-
Indonesia resmi menjadi tuan rumah FIFA Series 2026 yang digelar di Jakarta Maret mendatang.
-
John Herdman akan menjalani debut sebagai pelatih Timnas Indonesia dalam turnamen persahabatan internasional.
-
Skuad Garuda dijadwalkan melawan Bulgaria, Kepulauan Solomon, dan St. Kitts and Nevis di Jakarta.
Suara.com - Federasi Sepak Bola Internasional secara resmi menetapkan Indonesia sebagai salah satu penyelenggara turnamen FIFA Series 2026.
Agenda bergengsi ini dijadwalkan berlangsung pada periode FIFA Matchday bulan Maret mendatang di ibu kota.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengonfirmasi bahwa Jakarta akan menjadi titik pusat seluruh rangkaian pertandingan internasional tersebut.
Kejuaraan yang sebelumnya bernama FIFA World Series ini merupakan turnamen dua tahunan untuk mempertemukan antar-konfederasi.
Ajang ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 2024 dan kini berkembang dengan partisipasi negara yang lebih masif.
Penunjukan ini dianggap Erick Thohir sebagai bukti kepercayaan dunia terhadap standar sepak bola di tanah air.
Indonesia berkesempatan besar mengasah kemampuan teknis saat berhadapan dengan lawan-lawan dari berbagai belahan dunia.
"Menghadapi tim dari Eropa, Oseania, dan Amerika memberikan variasi gaya bermain yang sangat penting bagi perkembangan tim. Para pemain kita akan terbiasa secara mental dan kualitas teknis," kata Erick Thohir dalam keterangannya.
Strategi ini diharapkan mampu mendongkrak performa kolektif Skuad Garuda di bawah tekanan kompetisi resmi FIFA.
Baca Juga: Satu Guru dengan Jose Mourinho, John Herdman Ungkap Inspirasi Besarnya
"Ini adalah ujian, sekaligus peluang untuk membangun tim yang tangguh dan siap bersaing di level dunia,” ia menambahkan.
Dalam grup yang digelar di Jakarta nanti, Indonesia akan bertarung melawan tiga tim nasional berbeda benua.
Bulgaria yang merupakan kekuatan dari zona UEFA menjadi lawan paling tangguh bagi armada Merah Putih.
Selain itu, terdapat Kepulauan Solomon yang mewakili zona OFC serta St. Kitts and Nevis dari zona CONCACAF.
Kehadiran tim-tim tersebut akan memberikan pengalaman bertanding yang sangat bervariasi bagi para pemain lokal.
Turnamen ini sekaligus menjadi tolak ukur sejauh mana kekuatan Indonesia menghadapi gaya sepak bola yang beragam.