

Capello juga menyoroti keputusan wasit yang kerap meniup peluit saat terjadi kontak ringan.

baca juga

Ia mencontohkan situasi ketika seorang pemain disentuh di wajah lalu langsung terjatuh.

“Seorang pemain tersentuh di wajah lalu langsung jatuh, dan wasit meniup peluit. Kenapa harus ditiup? Kalau saya tingginya 1,90 meter dan lawan 1,75 meter, posisi lengan saya memang setinggi wajahnya. Kenapa itu dianggap pelanggaran? Itu membuat saya gila. Benar-benar gila,” ujarnya.

Tak hanya mengkritik, Capello juga menawarkan solusi konkret.

Ia menyarankan agar setidaknya satu mantan pemain ditempatkan di ruang VAR untuk membantu memberi perspektif sepak bola yang lebih realistis kepada wasit.

“Masukkan satu mantan pemain di sana, yang bisa mengatakan ke wasit: ‘Menurut saya ini bukan penalti’ atau ‘Ini penalti’,” kata Capello.

Kontributor: Adam Ali

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sisi Lain Cristian Chivu, Muka Kalem Tapi Bisa Meledak-ledak sampai Kehilangan Suara

Sisi Lain Cristian Chivu, Muka Kalem Tapi Bisa Meledak-ledak sampai Kehilangan Suara

Bola | Senin, 05 Januari 2026 | 14:50 WIB

Napoli Sukses Tekuk Lazio di Olimpico, Antonio Conte: Ini Tanda-tanda

Napoli Sukses Tekuk Lazio di Olimpico, Antonio Conte: Ini Tanda-tanda

Bola | Senin, 05 Januari 2026 | 08:45 WIB

Jay Idzes Masuk Jajaran 10 Besar emain yang Paling Sering Tampil di Serie A Italia

Jay Idzes Masuk Jajaran 10 Besar emain yang Paling Sering Tampil di Serie A Italia

Bola | Minggu, 04 Januari 2026 | 13:10 WIB

Terkini

Polemik Masa Jabatan Kapolri, Pengamat Sebut UUD 1945 Beri Ruang Open Legal Policy

Polemik Masa Jabatan Kapolri, Pengamat Sebut UUD 1945 Beri Ruang Open Legal Policy

News | Selasa, 08 September 2026 | 19:16 WIB

Pefindo Beri Peringkat idAAA ke BTN

Pefindo Beri Peringkat idAAA ke BTN

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 19:12 WIB

5 Hari Terbakar, Kebun Raya Sriwijaya Belum Padam dan Helikopter Dikerahkan

5 Hari Terbakar, Kebun Raya Sriwijaya Belum Padam dan Helikopter Dikerahkan

Sumsel | Selasa, 08 September 2026 | 19:10 WIB

Mahkota Perjuangan: Menelusuri Makna di Balik Gaya Rambut Cornrow

Mahkota Perjuangan: Menelusuri Makna di Balik Gaya Rambut Cornrow

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 19:10 WIB

Viral JPO Dewi Sartika, Pramono Anung Tagih Tanggung Jawab Pengembang

Viral JPO Dewi Sartika, Pramono Anung Tagih Tanggung Jawab Pengembang

News | Selasa, 08 September 2026 | 19:06 WIB

Implementasi B50 Banyak Kendalanya

Implementasi B50 Banyak Kendalanya

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 19:02 WIB

Menko Zulhas Akui MBG Gagal: Anggaran Besar, Dua Tahun Berjalan, Banyak Masalah!

Menko Zulhas Akui MBG Gagal: Anggaran Besar, Dua Tahun Berjalan, Banyak Masalah!

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 19:00 WIB

Review Novel Last Minute in Manhattan: Romansa Manis Berlatar di California

Review Novel Last Minute in Manhattan: Romansa Manis Berlatar di California

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 19:00 WIB

Harga Motor Honda September 2026: Dari Skutik Lincah hingga Motor Sport Gagah

Harga Motor Honda September 2026: Dari Skutik Lincah hingga Motor Sport Gagah

Otomotif | Selasa, 08 September 2026 | 19:00 WIB

6 Fakta Hilangnya Speedboat Jurnalis di Selat Sunda

6 Fakta Hilangnya Speedboat Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Selasa, 08 September 2026 | 18:55 WIB

×