-
Indonesia menjadi satu-satunya wakil putra Asia Tenggara yang terpilih mengikuti ajang FIFA Series 2026.
-
Turnamen ini melibatkan tim lintas benua seperti Bulgaria, Kepulauan Solomon, serta Saint Kitts and Nevis.
-
Absennya negara ASEAN lain disebabkan bentroknya jadwal kualifikasi Piala Asia 2027 pada Maret 2026.
Suara.com - Sebuah pencapaian prestisius kembali ditorehkan oleh dunia sepak bola tanah air Timnas Indonesia di level internasional.
Federasi Sepak Bola Internasional secara resmi menunjuk Indonesia sebagai salah satu penyelenggara FIFA Series 2026.
Agenda bergengsi ini dijadwalkan akan berlangsung serentak pada periode tanggal 23 hingga 31 Maret 2026.
Menariknya, Indonesia menjadi satu-satunya delegasi dari kawasan Asia Tenggara yang berpartisipasi pada kategori tim putra.
Status sebagai tuan rumah ini menempatkan Indonesia sejajar dengan negara-negara besar lainnya di peta sepak bola.
Terdapat total sebelas negara yang mendapatkan mandat dari FIFA untuk menggelar turnamen persahabatan edisi kali ini.
Khusus kategori putra, delapan negara ditunjuk sebagai operator pertandingan termasuk Australia, Azerbaijan, dan juga Indonesia.
Selain itu, negara seperti Kazakhstan, Selandia Baru, Puerto Riko, Rwanda, hingga Uzbekistan turut menjadi tuan rumah.
Sistem turnamen ini nantinya akan melibatkan empat tim nasional yang bertanding di setiap negara penyelenggara.
Baca Juga: John Herdman Blak-blakan DNA Kanada Akan Dibawa Demi Loloskan Timnas Indonesia ke Piala Dunia
Pengecualian hanya berlaku bagi Rwanda yang mendapatkan jatah partisipasi lebih banyak dengan total delapan tim.
Setiap kontestan yang terlibat dalam ajang ini akan mendapatkan kesempatan bermain dalam dua pertandingan resmi.
Publik sepak bola tentu bertanya mengenai siapa saja lawan yang akan dihadapi oleh skuad Garuda nantinya.
Indonesia dijadwalkan akan menjamu tim kuat asal Eropa yakni Bulgaria yang kini menduduki peringkat 88 dunia.
Selain itu, terdapat Kepulauan Solomon yang mewakili wilayah Oseania serta Saint Kitts and Nevis dari Amerika.
Pertandingan pembuka dikabarkan akan mempertemukan Timnas Indonesia dengan skuad Saint Kitts and Nevis di lapangan hijau.
Di sisi lain, tim Bulgaria akan mencoba kekuatan mereka melawan tantangan dari tim Kepulauan Solomon.
Pemenang dari masing-masing laga pembuka akan langsung melaju ke partai puncak untuk memperebutkan gelar juara.
Sementara itu, tim yang menelan kekalahan akan bertanding kembali guna menentukan pengisi posisi peringkat ketiga terbaik.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan pandangan strategis mengenai pentingnya keikutsertaan Timnas Indonesia dalam turnamen ini.
Beliau menekankan bahwa pengalaman melawan tim dari lintas konfederasi akan memberikan dampak positif bagi pemain.
"Menghadapi tim dari Eropa, Oseania, dan Amerika memberikan variasi gaya bermain yang sangat penting bagi perkembangan tim. Para pemain kita akan terbiasa secara mental dan kualitas teknis. Ini adalah ujian, sekaligus peluang untuk membangun tim yang tangguh dan siap bersaing di level dunia,” kata Ketua Umum PSSI Erick Thohir.
Visi besar ini diharapkan mampu meningkatkan standar permainan Indonesia agar lebih kompetitif di kancah internasional.
Interaksi dengan gaya main yang berbeda dari berbagai benua menjadi kunci transformasi kualitas fisik dan taktik.
PSSI optimis bahwa ajang ini adalah sarana evaluasi yang paling objektif sebelum menghadapi turnamen kompetitif lainnya.
Semangat yang dibawa adalah untuk membuktikan bahwa Indonesia layak berada di jajaran elit sepak bola dunia.
Muncul pertanyaan mengapa negara-negara tetangga di Asia Tenggara tidak turut serta dalam ajang FIFA ini.
Faktanya, Indonesia adalah satu-satunya negara ASEAN yang memiliki kalender kosong pada jadwal internasional Maret 2026.
Mayoritas negara di Asia Tenggara masih harus berjuang keras di babak ketiga Kualifikasi Piala Asia 2027.
Negara-negara seperti Vietnam, Malaysia, hingga Thailand masih memiliki agenda krusial yang menentukan nasib mereka di Asia.
Laga-laga hidup mati seperti Vietnam melawan Malaysia dijadwalkan berlangsung pada periode waktu yang bersamaan tersebut.
Selain itu, Filipina juga harus menghadapi Tajikistan dalam laga yang sangat menentukan posisi klasemen mereka.
Tim nasional Thailand sendiri memiliki agenda besar untuk menjajal kekuatan timnas Turkmenistan di kualifikasi tersebut.
Karena tidak lagi terikat dengan jadwal kualifikasi pada bulan tersebut, Indonesia bisa fokus sepenuhnya pada FIFA Series.
Kesempatan ini menjadi momen emas bagi pelatih untuk mencoba skema baru dan mengasah kemampuan pemain muda.
Turnamen ini sekaligus menjadi ajang pembuktian fasilitas stadion di Indonesia yang kini sudah berstandar internasional.
Berbeda dengan sektor putra, kategori putri FIFA Series 2026 diselenggarakan di lokasi yang berbeda secara geografis.
Tiga negara yang ditunjuk sebagai tuan rumah kategori putri adalah Brasil, Pantai Gading, dan juga Thailand.
Meskipun tim putra Thailand absen di FIFA Series, mereka tetap berkontribusi melalui penyelenggaraan kategori tim putri.
Hal ini menunjukkan distribusi pemerataan kompetisi yang dilakukan FIFA untuk mengembangkan sepak bola di berbagai wilayah.
Dukungan penuh dari suporter diharapkan dapat memberikan energi tambahan bagi perjuangan punggawa Garuda di kandang sendiri.