-
John Herdman menyiapkan tiga striker naturalisasi tambahan untuk memperkuat serangan Timnas Indonesia 2026.
-
Piala AFF bukan agenda FIFA sehingga pemain di Liga Eropa sulit memperkuat skuad Garuda.
-
Ciro Alves dan David da Silva menjadi kandidat kuat pemain naturalisasi baru Indonesia.
Suara.com - Skuad Garuda sedang mempersiapkan komposisi pemain terbaik guna menghadapi kompetisi sepak bola bergengsi di Asia Tenggara.
Pelatih John Herdman menghadapi tantangan besar karena tidak bisa memanggil pemain yang merumput di liga-liga besar Eropa.
Kendala ini muncul karena jadwal Piala AFF 2026 tidak terdaftar dalam kalender resmi pertandingan internasional milik FIFA.
Situasi tersebut membuat klub-klub di Benua Biru tidak memiliki kewajiban untuk melepas penggawa mereka ke tim nasional.
Nama-nama populer seperti Ole Romeny, Miliano Jonathans, hingga Ragnar Oratmangoen dipastikan absen dalam turnamen edisi kali ini.
Namun John Herdman masih memiliki celah dengan memanggil para pemain yang saat ini berkarier di wilayah Asia.
Kebijakan liga-liga di kawasan Asia Tenggara yang biasanya meliburkan kompetisi saat Piala AFF berlangsung menjadi sebuah keuntungan tersendiri.
Juru taktik asal Inggris tersebut bisa mengandalkan tenaga pemain senior seperti Thom Haye yang kini membela Persib Bandung.
Selain itu terdapat nama Ramadhan Sananta yang sedang memperkuat klub asal Brunei Darussalam yaitu DPMM FC.
Baca Juga: Siapa Bobby Robson? Sosok Terpenting di Karier Sepak Bola John Herdman
Bek tangguh Sandy Walsh yang kini berseragam Buriram United di Liga Thailand juga berpeluang besar masuk daftar panggil.
Untuk menambah daya gedor di kotak penalti lawan John Herdman dapat mendorong PSSI mempercepat proses naturalisasi pemain.
Ciro Alves menjadi salah satu kandidat kuat yang telah mengajukan perpindahan kewarganegaraan pada penghujung Desember 2025 lalu.
Langkah hukum ini diambil karena sang pemain telah memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam regulasi kewarganegaraan Indonesia saat ini.
Sesuai aturan tersebut seseorang berhak mengajukan paspor jika sudah tinggal selama lima tahun berturut-turut di tanah air.
Ciro Alves tercatat sudah memulai petualangan sepak bolanya di kompetisi Indonesia sejak tahun 2019 yang lalu.
Meskipun usianya kini sudah menginjak 36 tahun namun ketajaman sang pemain di depan gawang belum menunjukkan penurunan.
Bersama klub Malut United pada musim kompetisi terbaru Ciro Alves sukses membukukan tujuh gol dari belasan laga.
Catatan impresif tersebut juga ditambah dengan torehan dua assist yang membuktikan efektivitasnya sebagai penyerang sayap maupun tengah.
Performa konsisten inilah yang membuat namanya sangat layak dipertimbangkan untuk mengisi slot lini serang skuad Merah Putih.
Selain Ciro Alves nama penyerang haus gol lainnya yaitu David da Silva juga masuk dalam radar naturalisasi.
David da Silva diketahui telah memulai proses pengajuan menjadi Warga Negara Indonesia pada awal bulan Januari tahun ini.
Sama seperti kompatriotnya ia juga merujuk pada ketentuan yang ada dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tersebut.
Eks penyerang andalan Persib Bandung ini menunjukkan performa yang sangat gahar bersama klubnya saat ini Malut United.
Dari total 16 pertandingan yang dijalani di kasta tertinggi Liga Super musim 2025-2026 David tampil sangat produktif.
Ia berhasil mengoleksi tujuh gol serta menyumbangkan tiga assist bagi klub kebanggaan masyarakat Maluku Utara tersebut.
Kehadiran David da Silva diharapkan mampu menjadi solusi atas tumpulnya penyelesaian akhir yang kerap melanda tim nasional.
Postur tubuh yang ideal dan penempatan posisi yang cerdik menjadi keunggulan utama dari penyerang asal Brasil tersebut.
Integrasi David ke dalam sistem permainan John Herdman diprediksi tidak akan memakan waktu lama karena faktor adaptasi.
Kandidat penyerang ketiga yang muncul ke permukaan adalah Ilias Alhaft yang kini berkarier di Liga Utama Thailand.
Berbeda dengan dua nama sebelumnya Ilias memiliki keuntungan karena memiliki garis keturunan langsung dari orang tua Indonesia.
Pemain ini memiliki rekam jejak yang cukup mentereng dengan menghabiskan banyak waktu berkarier di kompetisi sepak bola Belanda.
Tercatat ia pernah memperkuat beberapa tim seperti Sparta Rotterdam serta membantu SC Cambuur dan Almere City bersaing.
Kualitas teknis yang didapat dari didikan Eropa menjadi nilai tambah yang sangat dibutuhkan oleh skuad asuhan Herdman.
Saat ini Ilias Alhaft tercatat sebagai salah satu pilar penting bagi raksasa Liga Thailand yaitu Bangkok United.
Sepanjang musim ini ia telah tampil dalam 24 pertandingan dengan kontribusi nyata berupa lima gol ke gawang lawan.
Tidak hanya mencetak gol Ilias juga memberikan dua assist yang menunjukkan visinya dalam membangun serangan dari sektor sayap.
Fleksibilitas posisinya akan memberikan banyak opsi taktik bagi pelatih dalam membongkar pertahanan rapat tim-tim Asia Tenggara.
Dengan pengalaman internasionalnya Ilias Alhaft diharapkan mampu mengangkat mentalitas bertanding para pemain muda di dalam skuad.
Kombinasi antara pemain liga domestik dan tenaga naturalisasi baru ini menjadi strategi utama untuk meraih trofi juara.
Piala AFF 2026 tetap menjadi target penting bagi PSSI demi meningkatkan kepercayaan diri sepak bola nasional di mata dunia.
John Herdman kini harus bergerak cepat untuk memastikan semua proses administrasi pemain incarannya dapat selesai tepat waktu.
Dukungan penuh dari federasi dan suporter sangat dibutuhkan agar persiapan teknis tidak terganggu masalah non-teknis di luar lapangan.
Indonesia optimis mampu berbicara banyak meski harus turun tanpa kekuatan penuh dari para pemain yang berkarier di Eropa.