Pefindo Beri Peringkat idAAA ke BTN

Achmad Fauzi

Selasa, 08 September 2026 | 19:12 WIB
Pefindo Beri Peringkat idAAA ke BTN
Gedung BTN. (Dok: BTN)
baca 10 detik
  • Pefindo memberikan peringkat idAAA dengan outlook stable kepada BTN yang berlaku periode September 2026 hingga September 2027.
  • Peringkat tertinggi tersebut didukung oleh kekuatan bisnis, likuiditas, fleksibilitas keuangan, serta dukungan yang sangat kuat dari pemerintah.
  • BTN berkomitmen untuk terus berinovasi dan memperluas transformasi bisnis sambil tetap mendukung penyediaan KPR bersubsidi nasional.

Suara.com - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat kredit atau rating idAAA dengan outlook stable terhadap PT Bank Tabungan Negara (Persero) atau BTN.

Pefindo menilai kekuatan kredit BTN ditopang oleh bisnis, likuiditas, dan fleksibilitas keuangan yang sangat kuat. Selain itu, BTN juga mendapatkan dukungan yang sangat kuat dari pemerintah.

Peringkat tersebut telah dipertahankan BTN sejak 2023 dan berlaku untuk periode 4 September 2026 hingga 1 September 2027.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan pencapaian rating tersebut menjadi bentuk kepercayaan terhadap fundamental dan ketahanan perseroan.

"Peringkat ini memacu kami untuk terus berinovasi menjaga posisi bisnis yang kuat, memperkuat likuiditas dan fleksibilitas keuangan, serta memastikan pertumbuhan bisnis BTN tetap sehat dan berkelanjutan," ujar Nixon di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Ilustrasi perumahan/KPR. [Antara]
Ilustrasi perumahan/KPR. [Antara]

Meski selama ini dikenal sebagai bank spesialis Kredit Pemilikan Rumah (KPR), BTN kini tengah melakukan transformasi bisnis menuju konsep beyond mortgage.

Artinya, perseroan tidak hanya mengandalkan bisnis pembiayaan KPR, tetapi berupaya memperluas bisnis di luar segmen tersebut.

Namun, transformasi tersebut tidak membuat BTN meninggalkan perannya dalam mendukung sektor perumahan nasional.

BTN tetap menjalankan noble purpose melalui penyediaan KPR bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah.

baca juga

Per 30 Juni 2026, sebanyak 60 persen saham BTN dimiliki Pemerintah Indonesia melalui BPI Danantara dan BP BUMN. Sementara 40 persen saham lainnya dimiliki publik.

Kepemilikan pemerintah sekaligus memperkuat posisi BTN sebagai salah satu instrumen penting dalam menjalankan kebijakan pemerintah di sektor perumahan.

Selain mempertahankan peringkat korporasi idAAA, PEFINDO juga mempertahankan peringkat idAAA untuk Obligasi Sosial Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025 BTN dengan nilai Rp300 miliar.

Sementara itu, Obligasi Subordinasi I Tahap I Tahun 2025 senilai Rp2 triliun mendapatkan peringkat idAA.

Dengan dipertahankannya rating tersebut, BTN memiliki pijakan untuk menjaga fleksibilitas keuangan sekaligus melanjutkan pertumbuhan bisnis.

Rating idAAA juga menunjukkan bahwa kekuatan kredit BTN dinilai berada pada level tertinggi, dengan kemampuan yang sangat kuat untuk memenuhi kewajiban keuangannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Risko Kredit Macet Pinjol Indonesia Semakin Tinggi saat Pembiayaan Melonjak

Risko Kredit Macet Pinjol Indonesia Semakin Tinggi saat Pembiayaan Melonjak

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 19:59 WIB

Utang Pinjol Warga RI Tembus Rp105 Triliun, Kredit Macet Ikut Naik

Utang Pinjol Warga RI Tembus Rp105 Triliun, Kredit Macet Ikut Naik

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 19:33 WIB

Utang Turun Rp2,3 T, SMGR Raih Rating idAAA

Utang Turun Rp2,3 T, SMGR Raih Rating idAAA

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 19:02 WIB

Terkini

Pefindo Beri Peringkat idAAA ke BTN

Pefindo Beri Peringkat idAAA ke BTN

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 19:12 WIB

5 Hari Terbakar, Kebun Raya Sriwijaya Belum Padam dan Helikopter Dikerahkan

5 Hari Terbakar, Kebun Raya Sriwijaya Belum Padam dan Helikopter Dikerahkan

Sumsel | Selasa, 08 September 2026 | 19:10 WIB

Mahkota Perjuangan: Menelusuri Makna di Balik Gaya Rambut Cornrow

Mahkota Perjuangan: Menelusuri Makna di Balik Gaya Rambut Cornrow

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 19:10 WIB

Viral JPO Dewi Sartika, Pramono Anung Tagih Tanggung Jawab Pengembang

Viral JPO Dewi Sartika, Pramono Anung Tagih Tanggung Jawab Pengembang

News | Selasa, 08 September 2026 | 19:06 WIB

Implementasi B50 Banyak Kendalanya

Implementasi B50 Banyak Kendalanya

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 19:02 WIB

Menko Zulhas Akui MBG Gagal: Anggaran Besar, Dua Tahun Berjalan, Banyak Masalah!

Menko Zulhas Akui MBG Gagal: Anggaran Besar, Dua Tahun Berjalan, Banyak Masalah!

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 19:00 WIB

Review Novel Last Minute in Manhattan: Romansa Manis Berlatar di California

Review Novel Last Minute in Manhattan: Romansa Manis Berlatar di California

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 19:00 WIB

Harga Motor Honda September 2026: Dari Skutik Lincah hingga Motor Sport Gagah

Harga Motor Honda September 2026: Dari Skutik Lincah hingga Motor Sport Gagah

Otomotif | Selasa, 08 September 2026 | 19:00 WIB

6 Fakta Hilangnya Speedboat Jurnalis di Selat Sunda

6 Fakta Hilangnya Speedboat Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Selasa, 08 September 2026 | 18:55 WIB

Ida Nurlaela Kritik Pemerintah Soal Dana Desa untuk Bayar Utang Kopdes: Itu Uang Rakyat

Ida Nurlaela Kritik Pemerintah Soal Dana Desa untuk Bayar Utang Kopdes: Itu Uang Rakyat

News | Selasa, 08 September 2026 | 18:52 WIB

×