- PSSI resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia terhitung sejak 3 Januari 2026.
- Herdman merupakan pelatih Inggris kedua yang menangani Indonesia setelah Peter Withe yang sukses di Piala AFF 2004.
- Peter Withe membawa Indonesia mencapai final Piala AFF 2004 dengan formasi agresif sebelum akhirnya dipecat.
Suara.com - Harapan besar disematkan Rizky Ridho terhadap era baru Timnas Indonesia di bawah komando John Herdman.
Bek Persija Jakarta itu menilai kehadiran pelatih anyar tersebut bisa menjadi momentum krusial untuk mengakhiri penantian panjang Garuda dalam perburuan gelar Piala AFF 2026.
Berdasarkan hasil undian yang digelar Kamis (15/1), Timnas Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, serta pemenang playoff Brunei Darussalam/Timor Leste.
Turnamen sepak bola paling prestisius di Asia Tenggara itu diselenggarakan berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026.
Bagi Ridho, Piala AFF kali ini kembali menghadirkan ujian berat.
Ambisi meraih gelar perdana jelas bukan perkara mudah, apalagi Indonesia harus bersaing langsung dengan Vietnam yang dikenal sebagai salah satu kekuatan utama di kawasan.
Meski begitu, Ridho menegaskan tekad skuad Garuda tidak akan surut.
Ia menaruh keyakinan besar bahwa John Herdman mampu membawa perubahan signifikan.
Enam kali finis sebagai runner-up dianggap sudah cukup menjadi pelajaran berharga bagi Timnas Indonesia untuk melangkah lebih jauh dan menembus sejarah baru.
Baca Juga: Rekor Pertemuan Indonesia vs Vietnam Jelang Duel Panas di Fase Grup Piala AFF 2026
“Ini bukan grup yang mudah, tentunya kami akan berusaha lebih keras lagi untuk mewujudkan apa yang kita harapkan dan masyarakat Indonesia nanti-nantikan,” kata Ridho di Jakarta, Kamis (16/1/2026).
"Karena cukup enam kali saja kita menjadi runner-up. Insyaallah semoga kita bisa mendapatkan trofi dengan pelatih yang baru," ujarnya.
Ridho juga menegaskan bahwa target tim tak main-main.
Ia optimistis Timnas Indonesia tetap bisa tampil kompetitif, terlepas dari kemungkinan komposisi pemain yang didominasi oleh pemain domestik.
“Harus sampai final dan juara, Insyaallah. Ya, tentunya menurut saya siapa pun yang dipanggil pasti akan selalu menampilkan yang terbaik untuk Indonesia,” tutur Ridho.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa perbedaan latar belakang pemain, baik dari kompetisi dalam negeri maupun luar negeri, tidak akan menjadi penghalang selama tujuan utamanya sama.