-
Thailand tetap memimpin ranking FIFA ASEAN Januari 2026 sementara Indonesia tertahan posisi 122.
-
Malaysia terancam terjun bebas di peringkat dunia akibat skandal pemain naturalisasi ilegal kualifikasi.
-
Timnas Indonesia asuhan John Herdman bersiap hadapi FIFA Series 2026 guna dongkrak posisi dunia.
Stagnansi posisi Indonesia terjadi karena memang tidak ada agenda pertandingan yang digelar dalam beberapa waktu terakhir.
Momen pengumuman ranking ini bertepatan dengan masa transisi Timnas Indonesia yang baru saja menunjuk nahkoda baru.
Manajemen Timnas Indonesia secara resmi telah memperkenalkan John Herdman sebagai juru taktik utama skuad Garuda.
Kehadiran mantan pelatih tim nasional Kanada tersebut diharapkan mampu mendongkrak prestasi sepak bola tanah air segera.
Fokus utama Herdman saat ini adalah mempersiapkan mental dan taktik pemain untuk menghadapi jadwal padat mendatang.
Jika menilik urutan, posisi Indonesia sebenarnya hanya terpaut satu tingkat saja di bawah sang rival, Malaysia.
Tim Harimau Malaya saat ini menduduki peringkat ke-121 dunia dengan raihan total sebesar 1145,89 poin.
Namun, posisi Malaysia saat ini sedang berada di ujung tanduk karena isu internal yang sangat serius.
Peringkat mereka berisiko terjun bebas apabila AFC memutuskan membatalkan hasil laga di Kualifikasi Piala Asia 2027.
Baca Juga: Prediksi Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Sapu Bersih Kemenangan di FIFA Series 2026
Potensi hukuman berat ini muncul ke permukaan sebagai buntut dari skandal penggunaan pemain naturalisasi ilegal.
FIFA sendiri dikabarkan telah menjatuhkan dua jenis sanksi kepada federasi sepak bola Malaysia terkait pelanggaran ini.
Pelanggaran berat tersebut berdampak pada pemberian denda kepada FAM selaku federasi dan juga tujuh pemain timnas.
Dampak langsung dari sanksi tersebut sudah terlihat dengan melorotnya posisi Malaysia hingga ke urutan 121 dunia.
Ancaman degradasi peringkat yang lebih tajam masih menghantui jika AFC mengambil tindakan tegas atas hasil kualifikasi.
Publik sepak bola Malaysia kini tengah menunggu keputusan akhir yang akan dikeluarkan oleh otoritas sepak bola Asia.