- Timnas Indonesia akan menjamu Bulgaria dalam ajang FIFA Series 2026 yang dilaksanakan pada 23 hingga 31 Maret 2026.
- Bulgaria, tuan rumah kedua, menempati peringkat FIFA ke-88, menjadi lawan berat bagi skuad Garuda asuhan John Herdman.
- Nilai pasar skuad Bulgaria mencapai Rp710,04 miliar, lebih tinggi dari Indonesia (Rp562,73 miliar) meski pemain termahal Indonesia lebih mahal.
Suara.com - Timnas Indonesia akan ditantang Bulgaria di FIFA Series 2026. Menarik dilihat bagaimana skuad yang dimiliki dua tim tersebut.
Kabar Bulgaria akan menjadi lawan Timnas Indonesia dibagikan oleh Fakti.bg. Mereka menyebut konfirmasi resmi akan segera dilakukan.
"Bulgaria akan berpartisipasi alam edisi kedua turnamen FIFA Series. Turnamen ini akan diadakan antara 23-31 Maret 2026," tulis laporan Fakti.bg.
"Tim asuhan Alexander Dimitrov akan berangkat ke Indonesia yang akan menjadi tuan rumah turnamen tersebut. Kabar ini diharapkan akan segera dikonfirmasi secara resmi," sambungnya.
Klub berjuluk The Lions ini akan menjadi lawan yang menantang bagi skuad Garuda karena punya ranking FIFA jauh di atas Jay Idzes dkk.
Bulgaria berada di posisi ke-88 ranking dunia yang tentu menjadi ujian kekuatan tim Merah Putih era John Herdman.
Selain itu, Bulgaria ternyata punya harga pasar lebih mahal dibandingkan Timnas Indonesia.
Menukil dari lama Transfermarkt, tim yang diasuk oleh Aleksandar Dimitrov punya Rp710,04 miliar.
Pemain termahal mereka adalah Ilia Gruev yang berkarier di klub Premier League, Leeds United. Ia punya nilai pasar Rp156,43.
Baca Juga: John Herdman Janji Pasang Kuping Dengar Masukkan Ahli Hingga Suporter
Selain itu, pemain Bulgaria juga banyak yang berkarier di Eropa seperti Filip Krastev (Oxford United), Rosen Bozhinov (Pisa), hingga Hristiyan Velkov (SC Heerenveen).
Sedangkan Timnas Indonesia punya nilai pasar Rp562,73 miliar. Menariknya pemain termahal skuad Garuda mengalahkan harga pasar milik penggawa Bulgaria.
Jay Idzes yang berkarier di Sassuolo punya nilai transfer sebesar Rp173,82 miliar.
Namun, harga nilai pasar skuad Garuda memang belum rata karena banyak juga mengandalkan dari liga lokal, sehingga masih kalah dari Bulgaria.