- John Herdman, pelatih baru Timnas Indonesia yang diperkenalkan PSSI pada Selasa (13/1), berencana merekrut pemain keturunan.
- Gelandang muda Laurin Ulrich (20 tahun) dari 1. FC Magdeburg jadi incaran potensial karena performa menanjaknya di Bundesliga 2.
- Ulrich antusias menyambut putaran kedua Bundesliga 2 setelah membantu Magdeburg keluar dari zona degradasi sebelum jeda musim dingin.
Suara.com - Timnas Indonesia saat ini berada di era baru bersama John Herdman. Pelatih asal Inggris itu telah resmi diperkenalkan pihak PSSI kemarin, Selasa (13/1).
Kabarnya eks pelatih Kanada itu ingin kembali datangkan pemain keturunan Indonesia untuk memperkuat tim Merah Putih.
Salah satu pemain yang layak jadi incaran Herdman ialah gelandang Laurin Ulrich. Pemain berusia 20 tahun ini menunjukkan perfomance menanjak di kompetisi Bundesliga 2.
Gelandang muda 1. FC Magdeburg, Laurin Ulrich, menunjukkan optimisme tinggi menatap putaran kedua Bundesliga 2 musim 2025/2026.
Ulrich bersama rekan-rekannya sukses membawa Magdeburg keluar dari zona degradasi jelang jeda musim dingin.
Ulrich saat ini tengah mengikuti pemusatan latihan musim dingin bersama Magdeburg di Side, Turki.

Ini menjadi pengalaman pertama baginya menjalani winter training camp bersama klub tersebut sejak bergabung sebagai pemain pinjaman dari VfB Stuttgart.
“Setelah hasil-hasil positif terakhir dan kami naik ke posisi aman, saya benar-benar bersemangat menyambut putaran kedua,” ujar Ulrich dalam wawancara video bersama Volksstimme.
Meski Magdeburg menjalani paruh musim pertama yang naik turun, Ulrich justru tampil sebagai salah satu pemain yang paling menonjol.
Baca Juga: Media Korea Kagum dengan Rekam Jejak Pelatih Anyar Timnas Indonesia John Herdman
Ia langsung menjadi pilihan utama dan rutin mengisi starting XI, sebuah pencapaian penting dalam perjalanan kariernya di usia yang masih sangat muda.
Dalam wawancara tersebut, Ulrich juga menyinggung pergantian pelatih yang terjadi pada Oktober 2025. Markus Fiedler, sosok yang memboyongnya ke Magdeburg, harus angkat kaki di tengah musim. Namun, Ulrich menegaskan hubungan keduanya tetap terjalin dengan baik.
“Kontak dengan Markus Fiedler masih ada dan saya yakin itu akan terus terjaga,” kata Ulrich, menyebut pelatih tersebut sebagai figur penting dalam perkembangan kariernya.
Merefleksikan performa pribadi di putaran pertama, Ulrich mengakui masih ada aspek yang perlu ditingkatkan, khususnya dalam kontribusi gol.
“Sejujurnya, saya merasa masih bisa mencetak beberapa gol lagi,” ujarnya.
“Itu yang ingin saya perbaiki di putaran kedua. Saya berharap mulai laga melawan Braunschweig semuanya bisa berjalan lebih baik.”