- Pertandingan Persib versus Persija pada 11 Januari 2026 di GBLA hanya menjual 26.000 tiket karena faktor keamanan.
- Manajemen Persib menerapkan penyesuaian harga tiket berdasarkan mekanisme *dynamic pricing* akibat tingginya minat penonton.
- Kendala teknis aplikasi pembelian tiket disebabkan oleh lonjakan akses pengguna yang masif pada momen pertandingan besar.
"Penyesuaian harga dilakukan secara terukur dan tetap mempertimbangkan keterjangkauan, dengan tujuan utama memastikan pertandingan berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh Bobotoh," ungkap Adhi.
Sedangkan mengenai keluhan sebagian Bobotoh terkait aplikasi Persib yang sempat mengalami kendala dalam proses pembelian tiket, Adhi menyampaikan apresiasi atas masukan yang diberikan.
Menurutnya, lonjakan akses yang sangat tinggi dalam waktu bersamaan menjadi tantangan tersendiri pada momen big match seperti ini.
"Pada pertandingan seperti ini, jutaan pengguna bisa mengakses aplikasi dalam waktu yang hampir bersamaan. Kondisi tersebut tentu berdampak pada performa sistem," jelasnya.
Meski demikian, menurut Adhi pihaknya terus melakukan pemantauan dan perbaikan secara bertahap agar layanan kembali stabil.
"Masukan dari Bobotoh menjadi evaluasi penting bagi kami. Ini menjadi bahan pembelajaran agar ke depan kualitas layanan digital Persib semakin siap menghadapi lonjakan animo yang tinggi," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Adhi mewakili manajemen Persib menyampaikan apresiasi atas dukungan, kepercayaan, dan kesabaran Bobotoh.
"Antusiasme luar biasa dari Bobotoh adalah energi besar bagi tim. Di saat yang sama, ini juga menjadi pengingat bagi kami untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pertandingan, baik di stadion maupun melalui layanan digital," pungkasnya.
Kontributor : Rahman
Baca Juga: Daftar Pemain Persija Jakarta yang Absen Hadapi Persib Bandung