- Rumor ketertarikan Persib Bandung merekrut Layvin Kurzawa, mantan bek Prancis, gegerkan media sosial pada 19 Januari 2026 WIB.
- Kabar ini muncul karena Persib mencari pengganti bek Federico Barba yang berencana kembali berkarier di Eropa.
- Meski reputasi mentereng, Kurzawa memiliki catatan minim penampilan dan rentan cedera serius sejak 2022.
Suara.com - Media sosial mendadak geger pada Minggu malam, 19 Januari 2026 WIB. Rumor menyebut Persib Bandung tertarik merekrut Layvin Kurzawa.
Nama Kurzawa bukan sosok sembarangan di sepak bola Eropa. Ia merupakan mantan bek Timnas Prancis dan Paris Saint-Germain.
Kabar ini mencuat seiring rencana kepergian Federico Barba dari Persib. Bek asal Italia tersebut ingin kembali berkarier di Eropa, khususnya Italia.
Media Prancis, Foot Mercatoo, mengonfirmasi adanya negosiasi serius. Kurzawa disebut siap menjajal tantangan baru di Asia Tenggara.
Secara reputasi, rekam jejak Kurzawa memang terbilang mentereng. Ia pernah membela AS Monaco, PSG, Fulham, hingga Boavista.
Namun, statistik tiga tahun terakhirnya memunculkan tanda tanya besar. Sejak 2022, Kurzawa hanya bermain tujuh laga liga domestik.
Rinciannya, tiga laga bersama Fulham, satu bersama PSG, dan empat di Boavista. Menit bermainnya pun sangat minim dan jauh dari kata ideal.
Pada periode Februari hingga Juni 2025 bersama Boavista, ia cuma tampil empat kali. Total menit bermainnya hanya 170 menit dengan dua kartu kuning.
Sejak Juli 2025, Kurzawa kembali berstatus tanpa klub. Kondisi ini memperpanjang periode minim aktivitasnya di level kompetitif. Riwayat cedera menjadi faktor paling mengkhawatirkan dalam kariernya.
Baca Juga: Saddil Ramdani Rasakan Aura Positif Thom Haye, Mentalitas Eropa Jadi Pembeda Persib Bandung
Menurut Transfermarkt, Kurzawa mengalami empat cedera sejak 2022. Cedera tersebut membuatnya absen panjang hingga total sekitar enam bulan.
Bahkan pada 2025, ia dua kali mengalami cedera otot. Kurzawa harus menepi selama 73 hari dan absen sembilan pertandingan.
Meski demikian, ia sempat menunjukkan kontribusi di ajang Piala FA. Bersama Fulham, ia mencatat dua gol dan satu assist di turnamen tersebut.
Statistik ini menunjukkan potensi yang belum sepenuhnya hilang. Namun, risiko kebugaran jelas menjadi pertimbangan besar bagi Persib.
Kini, keputusan ada di tangan manajemen Maung Bandung. Apakah pengalaman Eropa sepadan dengan risiko kondisi fisik Kurzawa?
Kontributor : Imadudin Robani Adam