-
John Herdman resmi menjadi pelatih Timnas Indonesia dengan jaminan independensi penuh pemilihan pemain.
-
Pelatih baru Garuda menolak intervensi dan siap bertanggung jawab atas seluruh keputusan teknis.
-
Herdman segera memantau laga Super League dan menemui pemain diaspora di Eropa akhir Januari.
"Pelatih tim nasional harus bertanggung jawab penuh atas pengambilan keputusan mereka. Sebagai pelatih tim nasional, Anda harus berkonsultasi," kata John Herdman beberapa waktu lalu.
Ia menyadari bahwa jabatan pelatih kepala menuntut kemampuan navigasi di tengah ekspektasi masyarakat yang sangat tinggi.
"Penting untuk mendengarkan kebijaksanaan banyak pihak. Anda mendengarkan suporter, para ahli, pelatih di level bawah, serta pelatih profesional di liga," jelasnya.
Menyaring berbagai masukan merupakan seni kepemimpinan yang harus dikuasai untuk meredam kegaduhan di ruang publik.
Herdman sangat memahami bahwa tekanan dari berbagai sudut adalah konsekuensi logis dari profesi yang ia jalani sekarang.
"Namun, pelatih kepala tahu kapan harus meredam kebisingan itu dan membuat keputusan. Dan itulah tekanan serta tanggung jawab yang harus diambil oleh pelatih kepala. Dan saya siap untuk tanggung jawab dan akuntabilitas tersebut."
Penegasan ini sekaligus menjadi jawaban atas keraguan publik mengenai integritas dalam proses seleksi pemain tim nasional.
Baginya, hasil akhir di lapangan adalah bentuk pertanggungjawaban nyata dari semua keputusan yang telah diambil sebelumnya.
Setiap laga yang dijalani adalah pertaruhan reputasi sekaligus pembuktian atas pilihan yang telah ia tentukan sendiri.
Baca Juga: Tinggal Pilih Langsung Gas! 3 Calon Asisten Pelatih Lokal untuk John Herdman
Ia kembali menekankan bahwa peran pelatih kepala adalah mutlak dan tidak bisa ditawar dalam hal teknis permainan.
"Pelatih kepala akan membuat keputusan tentang siapa yang bermain di setiap pertandingan, di setiap laga, dan di setiap skuad," ujarnya.
PSSI secara resmi memperkenalkan sosok John Herdman sebagai nakhoda baru Timnas Indonesia pada Selasa, 13 Januari 2026.
Acara seremoni penyambutan sekaligus sesi tanya jawab perdana tersebut diselenggarakan secara eksklusif di Hotel Mulia, Jakarta.
Kehadiran Herdman membawa harapan baru bagi peningkatan prestasi sepak bola Indonesia di kancah internasional pada masa depan.
Setelah resmi menjabat, ia tidak membuang waktu untuk segera terjun langsung mengamati perkembangan kualitas kompetisi domestik.