-
Juventus menang telak 5-0 atas Cremonese pada laga lanjutan Liga Italia di Turin.
-
Emil Audero tampil luar biasa dengan banyak penyelamatan meski gawangnya tetap bobol lima kali.
-
Pelatih Cremonese Davide Nicola mendapat kartu merah pada babak pertama saat pertandingan berlangsung panas.
Kenan Yildiz maju sebagai eksekutor namun tendangannya sempat berhasil ditepis dengan luar biasa oleh Emil.
Sial bagi tim tamu karena bola muntah mengenai tiang dan kembali jatuh ke kaki penyerang muda tersebut.
Yildiz tidak menyia-nyiakan kesempatan kedua untuk membawa timnya unggul telak dengan skor 3-0 sementara.
Emil Audero kembali membuktikan kualitasnya dengan melakukan penyelamatan krusial pada menit ke-42 sebelum turun minum.
Meski kebobolan tiga kali perjuangan mantan kiper Inter Milan ini patut mendapatkan apresiasi dari para penggemar.
Memasuki paruh kedua intensitas serangan tim asuhan Massimiliano Allegri sama sekali tidak mengalami penurunan sedikit pun.
Sebuah umpan terobosan cerdik gagal diantisipasi oleh barisan pertahanan Cremonese yang terlihat mulai kehilangan fokus.
Weston McKennie kemudian merangsek masuk dan melepaskan tembakan yang coba dihalau oleh Filippo Terraciano di lini belakang.
Sayangnya upaya sapuan Terraciano justru membuat bola meluncur deras ke dalam gawang timnya sendiri secara tragis.
Baca Juga: Emil Audero Main Penuh, Cremonese Raih Hasil Imbang 2-2 Lawan Cagliari
Gol bunuh diri pada menit ke-48 tersebut membuat kedudukan berubah menjadi semakin mencolok yakni empat banding nol.
Emil Audero tetap menunjukkan profesionalisme tinggi dengan menggagalkan peluang jarak dekat dari kaki Weston McKennie.
Aksi terbang sang penjaga gawang saat menepis tendangan melengkung Yildiz juga mengundang decak kagum penonton yang hadir.
Namun rapuhnya koordinasi lini pertahanan kembali memberikan celah besar bagi para pemain depan tim Juventus.
Sundulan tajam dari McKennie pada menit ke-65 akhirnya merobek jala gawang Cremonese untuk yang kelima kalinya.
Jarak skor yang sangat lebar membuat jalannya sisa waktu babak kedua menjadi lebih lambat dan terkendali.